Kedatangan kapal di pelabuhan belum tentu menandakan bahwa muatannya sudah siap dibongkar. Kapal mungkin masih berada di anchorage untuk menunggu giliran sandar sebelum melanjutkan proses bongkar muat.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi jadwal pengambilan muatan hingga penerimaan barang di gudang. Perusahaan pun perlu memperhatikan waktu tunggu kapal agar perencanaan pengiriman tidak hanya mengandalkan jadwal kedatangannya.
Lalu, apa yang terjadi selama kapal menunggu dan bagaimana mengantisipasi perubahan jadwalnya? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!
Peran Anchorage dalam Alur Kedatangan Kapal ke Pelabuhan

Anchorage adalah area perairan tempat kapal dapat berlabuh jangkar, termasuk ketika menunggu tempat sandar di dermaga. Kapal diarahkan menuju area labuh yang telah ditentukan oleh otoritas pelabuhan dengan mempertimbangkan kedalaman perairan, kondisi cuaca, dan lalu lintas laut.
Ketika dermaga dan layanan pendukung siap, kapal dapat menuju dermaga untuk bersandar (berthing). Pada tahap tersebut, kesiapan terminal kontainer dapat menjadi bagian penting dari kelancaran penanganan muatan.
Namun, tidak setiap kedatangan mengharuskan kapal menunggu giliran sandar. Jika tempat sandar sudah tersedia saat kedatangan, kapal bisa langsung menuju dermaga tanpa harus singgah di anchorage.
Anchorage, Berth, dan Port: Apa Bedanya?
Istilah anchorage, berth, dan port sering muncul dalam informasi kedatangan kapal. Meski sama-sama berkaitan dengan pelabuhan, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dalam operasional pengiriman laut.
Perbedaan tersebut perlu kamu ketahui agar tidak keliru membaca status kedatangan kapal maupun kesiapan proses bongkar muat.
| Istilah | Definisi | Fungsi |
|---|---|---|
| Anchorage | Area perairan untuk kapal berlabuh jangkar | Tempat kapal menunggu sebelum bersandar |
| Berth | Tempat atau posisi sandar di dermaga | Lokasi kegiatan bongkar muat |
| Port | Kawasan yang mencakup fasilitas dan layanan pelabuhan | Melayani kedatangan, keberangkatan, dan penanganan muatan |
Baca juga: Cargodoring dalam Logistik: Arti, Fungsi, dan Contoh Prosesnya
Mengapa Kapal Harus Menunggu di Anchorage?
Waktu tunggu dapat dipengaruhi oleh kepadatan dermaga, kondisi cuaca, hingga kesiapan fasilitas dan layanan pelabuhan. Meski tiba sesuai jadwal, terkadang kapal masih harus menunggu hingga dermaga siap menerima kedatangannya.
Antrean Dermaga dan Kepadatan Pelabuhan
Ketika seluruh tempat sandar masih digunakan, kapal berikutnya harus menunggu giliran. Kepadatan bisa meningkat saat beberapa kapal tiba hampir bersamaan atau proses bongkar muat sebelumnya berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Jadwal sandar pun bergeser meskipun perjalanan menuju pelabuhan selesai tepat waktu.
Cuaca, Draft, Kesiapan Terminal, dan Dokumen
Angin kencang, gelombang, atau jarak pandang buruk dapat menyulitkan manuver menuju dermaga. Petugas juga mempertimbangkan draft, yaitu jarak vertikal antara permukaan air dan bagian terbawah lambung, dengan menyesuaikannya terhadap kedalaman alur serta kondisi pasang surut.
Proses sandar juga bisa tertunda ketika fasilitas terminal belum siap atau pemeriksaan dokumen kapal belum selesai.
Baca juga: Apa Itu Container Yard dalam Logistik
Aktivitas yang Bisa Berlangsung Saat Kapal Berada di Area Labuh
Kapal yang menunggu giliran sandar masih bisa menjalankan sejumlah aktivitas operasional, seperti menerima perbekalan, melakukan pergantian kru, atau mengisi bahan bakar (bunkering) selama berada di area labuh.
Agen pelayaran pun dapat mengurus dokumen dan berkoordinasi dengan pengelola terminal bongkar muat mengenai kesiapan dermaga.
Namun, kegiatan tersebut hanya bisa berlangsung jika otoritas pelabuhan mengizinkan serta kondisi cuaca dan fasilitas mendukung.
Proses bongkar muat juga tidak otomatis dapat dilakukan di area labuh karena membutuhkan peralatan dan pengaturan khusus. Artinya, meski ada aktivitas selama menunggu, muatan belum tentu siap diproses untuk pengiriman berikutnya.
Bagaimana Waktu Tunggu Anchorage Memengaruhi ETA dan Rencana Bongkar Muat?
ETA (estimated time of arrival) menunjukkan perkiraan waktu kedatangan kapal di lokasi tertentu, seperti area labuh atau dermaga.
Perusahaan juga perlu memantau ETB (estimated time of berthing), yaitu perkiraan waktu bersandar di dermaga, terutama jika ETA mengacu pada area labuh.
Misalnya, kapal tiba Senin pagi sesuai ETA, tetapi baru mendapat giliran sandar Selasa siang. Kondisi tersebut mengharuskan tim terkait menyesuaikan rencana bongkar muat dan penjemputan kontainer berdasarkan jadwal sandar terbaru.
Bahkan setelah kapal bersandar, proses bongkar muat belum tentu langsung dimulai jika fasilitas terminal masih dalam persiapan.
Baca Juga: ETA vs ETD: Apa Bedanya dan Kenapa Penting dalam Logistik?
Data Jadwal yang Perlu Dipantau oleh Shipper atau Tim Supply Chain
Tim supply chain sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu tanggal kedatangan. Saat menghubungi perusahaan pelayaran, agen, atau terminal, periksa informasi berikut:
- ETA dan lokasi acuannya: perkiraan waktu kedatangan serta apakah acuannya area labuh atau dermaga.
- Perkiraan sandar: waktu yang diperkirakan untuk sandar di dermaga, termasuk revisinya.
- Status operasional terminal: kesiapan kegiatan bongkar muat dan informasi kapan kontainer dapat diproses.
- Jadwal pengambilan barang: perkiraan ketersediaan muatan serta waktu penjemputan truk atau transportasi lanjutan.
Bandingkan jadwal perkiraan dengan pembaruan aktual agar tim gudang dan penerima tidak menggunakan informasi lama.
Selain waktu kedatangan, perubahan jadwal keberangkatan kapal pada perjalanan sebelumnya juga dapat menjadi informasi yang perlu diperhatikan ketika memantau perkembangan pengiriman.
Pastikan kontainer sudah memenuhi persyaratan pengeluaran dari terminal sebelum menjadwalkan truk pengangkut.
Cara Mengantisipasi Berthing Delay dalam Perencanaan Pengiriman
Keterlambatan sandar (berthing delay) tidak selalu bisa dicegah, tetapi perusahaan dapat mengantisipasi dampaknya melalui beberapa langkah berikut:
- Pantau perubahan jadwal sandar dengan menghubungi perusahaan pelayaran atau agen kapal untuk mengetahui penyebab keterlambatan dan memperoleh informasi terbaru.
- Sesuaikan rencana operasional dengan mengatur ulang jadwal truk pengangkut, tenaga bongkar, serta penerimaan barang di gudang.
- Siapkan waktu cadangan pengiriman dengan mempertimbangkan kondisi pelabuhan dan potensi keterlambatan, terutama untuk barang yang memiliki tenggat waktu tertentu.
- Evaluasi ketepatan jadwal pengiriman dengan membandingkan waktu yang direncanakan dan realisasinya sebagai bahan perbaikan untuk pengiriman berikutnya.
Baca juga: Pengertian Demurrage, Cara Hitung, dan Tips Menghindarinya
Kedatangan kapal sesuai jadwal belum tentu menjamin proses pengiriman berjalan tepat waktu. Perusahaan juga perlu memperhitungkan waktu tunggu di anchorage, kesiapan dermaga, hingga proses bongkar muat sebelum menentukan jadwal pengiriman lanjutan.
Dengan memantau perkembangan tersebut, perusahaan dapat menyusun rencana operasional yang lebih realistis dan mengurangi risiko keterlambatan penerimaan barang.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



