Produksi barang dan jasa adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu produk, baik dalam bentuk barang berwujud fisik maupun jasa berupa layanan, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bagi pelaku bisnis, memahami perbedaan keduanya penting supaya strategi produksi, penyimpanan, hingga distribusi bisa disesuaikan dengan karakteristik produk yang dihasilkan.
Artikel ini membahas pengertian, jenis, contoh, sampai nilai produksi barang dan jasa secara lengkap.
Apa Itu Produksi Barang?
Produksi barang adalah proses menghasilkan produk yang bisa dilihat, diraba, dan memiliki wujud fisik. Barang tercipta melalui transformasi bahan baku menjadi produk jadi, mulai dari pengadaan material sampai proses pengolahan.
Bahan baku ini biasanya didapatkan dari pemasok atau supplier yang menyediakan material dasar untuk diolah lebih lanjut. Semakin konsisten kualitas bahan bakunya, semakin stabil pula hasil produksi barangnya.
Sebagai gambaran, kamu punya usaha konveksi. Kamu mengolah kain, benang, dan aksesoris menjadi pakaian jadi. Itu salah satu contoh sederhana dari produksi barang.
Baca Juga: Apa Itu Manufaktur? Pengertian, Proses, dan Jenisnya
Jenis Produksi Barang dan Contohnya
Produksi barang bisa dibagi lagi berdasarkan jenisnya, yaitu:
1. Barang Menurut Wujudnya
- Barang abstrak: barang yang tidak nyata, namun memiliki nilai. Contohnya hak merek, hak cipta, royalti, dan paten.
- Barang konkret: barang yang nyata dan bisa dilihat, diraba, dan disentuh. Contohnya sepatu, baju, meja, dan motor.
2. Barang Menurut Sifatnya
- Barang bebas: barang yang mudah didapat dari alam dan tersedia dalam jumlah banyak. Contohnya udara, air, dan sinar matahari.
- Barang illith: barang yang manfaatnya bisa berubah tergantung jumlahnya. Air yang sedikit bermanfaat untuk minum, tetapi terlalu banyak bisa menyebabkan banjir.
- Barang ekonomi: barang yang memiliki nilai ekonomis sehingga dibutuhkan pengorbanan untuk memperolehnya. Contohnya mobil, motor, laptop, dan rumah.
3. Barang Menurut Fungsinya
- Barang produksi: barang yang digunakan untuk menghasilkan barang lain. Contohnya mesin jahit, alat tenun, dan mesin pemotong kayu.
- Barang konsumsi: barang yang langsung dikonsumsi dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contohnya makanan, pakaian, dan elektronik.
Apa Itu Produksi Jasa dan Contohnya?
Kalau produksi barang bisa dipegang, produksi jasa itu tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan manfaatnya.
Produksi jasa adalah proses menciptakan produk yang tidak memiliki wujud fisik. Produknya berupa layanan dan manfaat, dengan proses yang melibatkan tenaga dan keahlian manusia.
Contohnya kamu membuka jasa desain grafis. Kamu menawarkan layanan desain untuk berbagai kebutuhan, seperti logo, brosur, atau media sosial. Dalam hal ini, yang kamu jual adalah keahlian dan kreativitasmu, bukan barang fisik.
Jenis Produksi Jasa dan Contohnya
Produksi jasa juga dibagi menjadi beberapa kategori utama, yaitu:
1. Rented Goods Service
Kamu menyewakan produk untuk dipakai dalam waktu tertentu, tetapi konsumen tidak menjadi pemiliknya. Contohnya sewa mobil, hotel, atau apartemen.
2. Owned Goods Service
Barang yang sudah dimiliki konsumen dirawat atau diperbaiki oleh penyedia jasa. Contohnya jasa perbaikan mobil, salon kecantikan, atau perawatan AC. Yang dijual di sini adalah keahlian dalam memperbaiki barang milik konsumen.
3. Non-Goods Service
Jasa yang sifatnya sepenuhnya tidak berwujud fisik, seperti layanan bank, asuransi, atau pendidikan. Kamu tidak memegang barangnya, tetapi bisa merasakan manfaat dari layanan tersebut.
Sebagian ahli pemasaran bahkan memperluas klasifikasi ini menjadi tujuh kategori berdasarkan seberapa besar unsur fisik yang menyertainya, mulai dari jasa yang sepenuhnya tidak berwujud sampai jasa yang disertai barang berwujud dalam porsi besar. Intinya tetap sama, semakin besar unsur keahlian manusianya, semakin kuat karakter jasanya.
Apa Itu Nilai Produksi Barang dan Jasa?
Nilai produksi barang dan jasa bisa dilihat dari dua sudut pandang, yaitu nilai guna dan nilai ekonomis.
Nilai guna adalah kemampuan suatu barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia. Nilai ini bertambah seiring proses produksi berlangsung, dan bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis berikut.
- Nilai guna bentuk: muncul ketika bahan mentah diubah menjadi produk baru. Misalnya kedelai yang diolah menjadi tempe.
- Nilai guna tempat: muncul ketika barang dipindahkan ke lokasi yang lebih membutuhkan. Misalnya jaket yang didistribusikan ke daerah bersuhu dingin.
- Nilai guna waktu: muncul ketika barang tersedia pada saat dibutuhkan. Misalnya payung yang tersedia saat musim hujan.
- Nilai guna kepemilikan: muncul saat barang berpindah kepemilikan dari produsen ke konsumen yang membutuhkannya.
Sementara itu, nilai produksi adalah istilah ekonomi yang lebih terukur. Berdasarkan data resmi pemerintah, nilai produksi merupakan nilai dari sejumlah komoditas dan jasa yang benar-benar dihasilkan suatu unit usaha dalam periode tertentu, dengan memperhitungkan komponen biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan.
Pada level makro, konsep serupa juga dipakai dalam pendekatan produksi untuk menghitung Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu menjumlahkan nilai akhir barang dan jasa yang dihasilkan seluruh sektor ekonomi dalam satu periode, sebagaimana dipublikasikan rutin oleh Badan Pusat Statistik.
Semakin tinggi nilai guna tempat dan waktu suatu produk, biasanya semakin besar pula peran distribusi dalam menentukan nilai produksinya. Pengelolaan distribusi yang baik, atau dikenal dengan teknik logistik, membantu memastikan nilai guna tempat dan waktu ini tercapai secara optimal. Di sisi lain, proses pengadaan bahan baku yang tepat waktu, seperti dalam aktivitas purchasing, turut memengaruhi besaran nilai produksi akhir suatu barang atau jasa.
Apa Perbedaan Produksi Barang dan Jasa?
Sekarang, mari bahas apa perbedaan produksi barang dan jasa secara lebih rinci. Pemahaman ini penting bagi pengusaha supaya bisa menentukan strategi produksi, distribusi, dan pemasaran yang tepat.
Wujud Produk
Produksi barang menghasilkan produk yang memiliki wujud fisik, sedangkan produksi jasa menghasilkan layanan yang tidak bisa dilihat atau diraba.
Misalnya, kamu bisa melihat dan menyentuh baju yang kamu produksi, tetapi tidak bisa menyentuh layanan konsultasi yang kamu tawarkan.
Proses Produksi
Proses produksi barang dan jasa adalah tahapan yang dilalui untuk mengolah bahan baku atau keahlian menjadi produk siap pakai bagi konsumen.
Produksi barang biasanya melibatkan proses yang lebih panjang, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk jadi. Produksi jasa lebih bersifat langsung dan sering melibatkan interaksi antara penyedia jasa dan konsumen.
Kualitas
Kualitas barang bisa diukur dan dinilai secara objektif, sedangkan kualitas jasa lebih subjektif dan bergantung pada pengalaman konsumen.
Dua baju dengan bahan dan desain yang sama bisa dinilai kualitasnya dengan mudah. Sebaliknya, pengalaman layanan di sebuah restoran bisa sangat berbeda-beda tergantung siapa yang melayani.
Penyimpanan
Barang bisa disimpan dalam inventaris, sedangkan jasa tidak bisa disimpan.
Kalau kamu memproduksi barang, kamu bisa menyimpannya di gudang untuk dijual nanti. Kalau kamu menawarkan jasa, layanan tersebut harus diberikan pada saat itu juga.
Keterlibatan Konsumen
Dalam produksi barang, keterlibatan konsumen biasanya lebih rendah. Konsumen membeli produk dan menggunakannya tanpa perlu terlibat dalam proses produksinya.
Dalam produksi jasa, konsumen sering kali terlibat langsung dalam prosesnya, misalnya saat mereka meminta layanan atau memberikan masukan di tengah pengerjaan.
| Aspek | Produksi Barang | Produksi Jasa |
|---|---|---|
| Wujud produk | Berwujud fisik, bisa dilihat dan diraba | Tidak berwujud, hanya bisa dirasakan |
| Proses produksi | Panjang, dari bahan baku hingga distribusi | Langsung, melibatkan interaksi dengan konsumen |
| Kualitas | Terukur secara objektif | Subjektif, tergantung pengalaman konsumen |
| Penyimpanan | Bisa disimpan dalam inventaris | Tidak bisa disimpan |
| Keterlibatan konsumen | Relatif rendah | Relatif tinggi |
Apa Manfaat dari Produksi Barang dan Jasa?
Produksi barang dan jasa memberi manfaat, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat secara umum.
- Memenuhi kebutuhan manusia, karena produksi menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
- Menciptakan nilai tambah ekonomi, sebab bahan baku yang awalnya bernilai rendah bisa meningkat nilainya setelah melalui proses produksi.
- Membuka lapangan kerja, mengingat kegiatan produksi membutuhkan tenaga kerja di berbagai tahapan, mulai dari pengolahan sampai distribusi.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi, karena akumulasi nilai produksi dari berbagai sektor usaha berkontribusi terhadap pendapatan suatu negara.
Tujuan produksi memang untuk memenuhi kebutuhan manusia menuju kemakmuran. Kemakmuran itu baru tercapai kalau barang dan jasa tersedia dalam jumlah yang cukup.
Dengan memahami perbedaan produksi barang dan jasa, kamu jadi lebih mudah menentukan jenis usaha yang ingin dijalankan. Apakah kamu tertarik memproduksi barang fisik, menawarkan layanan jasa, atau menggabungkan keduanya dalam satu model bisnis.
Kalau bisnismu bergerak di produksi barang, urusan distribusi biasanya jadi tahapan berikutnya yang perlu dipikirkan matang-matang. Untuk membantu meringankan biaya pengiriman pertamamu, forwarder.ai menyediakan voucher pengiriman yang bisa langsung diklaim dan dipakai saat checkout.
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


