Home / Blog / Car Carrier untuk Distribusi Kendaraan, Jenis, dan Cara Memilihnya
Car Carrier untuk Distribusi Kendaraan, Jenis, dan Cara Memilihnya

Car Carrier untuk Distribusi Kendaraan, Jenis, dan Cara Memilihnya

Mengirim satu mobil ke kota lain mungkin cukup menggunakan layanan towing. Namun, pengiriman beberapa kendaraan sekaligus membutuhkan armada yang sesuai dengan jumlah unit, rute, dan jadwal pengiriman.

Car carrier memungkinkan sejumlah mobil menempuh perjalanan bersama tanpa harus dikendarai satu per satu hingga tujuan.

Lantas, kapan layanan ini cocok digunakan dan apa saja yang perlu diperiksa sebelum kendaraan berangkat? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Car Carrier Digunakan untuk Kebutuhan Pengiriman Seperti Apa?

Car Carrier untuk Distribusi Kendaraan, Jenis, dan Cara Memilihnya (magnific)
Car Carrier untuk Distribusi Kendaraan, Jenis, dan Cara Memilihnya (magnific)

Car carrier adalah sarana angkut khusus untuk pengiriman mobil dalam kegiatan distribusi. Truk pengangkut mobil sering digunakan untuk menyalurkan unit baru dari pabrik ke dealer, memindahkan stok antarcabang, atau mengirim armada perusahaan rental.

Pengangkutan beberapa unit dalam satu perjalanan membantu mengurangi kebutuhan pengemudi untuk mengendarai setiap unit secara terpisah.

Dalam distribusi darat, car carrier menjadi salah satu bentuk armada truk kargo yang dipilih berdasarkan karakter muatan dan kebutuhan rute.

Penggunaan sarana angkut ini juga membantu mengurangi tambahan jarak tempuh mobil selama proses pengiriman. Kendaraan tidak perlu dikendarai sepanjang perjalanan sehingga angka odometer hanya bertambah saat proses pemuatan, pembongkaran, atau perpindahan jarak pendek.

Baca juga: Mengenal Truk Towing: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Car Carrier Truck dan Car Carrier Vessel: Apa Perbedaannya?

Perbedaan antara keduanya terletak pada moda transportasi dan jangkauan pengirimannya.

Car carrier truck menggunakan truk atau trailer dengan dek khusus, terkadang bertingkat, untuk membawa beberapa mobil melalui jalur darat. Jenis armadanya bisa terbuka (open carrier) atau tertutup (enclosed carrier), tergantung armada dan kebutuhan perlindungan kendaraan yang diangkut.

Sementara itu, car carrier vessel adalah kapal khusus pengangkut kendaraan, termasuk jenis Pure Car Carrier (PCC) dan Pure Car and Truck Carrier (PCTC).

Kapal ini mendukung distribusi kendaraan dalam jumlah besar melalui jalur laut sehingga perjalanan menuju dealer dapat melibatkan kapal sekaligus truk pada tahap akhir.

Penggunaan lebih dari satu moda seperti kapal dan truk merupakan bagian dari transportasi multimoda yang perlu direncanakan agar perpindahan kendaraan antarmoda tetap terkoordinasi.

Baca juga: Pengertian Vessel dalam Logistik dan Jenisnya

Kapan Car Carrier Lebih Efisien daripada Towing Satuan?

Pengiriman beberapa mobil ke tujuan yang sama biasanya lebih efisien menggunakan car carrier daripada towing satuan.

Satu armada bisa mengangkut beberapa mobil dalam satu perjalanan sehingga biaya operasional tidak perlu dihitung terpisah untuk setiap kendaraan. Namun, penghematan tersebut bergantung pada jumlah unit, rute, jadwal keberangkatan, serta biaya penjemputan dan pengantaran.

Selain biaya per kendaraan, perusahaan juga perlu melihat utilisasi armada. Kapasitas car carrier yang besar belum tentu efisien jika hanya sebagian kecil ruang angkut yang digunakan.

Layanan towing bisa menjadi pilihan yang lebih praktis untuk pengiriman satu unit, terutama jika mobil harus segera tiba atau tidak bisa berjalan sendiri.

Bandingkan total biaya per kendaraan dan waktu pengiriman, bukan sekadar tarif awal yang ditawarkan oleh penyedia jasa.

Proses Loading, Pengikatan, dan Pemeriksaan Kondisi Kendaraan

Sebelum proses pengiriman dimulai, petugas perlu memastikan setiap unit dalam kondisi baik dan siap dimuat ke armada.

Pemuatan dan pengikatan kendaraan harus dilakukan dengan benar untuk mengurangi risiko kerusakan selama perjalanan. Tahap ini merupakan bagian penting dari handling dalam logistik karena kondisi kendaraan perlu dijaga selama proses pemindahan dan pengangkutan.

Berikut tahapan yang perlu dilakukan selama proses pengiriman kendaraan:

  • Periksa kondisi bodi, kaca, ban, dan aksesori mobil, lalu dokumentasikan sebagai bukti kondisi sebelum pengiriman.
  • Naikkan kendaraan ke armada melalui ramp dengan memperhatikan jarak bagian bawah mobil dari permukaan.
  • Pastikan kendaraan berada pada posisi yang tepat, lalu pasang pengikat roda (wheel straps) dan penahan sesuai konfigurasi armada.
  • Periksa kembali posisi mobil dan kekencangan pengikat untuk memastikan kendaraan tetap aman selama perjalanan.
  • Setelah tiba di tujuan, periksa kondisi mobil sebelum penerima menandatangani dokumen serah terima.

Faktor Kapasitas, Dimensi Unit, Rute, dan Urutan Bongkar

Kapasitas sarana pengangkut tidak hanya bergantung pada luas ruang yang tersedia untuk kendaraan.

Ukuran kendaraan seperti panjang, tinggi, berat, dan ground clearance ikut memengaruhi susunan muatan serta batas kemampuan armada. Misalnya, SUV berukuran besar bisa membutuhkan ruang lebih banyak dibandingkan city car.

Rute dan urutan bongkar juga perlu masuk ke dalam perencanaan. Atur posisi mobil di atas dek sesuai urutan bongkar sehingga kendaraan yang harus turun lebih dulu mudah diakses tanpa perlu memindahkan mobil lain.

Pastikan juga titik penjemputan dan tujuan memiliki akses memadai bagi truk besar.

Car Carrier, RoRo, dan Towing: Cara Memilih Metode Distribusi

Pengiriman kendaraan tidak selalu harus menggunakan satu moda transportasi dari awal hingga tujuan.

Misalnya, untuk distribusi antarpulau, perusahaan bisa menggunakan truk menuju pelabuhan, lalu melanjutkan perjalanan dengan kapal RoRo (roll-on/roll-off). Kendaraan dapat masuk dan keluar kapal melalui ramp tanpa harus diangkat menggunakan crane.

Sementara itu, layanan towing bisa menjadi pilihan ketika perusahaan hanya perlu mengangkut satu mobil. Metode yang paling sesuai bergantung pada jumlah kendaraan, rute, dan kebutuhan pengiriman.

Berikut perbandingan ketiga pilihan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing metode:

PilihanKebutuhan yang Sesuai
Car carrier truckBeberapa mobil dalam rute darat yang searah
Kapal RoRo/car carrier vesselPengiriman melalui laut, termasuk distribusi antarpulau
Towing satuanSatu mobil, kebutuhan khusus, atau kendaraan tidak layak dikendarai

Baca juga: Kapan Harus Menggunakan Sea Freight? Ini Panduannya!

Dokumen Serah Terima dan Bukti Kondisi yang Sebaiknya Disiapkan

Perusahaan perlu melengkapi dokumen pengiriman serta mencatat kondisi kendaraan agar proses serah terima lebih mudah.

Beberapa hal yang perlu kamu persiapkan meliputi:

  • Cantumkan identitas kendaraan dalam dokumen pengiriman, meliputi nomor polisi jika ada, nomor rangka, jenis unit, serta lokasi asal dan tujuan.
  • Catat kondisi awal mobil, termasuk bodi, kaca, ban, aksesori, jumlah kunci, dan angka odometer saat kendaraan diserahkan.
  • Ambil foto kendaraan dari beberapa sisi sebagai bukti kondisi sebelum pemuatan, terutama jika terdapat goresan atau kerusakan sebelumnya.
  • Siapkan surat jalan dan berita acara serah terima yang disepakati kedua pihak, termasuk cara mencatat perbedaan kondisi saat kendaraan tiba.

Identitas kendaraan, asal-tujuan, kondisi awal, dan bukti penerimaan sebaiknya tersimpan bersama dokumen logistik terkait agar riwayat pengiriman lebih mudah ditelusuri jika muncul perbedaan kondisi saat serah terima.

Checklist Sebelum Mengirim Beberapa Kendaraan Sekaligus

Persiapan pengiriman beberapa kendaraan perlu mencakup pengecekan data setiap unit dan kapasitas armada.

Berikut checklist yang bisa membantu perusahaan mengurangi kendala saat pemuatan hingga serah terima:

  • Daftar kendaraan: cocokkan jumlah unit, tipe, dimensi, dan tujuan masing-masing.
  • Kesiapan mobil: periksa kemampuan bergerak, kondisi ban, kunci, dan aksesori.
  • Rute dan jadwal: pastikan akses lokasi, urutan bongkar, serta waktu penerimaan.
  • Pengamanan dan dokumen: konfirmasi metode pengikatan, bukti kondisi, dan pihak penerima.

Armada berkapasitas besar belum tentu menjadi pilihan paling hemat untuk setiap pengiriman kendaraan. Jumlah mobil, lokasi tujuan, dan urutan bongkar perlu diperhitungkan agar perjalanan tidak menimbulkan biaya tambahan.

Pemilihan car carrier yang sesuai membantu perusahaan memanfaatkan kapasitas angkut secara efisien. Dokumentasi kondisi kendaraan dan jadwal penerimaan yang jelas juga memudahkan proses serah terima di lokasi tujuan.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top