Home / Blog / Cara Mengenali Slow-Moving Stock dan Menanganinya
Slow-Moving Stock

Cara Mengenali Slow-Moving Stock dan Menanganinya

Tidak semua produk di gudang terjual dengan kecepatan yang sama. Ada barang yang rutin keluar untuk memenuhi pesanan, sementara produk lainnya bertahan lama meskipun persediaannya masih banyak.

Dalam pengelolaan inventaris, slow-moving stock adalah kondisi ketika penjualan atau pemakaian barang lebih rendah dari target perusahaan.

Perusahaan perlu mengantisipasi perubahan permintaan agar stok tidak menumpuk dan mengganggu perencanaan pembelian. Lalu, bagaimana cara mengenali stok lambat dan menentukan langkah penanganan yang tepat? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Kapan Barang Bisa Dikategorikan sebagai Slow-Moving Stock?

Slow-Moving Stock (magnific)
Slow-Moving Stock (magnific)

Slow-moving stock adalah kondisi ketika suatu produk membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual dibandingkan perkiraan awal.

Sebagai contoh, produk yang biasanya terjual puluhan unit per bulan kini hanya keluar beberapa unit. Meski begitu, setiap jenis barang bisa memiliki periode evaluasi berbeda untuk menentukan apakah stoknya bergerak lambat.

Suku cadang mesin tertentu mungkin jarang terjual, tetapi persediaannya tetap harus ada saat pelanggan membutuhkannya. Oleh karena itu, penentuan kategori stok lambat harus mempertimbangkan riwayat permintaan, karakter produk, dan target persediaan masing-masing.

Data yang Membantu Mengidentifikasi Pergerakan Stok Lambat

Jumlah stok saja belum cukup untuk mengetahui apakah suatu produk bergerak lambat. Tim gudang dan pengadaan perlu memeriksa riwayat penjualan, catatan barang masuk dan keluar, serta sisa persediaan setiap SKU (stock keeping unit).

Perbandingan dengan periode sebelumnya membantu perusahaan mengenali penurunan permintaan.

Untuk melihat seberapa cepat stok berputar, perusahaan bisa menggunakan tiga indikator berikut:

Inventory Aging, Days on Hand, dan Frekuensi Transaksi

Ketiga indikator ini memberikan informasi berbeda tentang pergerakan persediaan:

  • Inventory aging menunjukkan berapa lama barang tersimpan di gudang berdasarkan riwayat penerimaannya.
  • Days on hand (DOH) memperkirakan berapa lama persediaan mampu memenuhi kebutuhan berdasarkan rata-rata penjualan atau pemakaian harian.
  • Frekuensi transaksi menunjukkan seberapa sering suatu SKU mengalami penjualan atau pengeluaran selama periode tertentu.

Misalnya, gudang memiliki 120 unit produk dengan rata-rata penjualan empat unit per hari. Perkiraan DOH mencapai 30 hari.

Namun, angka tersebut belum otomatis menunjukkan stok lambat karena perusahaan tetap harus membandingkannya dengan pola permintaan produk.

Baca juga: Arti Stock Opname, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Slow-Moving Stock, Dead Stock, dan Overstock: Bedanya di Mana?

Ketiga istilah ini sering muncul dalam evaluasi inventaris, tetapi menggambarkan kondisi berbeda. Perbedaannya terletak pada aktivitas penjualan dan perbandingan jumlah persediaan dengan kebutuhan.

KategoriCiri Utama
Slow-moving stockBarang masih terjual atau digunakan, tetapi perputarannya lebih lambat dari perkiraan.
Dead stockBarang tidak lagi terjual atau digunakan dalam waktu lama dan kecil kemungkinan bergerak melalui aktivitas normal.
OverstockPersediaan melebihi kebutuhan, meskipun produknya masih memiliki permintaan tinggi.

Produk dengan penjualan tinggi pun bisa mengalami overstock jika jumlah persediaannya melebihi kebutuhan. Sementara itu, barang yang jarang terjual belum tentu termasuk dead stock selama masih memiliki permintaan.

Penyebab Stok Bergerak Lebih Lambat dari Rencana

Perlambatan penjualan tidak selalu berkaitan dengan kualitas produk. Perubahan kebutuhan pelanggan dan keputusan perusahaan dalam merencanakan pembelian juga memengaruhi perputaran stok.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan persediaan lebih lama tersimpan di gudang, antara lain:

  • Perkiraan permintaan terlalu tinggi membuat perusahaan membeli lebih banyak barang daripada jumlah yang sebenarnya dibutuhkan.
  • Perubahan tren atau munculnya model baru membuat minat pelanggan terhadap produk sebelumnya menurun.
  • Harga kurang kompetitif atau promosi yang kurang efektif dapat membuat produk kalah bersaing dengan pilihan lain.
  • Permintaan musiman menyebabkan penjualan menurun setelah periode tertentu berakhir sehingga sisa persediaan membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual.

Sebelum menentukan langkah penanganan, perusahaan perlu mengetahui penyebab utama lambatnya penjualan setiap produk.

Dampaknya pada Ruang Gudang, Cash Flow, dan Biaya Penyimpanan

Stok yang terlalu lama tersimpan bisa menghabiskan ruang gudang dan mengurangi kapasitas untuk produk yang lebih laris.

Perusahaan juga harus menanggung biaya penyimpanan atau holding cost, penanganan, dan pengawasan selama persediaan belum keluar.

Sementara itu, dari sisi cash flow, modal pembelian masih tertahan karena barang belum menghasilkan penjualan. Semakin lama produk tersimpan, makin besar pula risiko kerusakan, kedaluwarsa, atau penurunan nilai untuk jenis persediaan tertentu.

Kondisi ini dapat membatasi kemampuan perusahaan membeli barang lain yang justru lebih dibutuhkan pelanggan.

Strategi Mengeluarkan Slow-Moving Stock tanpa Mengacaukan Margin

Memberikan diskon dalam jumlah besar bukan satu-satunya cara mengurangi persediaan lambat. Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan penyebab penurunan penjualan dan biaya setiap tindakan sebelum menentukan strategi.

Beberapa pilihan yang bisa diterapkan di antaranya:

  • Perbaiki penawaran produk melalui penempatan yang lebih terlihat, informasi produk yang lebih jelas, atau kanal penjualan yang sesuai.
  • Buat paket bundling dengan produk pelengkap untuk meningkatkan daya tarik pembelian.
  • Pindahkan stok antarcabang jika permintaan di lokasi lain lebih tinggi dan biaya transfer masih sepadan.
  • Berikan diskon bertahap dengan memperhitungkan margin setelah potongan harga dan biaya penjualan.
  • Tunda pembelian ulang agar jumlah persediaan tidak terus bertambah sebelum stok lama berkurang.

Untuk barang musiman, menunggu periode permintaan berikutnya juga bisa menjadi pilihan selama biaya penyimpanan dan risiko penurunan nilainya masih terkendali.

Baca juga: Apa Itu FIFO? Pengertian dan Penerapannya di Gudang

Cara Mencegah SKU Baru Menjadi Stok Lambat

Saat memperkenalkan produk baru, perusahaan sebaiknya memulai pembelian dalam jumlah terbatas untuk melihat respons pasar. Pantau penjualan setiap SKU sejak awal, kemudian sesuaikan pesanan berikutnya dengan permintaan aktual.

Cara ini membantu tim pengadaan menghindari penumpukan akibat perkiraan penjualan yang terlalu tinggi.

Pemantauan data persediaan melalui sistem pengelolaan gudang juga dapat membantu tim melihat kondisi dan pergerakan inventaris secara lebih terstruktur.

Pertimbangkan pula waktu tunggu pemasok, batas minimum pembelian, dan rencana promosi sebelum melakukan restock.

Jika pola permintaan belum stabil, pembelian bertahap dapat mengurangi risiko kelebihan persediaan tanpa harus mengorbankan ketersediaan produk.

Baca juga: Reorder Point & Cara Hitungnya untuk Hindari Kekurangan Stock

Slow-moving stock adalah kondisi yang menunjukkan perlunya evaluasi terhadap jumlah persediaan dan permintaan aktual, bukan selalu tanda bahwa suatu produk gagal terjual.

Barang dengan perputaran rendah masih bisa memiliki nilai bagi bisnis, terutama jika permintaannya bersifat musiman atau hanya muncul pada waktu tertentu.

Tantangannya adalah menentukan kapan stok masih layak dipertahankan dan kapan perusahaan perlu menguranginya. Dengan mempertimbangkan biaya penyimpanan, peluang penjualan, dan margin, tim pengadaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat tanpa terburu-buru menghabiskan persediaan.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top