Home / Blog / Pengertian Ground Handling Kargo dan Proses Penanganannya di Bandara
Ground Handling Kargo

Pengertian Ground Handling Kargo dan Proses Penanganannya di Bandara

Saat barang tiba di terminal kargo bandara, petugas akan mencocokkan dokumen dan memeriksa kondisi kemasannya terlebih dahulu. Setelah melewati pemeriksaan keamanan, muatan disiapkan lalu dibawa menuju pesawat sesuai jadwal keberangkatan.

Dalam pengiriman udara atau air freight, ground handling adalah layanan darat yang mencakup rangkaian proses tersebut, termasuk penanganan kargo setelah pesawat tiba di bandara tujuan.

Lalu, bagaimana proses penanganan kargo di bandara berlangsung? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Ruang Lingkup Ground Handling untuk Kargo Udara

Ground Handling Kargo (magnific)
Ground Handling Kargo (magnific)

Ground handling adalah layanan darat yang mencakup penerimaan barang di terminal, pemeriksaan, penyimpanan sementara, hingga proses pemuatan dan pembongkaran kargo di bandara.

Sebagian pekerjaan berlangsung di terminal kargo, sedangkan pemuatan dan pembongkaran melibatkan petugas di area pesawat.

Istilah ini juga mencakup layanan penumpang dan operasional pesawat, tetapi dalam logistik, fokusnya lebih mengarah pada proses penanganan kargo di bandara.

Setiap prosesnya mengikuti ketentuan maskapai, terminal kargo, dan keamanan penerbangan sehingga detail pelaksanaannya bisa berbeda di setiap bandara.

Baca juga: Pesawat Kargo: Pengertian, Jenis, dan Peran Pentingnya

Alur Kargo Keberangkatan dari Acceptance hingga Aircraft Loading

Sebelum berangkat, petugas harus memastikan barang siap mengikuti penerbangan sesuai jadwal. Prosesnya melibatkan beberapa tahap yang saling berkaitan, mulai dari penerimaan hingga pemuatan.

Berikut gambaran alur keberangkatan kargo udara:

  1. Penerimaan (acceptance): petugas mencocokkan barang yang tiba dengan data pemesanan dan dokumen pengiriman.
  2. Pemeriksaan dan persiapan: tim memastikan persyaratan keamanan terpenuhi, kemudian mengelompokkan muatan sesuai penerbangan dan kebutuhan penanganannya.
  3. Pengiriman menuju pesawat: petugas memindahkan muatan menggunakan peralatan darat yang sesuai.
  4. Pemuatan (aircraft loading): kargo masuk ke pesawat mengikuti instruksi pemuatan dan pengaturan keseimbangan.

Kargo yang belum memenuhi persyaratan hingga batas waktu penerimaan berisiko tidak bisa diberangkatkan sesuai jadwal.

Security Check, Dokumen, dan Pemeriksaan Integritas Kargo

Security check bertujuan mencegah barang yang mengancam keamanan penerbangan masuk ke pesawat. Pemeriksaan bisa menggunakan sinar-X atau metode lain sesuai ketentuan, sementara petugas juga mencocokkan dokumen dengan kondisi fisik barang.

Salah satu dokumen utamanya adalah Airway Bill (AWB) yang memuat informasi pengangkutan udara, termasuk detail pengirim, tujuan, dan rincian barang.

Petugas perlu memastikan jumlah koli atau satuan kemasan, label, serta berat muatan sesuai dengan yang tertera di dokumen. Kemasan yang sobek, bocor, atau segelnya rusak juga membutuhkan tindak lanjut sebelum diproses lebih lanjut.

Build-Up ULD dan Persiapan Muatan untuk Penerbangan

Untuk penerbangan yang menggunakan Unit Load Device (ULD), petugas menyusun barang ke dalam kontainer atau palet khusus pesawat. Proses ini disebut build-up, dengan mempertimbangkan berat, dimensi, serta kapasitas perangkat tersebut.

Barang berat umumnya ditempatkan pada bagian bawah, sedangkan jaring atau pengikat membantu menjaga susunan agar tidak bergeser.

Petugas juga memeriksa kondisi ULD sebelum membawanya menuju pesawat. Namun, tidak semua armada menggunakan ULD karena beberapa jenis pesawat memuat barang satu per satu ke kompartemen kargo.

Alur Kargo Kedatangan dari Unloading hingga Handover

Setelah pesawat mendarat, petugas menurunkan muatan (unloading) dan membawanya menuju terminal kedatangan. Mereka mencocokkan jumlah koli serta kondisi kiriman dengan catatan penerbangan sebelum melanjutkan proses administrasi.

Jika ada kerusakan atau selisih jumlah barang, petugas perlu mencatat temuan tersebut untuk ditindaklanjuti.

Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, pihak terminal akan menyerahkan kargo melalui proses handover kepada penerima atau agen yang berwenang.

Untuk pengiriman internasional, proses kepabeanan juga memengaruhi waktu kargo keluar dari bandara.

Penanganan Khusus untuk Dangerous Goods dan Temperature-Sensitive Cargo

Dangerous goods membutuhkan pemeriksaan khusus karena sebagian bahan berisiko menyebabkan kebakaran, kebocoran, atau reaksi kimia.

Petugas akan memeriksa jenis barang berbahaya serta memastikan kemasan, label, dan dokumennya sudah sesuai dengan ketentuan pengiriman udara. Beberapa jenis barang berbahaya memiliki batas pengangkutan dan tidak bisa dibawa oleh semua pesawat.

Sementara itu, temperature-sensitive cargo, seperti obat tertentu, membutuhkan pengendalian suhu selama penanganan darat di bandara.

Petugas harus memperhatikan tempat penyimpanan dan lamanya barang berada di luar fasilitas dengan suhu terkendali. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan penerapan cold chain logistics agar suhu barang tetap terjaga sepanjang proses distribusi.

Pengirim sebaiknya menyampaikan kebutuhan khusus sejak pemesanan layanan agar penyedia jasa dapat menyiapkan fasilitas yang sesuai.

Baca juga: Pengertian Cold Storage, Jenis Suhu, dan Fungsinya

Pihak yang Terlibat dan Titik Serah Tanggung Jawab

Penanganan kargo melibatkan beberapa pihak dengan perannya masing-masing. Pencatatan setiap perpindahan muatan membantu perusahaan mengetahui pihak yang menangani kargo pada setiap tahap.

Berikut peran masing-masing pihak yang terlibat dalam pengiriman barang:

PihakPeran dalam Pengiriman
Pengirim atau freight forwarderMenyiapkan barang, dokumen, dan penyerahan awal sesuai pengaturan pengiriman
Petugas terminal kargoMenerima, memeriksa, menyimpan, dan mencatat perpindahan fisik barang
Maskapai dan tim rampMengatur pengangkutan serta menjalankan pemuatan dan pembongkaran sesuai kewenangan masing-masing
Agen atau penerima tujuanMengurus pengambilan setelah persyaratan pelepasan barang terpenuhi

Catatan jumlah koli, kondisi kemasan, dan waktu serah terima membantu menelusuri masalah saat barang berpindah tangan. Adapun pembagian tanggung jawab tetap mengikuti kontrak serta prosedur operasional yang berlaku.

Baca juga: Jenis-Jenis Freight Forwarding dan Fungsinya

Dampak Ground Handling terhadap Waktu Transit dan Kondisi Barang

Kelancaran proses ground handling turut memengaruhi ketepatan jadwal pengiriman hingga kondisi barang saat tiba di tujuan. Pengaruhnya dapat terlihat dari beberapa aspek berikut:

  1. Ketepatan jadwal keberangkatan dipengaruhi oleh kelancaran pemeriksaan dokumen dan persiapan muatan agar kargo bisa mengikuti penerbangan sesuai jadwal.
  2. Durasi transit di bandara bergantung pada kelancaran proses pemeriksaan dan serah terima sebelum kargo melanjutkan perjalanan.
  3. Kondisi barang saat tiba di tujuan turut dipengaruhi oleh penanganan yang hati-hati untuk mencegah kerusakan serta pengendalian suhu yang sesuai untuk menjaga kualitas produk sensitif.

Pengiriman udara sering dianggap lebih efisien dari segi waktu karena pesawat mampu menempuh jarak jauh dalam waktu singkat. Namun, waktu pengiriman tetap bisa bertambah jika barang terlalu lama menunggu proses pemeriksaan atau serah terima di bandara.

Waktu penanganan tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu diperhitungkan ketika perusahaan mengevaluasi lead time pengiriman.

Keterlambatan bahkan bisa memengaruhi jadwal distribusi berikutnya, terutama jika barang masih harus dikirim ke gudang atau alamat pelanggan.

Sebelum menentukan jadwal pengiriman, perusahaan sebaiknya memastikan dokumen, kemasan, dan kebutuhan penanganan khusus sudah sesuai.

Dalam perencanaan pengiriman udara, ground handling adalah salah satu aspek yang perlu diperhitungkan agar perusahaan bisa memperkirakan waktu pengiriman secara realistis dan menjaga kondisi barang hingga tiba di tujuan.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top