Saat stok di gudang sudah tersusun rapi, terkadang petugas masih harus memindahkan beberapa palet untuk mengambil satu pesanan. Proses pengambilan barang makin sulit ketika forklift harus bermanuver di antara rak dengan jarak yang terlalu sempit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa rak gudang bukan sekadar tempat menyimpan barang. Pemilihannya juga perlu mempertimbangkan kemudahan akses dan keamanan saat muatan dipindahkan.
Lalu, model seperti apa yang cocok untuk kebutuhan bisnismu? Yuk, pahami cara memilihnya dalam artikel berikut!
Mulai dari Barang dan Alur Kerja, Bukan dari Bentuk Rak

Sebelum menentukan model rak gudang, periksa karakteristik stok serta alur operasional di lapangan. Produk berukuran kecil yang diambil satuan tentu membutuhkan akses berbeda dari bahan baku berbentuk palet.
Perhatikan ukuran kemasan, berat barang, variasi produk yang disimpan, serta frekuensi pengambilannya.
Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan alur pergerakan barang, mulai dari penerimaan, putaway atau penempatan barang, hingga pengiriman.
Sebagai contoh, model dengan kapasitas penyimpanan besar belum tentu cocok untuk barang yang harus sering diambil satu per satu. Perusahaan perlu memastikan model rak mendukung aktivitas tersebut tanpa menyulitkan petugas saat mengambil atau memindahkan barang.
Baca juga: Stacking di Gudang: Cara Menata Barang agar Aman dan Mudah Diakses
Jenis Rak Gudang dan Kegunaan Utamanya
Setiap jenis rak gudang memiliki karakteristik dan kegunaan berbeda. Beberapa rak memungkinkan petugas mengakses setiap palet secara langsung, sementara yang lain lebih mengutamakan kapasitas penyimpanan.
Perbedaan tersebut menentukan kebutuhan ruang, kemudahan pengambilan produk, serta jenis alat angkut yang digunakan.
Berikut beberapa pilihan rak yang umum ditemui dalam operasional gudang:
Selective Pallet Rack dan Drive-In
Selective pallet rack memungkinkan operator forklift menjangkau palet yang dibutuhkan secara langsung. Kemudahan akses ini cocok untuk banyak SKU, terutama jika barang sering keluar masuk.
Petugas juga lebih leluasa memilih palet berdasarkan kebutuhan pesanan maupun urutan rotasi stok. Namun, penggunaannya membutuhkan lorong antarrak sehingga kapasitas penyimpanannya cenderung terbatas.
Berbeda dengan selective pallet rack, model drive-in memungkinkan forklift masuk ke jalur penyimpanan untuk menempatkan palet secara berurutan.
Model ini cocok untuk menyimpan stok sejenis dalam jumlah besar. Meski kapasitas penyimpanannya lebih besar, akses ke palet di bagian dalam menjadi terbatas.
Jika forklift hanya bisa mengambil produk dari satu sisi, pengambilannya umumnya mengikuti prinsip LIFO (last in, first out). Artinya, barang yang masuk terakhir akan keluar terlebih dahulu.
Shelving, Medium Duty, dan Heavy Duty
Shelving adalah model bertingkat yang memudahkan penyimpanan karton, suku cadang, atau produk berukuran kecil. Susunannya memudahkan petugas menjangkau dan mengambil produk secara manual.
Sementara itu, istilah medium duty dan heavy duty mengacu pada kapasitas beban, bukan bentuk penyimpanan tertentu. Medium duty umumnya digunakan untuk muatan sedang, sedangkan heavy duty dirancang untuk menopang beban lebih berat.
Meski begitu, kapasitas setiap kategori bisa berbeda antarprodusen sehingga perusahaan tetap perlu memeriksa spesifikasi dari masing-masing produk.
Perhatikan kapasitas beban setiap tingkat rak dan sesuaikan dengan berat produk yang akan disimpan. Pemeriksaan ini membantu perusahaan memilih kapasitas yang sesuai tanpa mengabaikan keamanan barang.
Cantilever untuk Barang Panjang
Pipa, profil besi, dan papan kayu sering sulit disimpan pada rak palet biasa. Rak cantilever menggunakan lengan horizontal yang menonjol dari tiang utama sehingga barang panjang lebih mudah diletakkan atau diambil dari bagian depan.
Panjang lengan, jarak penyangga, dan distribusi berat harus sesuai dengan karakteristik material. Perhatikan posisi dan kestabilan muatan agar produk tidak mudah bergeser atau jatuh.
Cara Membaca Kapasitas Beban Rak dengan Aman
Angka kapasitas yang tercantum pada label rak tidak selalu menunjukkan batas beban keseluruhan. Setiap produsen bisa menggunakan satuan dan ketentuan berbeda, tergantung desain serta susunan penyimpanannya.
Agar tidak salah membaca spesifikasi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Periksa satuan kapasitas untuk mengetahui apakah batas beban berlaku per tingkat, pasangan balok penyangga, atau keseluruhan struktur.
- Hitung berat total muatan dengan memasukkan bobot barang beserta palet atau wadahnya agar tidak melebihi kapasitas yang ditetapkan.
- Perhatikan distribusi beban karena kapasitas 800 kg untuk beban merata bukan berarti seluruh berat tersebut boleh bertumpu pada satu titik.
- Ikuti ketentuan pemasangan sesuai spesifikasi produsen, termasuk posisi balok dan susunan penyimpanan yang dapat memengaruhi kapasitasnya.
Pemeriksaan tidak berhenti pada angka kapasitas saja. Petugas perlu mengecek kondisi tiang, balok, dan sambungan secara berkala, terutama jika struktur pernah terkena benturan forklift.
Jika ditemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan, hentikan penggunaan bagian terkait sampai petugas yang kompeten memastikan keamanannya.
Pengaruh SKU, FIFO/FEFO, dan Frekuensi Picking terhadap Pilihan Rak
Setiap jenis atau varian produk dalam persediaan memiliki kode identifikasi yang disebut SKU (stock keeping unit). Semakin beragam produknya, semakin mudah pula akses pengambilan yang perlu disediakan.
Perhatikan juga frekuensi picking, yaitu seberapa sering petugas mengambil barang untuk memenuhi pesanan. Produk yang paling sering keluar sebaiknya berada di lokasi yang mudah dijangkau.
Metode rotasi stok turut menentukan bagaimana perusahaan menata dan mengambil barang di gudang. Tujuannya agar petugas mengikuti urutan pengeluaran produk yang sesuai dengan karakteristiknya.
Misalnya, FIFO (first in, first out) mengutamakan barang yang masuk lebih awal, sedangkan FEFO (first expired, first out) mendahulukan produk dengan tanggal kedaluwarsa terdekat.
Pemilihan rak perlu mendukung urutan pengambilan tersebut. Sebagai contoh, selective pallet rack memudahkan petugas mengambil produk sesuai urutan FIFO atau FEFO. Sementara itu, model drive-in dengan akses satu sisi lebih terbatas karena barang di bagian belakang sulit dijangkau.
Baca juga: Metode FIFO: Cara Kerja dan Contoh Penerapannya
Hubungan Rak, Lebar Aisle, dan Jenis Material Handling
Aisle adalah lorong di antara rak gudang yang dilalui pekerja dan alat pemindah barang. Lebarnya perlu disesuaikan dengan dimensi forklift, ukuran palet, serta ruang yang dibutuhkan untuk berbelok dan mengangkat muatan.
Menambah baris rak dengan mempersempit lorong bisa membuat pekerjaan melambat atau meningkatkan risiko benturan. Ketinggian rak juga harus sesuai dengan kemampuan angkat peralatan dan kondisi bangunan, termasuk jarak aman dari instalasi di atasnya.
Hand pallet memindahkan palet di lantai, sedangkan reach truck menjangkau penyimpanan bertingkat. Kebutuhan ruang keduanya berbeda sehingga tata letak harus mengikuti spesifikasi alat yang benar-benar digunakan.
Secara lebih luas, pemilihan alat, rak, dan jalur perpindahan merupakan bagian dari handling barang dalam operasional logistik. Pastikan petugas memiliki ruang yang cukup untuk mengambil dan memindahkan barang tanpa menghalangi aktivitas bongkar muat.
Baca juga: Warehouse Management System (WMS): Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Checklist Data Sebelum Membeli atau Mengubah Sistem Racking
Sebelum meminta penawaran, siapkan data agar pemasok dapat mengusulkan konfigurasi yang sesuai. Data awal ini juga membantu perusahaan membandingkan solusi berdasarkan fungsi dan keselamatan, bukan harga satuan saja.
- Karakteristik barang: dimensi, berat termasuk palet, bentuk kemasan, dan kebutuhan penanganan khusus.
- Profil stok: jumlah SKU, volume persediaan, serta pola FIFO atau FEFO.
- Aktivitas gudang: frekuensi picking, arus barang masuk-keluar, dan kebutuhan akses langsung.
- Kondisi fasilitas: ukuran ruang, tinggi efektif, kekuatan lantai, serta hambatan bangunan.
- Peralatan kerja: jenis forklift, kapasitas angkat, dan kebutuhan lebar lorong.
Mintalah gambar tata letak, rincian kapasitas setiap tingkat, dan petunjuk pemasangan sebelum menyetujui pembelian.
Jika sudah ada rak lama, periksa apakah kondisinya masih layak dan apakah perubahan konfigurasi membutuhkan evaluasi teknis. Langkah ini mengurangi risiko pembelian model yang tidak cocok dengan operasional.
Pemilihan rak gudang bukan sekadar keputusan untuk menambah kapasitas penyimpanan. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan bagaimana pilihan tersebut memengaruhi kecepatan pengambilan barang, penggunaan alat angkut, hingga keselamatan pekerja.
Kesalahan menentukan model bisa menimbulkan kendala operasional yang justru membutuhkan biaya tambahan untuk memperbaikinya.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



