Home / Blog / Stacking di Gudang: Cara Menata Barang agar Aman dan Mudah Diakses
Stacking Gudang untuk Penataan Barang yang Aman

Stacking di Gudang: Cara Menata Barang agar Aman dan Mudah Diakses

Gudang logistik yang penuh dan terlihat rapi belum tentu menggunakan seluruh ruang penyimpanannya secara optimal. Stacking adalah salah satu teknik penyusunan muatan secara bertumpuk agar ruang penyimpanan tetap rapi dan mudah diakses.

Teknik ini juga membantu menjaga kestabilan tumpukan agar barang tidak mudah rusak saat disimpan. Meskipun terlihat sederhana, penataan yang kurang tepat bisa mengganggu kelancaran operasional gudang.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan agar tumpukan barang tetap aman dan mudah dijangkau? Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Pengertian Stacking dalam Operasional Gudang

Stacking Gudang untuk Penataan Barang yang Aman (magnific)
Stacking Gudang untuk Penataan Barang yang Aman (magnific)

Stacking adalah proses menumpuk barang dengan mengatur posisi dan pola susunannya berdasarkan ukuran, berat, serta karakteristik kemasan. Dalam praktiknya, teknik ini bisa diterapkan pada berbagai jenis muatan seperti kardus, karung, atau produk kemasan lainnya.

Barang bisa ditumpuk di area lantai, menggunakan pallet sebagai alas, ataupun ditempatkan pada rak penyimpanan.

Pemilihan metode penumpukan perlu menyesuaikan jenis produk dan fasilitas gudang yang tersedia. Untuk membantu pekerjaan tersebut, tim gudang bisa menggunakan alat seperti stacker dan forklift.

Berbeda dengan stacking yang merujuk pada aktivitas penumpukan barang, stacker merupakan alat yang membantu pekerja mengangkat dan menyusun muatan, terutama yang berada di atas pallet.

Baca juga: SOP Gudang: Fungsi, Langkah, dan Tips Penerapannya

Prinsip Penumpukan Barang yang Stabil dan Aman

Meskipun tersusun rapi, tumpukan muatan belum tentu aman saat diambil atau dipindahkan. Tumpukan bisa menjadi tidak stabil akibat distribusi berat yang kurang merata, kemasan ringkih, dan alas yang rusak.

Untuk mengurangi risikonya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menumpuk barang.

Distribusi Berat, Tinggi Tumpukan, dan Kondisi Kemasan

Tempatkan barang yang lebih berat di bagian bawah selama kemasannya memang mampu menopang beban tersebut. Distribusikan berat secara merata agar tumpukan tidak condong ke satu sisi.

Periksa kardus paling bawah karena bagian inilah yang menerima tekanan terbesar dari lapisan di atasnya.

Jika kemasan mulai penyok, basah, atau robek, hentikan penumpukan dan periksa kondisinya terlebih dahulu. Kemasan yang rusak mungkin tidak lagi mampu menopang beban muatan di atasnya sehingga berisiko roboh.

Selain kondisi kemasan, tinggi tumpukan juga perlu mengikuti petunjuk produk serta kapasitas alat yang digunakan untuk menangani barang. Dengan begitu, pekerja bisa mengambil atau memindahkan muatan tanpa membuat tumpukan bergeser atau roboh.

Overhang, Interlocking, dan Penggunaan Pallet

Overhang terjadi ketika muatan menjorok melewati tepi pallet sehingga sebagian kemasan tidak tertopang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan produk saat pallet dipindahkan.

Untuk mencegahnya, sesuaikan susunan barang dengan ukuran dan luas permukaan pallet.

Sementara itu, interlocking adalah pola penyusunan kardus secara selang-seling menyerupai susunan batu bata. Pola ini dapat membantu tumpukan menjadi lebih stabil, meskipun penggunaannya tetap perlu mempertimbangkan kemampuan kardus menahan beban.

Pastikan juga pallet dalam kondisi baik serta gunakan pembungkus atau pengikat bila diperlukan agar muatan tidak mudah bergeser saat dipindahkan.

Baca juga: Pengertian Hand Pallet dan Perannya dalam Pengiriman Barang

Floor Stacking dan Pallet Racking: Kapan Digunakan?

Ada dua pendekatan yang umum digunakan di gudang, yaitu floor stacking dan pallet racking.

Floor stacking menempatkan tumpukan di area lantai tanpa rak, meskipun barang tetap bisa memakai pallet sebagai alas. Sebaliknya, pallet racking menggunakan rak bertingkat untuk menyimpan produk sehingga setiap muatan memiliki tempat tersendiri tanpa harus ditumpuk langsung di atas muatan lainnya.

Pemilihannya bergantung pada jenis stok, frekuensi pengambilan, dan kebutuhan akses. Berikut perbandingannya:

AspekFloor StackingPallet Racking
PenempatanBlok di lantai gudangRak penyimpanan bertingkat
Cocok untukStok seragam dan stabilStok beragam yang sering diakses
Akses barangTumpukan belakang bisa terhalangBarang lebih mudah diambil dari rak

Penempatan barang tersebut juga berkaitan dengan proses putaway, yaitu pemindahan barang yang sudah diterima menuju lokasi penyimpanan yang sesuai. Penentuan lokasi yang tepat membantu mencegah barang menumpuk di area yang menyulitkan akses berikutnya.

Faktor yang Menentukan Batas Tumpukan Barang

Setiap jenis barang memiliki batas penumpukan yang berbeda, tergantung berat dan ketahanan kemasannya. Misalnya, kardus berisi produk pecah belah membutuhkan penanganan lebih hati-hati dibandingkan produk dengan kemasan yang lebih kokoh.

Oleh karena itu, tim gudang perlu memperhatikan beberapa faktor berikut sebelum menentukan tinggi tumpukan:

  • Berat dan kekuatan kemasan: periksa batas tekanan atau jumlah lapisan menurut pemasok.
  • Kondisi pallet dan lantai: pastikan alas stabil serta mampu menerima total beban.
  • Kapasitas rak dan alat angkut: ikuti batas beban dan petunjuk penggunaan peralatan.
  • Lingkungan penyimpanan: perhatikan kelembapan, suhu, dan karakter khusus produk.

Kesalahan Stacking yang Mengganggu Picking dan Keselamatan

Stacking yang buruk bukan hanya berisiko membuat muatan roboh. Susunan yang terlalu rapat juga bisa mengganggu picking, yaitu proses pengambilan stok untuk memenuhi pesanan.

Jika pallet yang akan dikirim terhalang tumpukan lain, operator harus memindahkan barang terlebih dahulu. Akibatnya, proses pengambilan menjadi lebih lama dan risiko benturan antarmuatan meningkat.

Masalah serupa muncul ketika label produk menghadap ke dalam, kardus di bagian bawah penyok akibat beban tumpukan, atau pallet diletakkan di jalur forklift.

Hindari pula tumpukan yang menghalangi pintu darurat dan akses keselamatan. Perusahaan perlu memastikan muatan mudah dikenali serta dapat diambil tanpa mengganggu kestabilan stok di sekitarnya.

Pada gudang dengan banyak SKU dan lokasi penyimpanan, Warehouse Management System (WMS) dapat membantu mencatat lokasi barang sehingga operator lebih mudah mengetahui area penyimpanan yang harus dituju.

Checklist Stacking Sebelum Barang Disimpan atau Dikirim

Sebelum menata barang, lakukan pemeriksaan singkat terhadap muatan dan area penyimpanan. Pemeriksaan ini juga berguna ketika pallet akan masuk kendaraan karena perpindahan bisa mengubah posisi kemasan.

Kamu bisa menggunakan checklist sederhana di bawah ini sebagai acuan kerja:

  • Periksa berat, kondisi kemasan, dan petunjuk penumpukan produk.
  • Pastikan pallet, lantai, atau rak mampu menahan beban.
  • Susun barang secara stabil tanpa tonjolan yang berisiko.
  • Pastikan label mudah terbaca dan stok dapat dijangkau.
  • Bebaskan jalur pekerja, forklift, dan pintu darurat.
  • Periksa kembali kestabilan serta pengikat muatan sebelum dipindahkan.

Jika susunan pallet miring atau rusak, jangan pindahkan barang sebelum menggantinya atau menyusun ulang muatan agar stabil. Barang dengan kebutuhan khusus tetap harus mengikuti prosedur penanganan masing-masing.

Baca juga: Metode Inventory Control dalam Pengelolaan dan Tujuannya

Menata barang di gudang bukan hanya soal memastikan semua stok mendapatkan tempat. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan apakah susunannya memudahkan pekerja saat mengambil pesanan dan cukup aman untuk penyimpanan jangka panjang.

Apalagi jika gudang menyimpan berbagai jenis produk, penataan yang kurang tepat bisa memperlambat proses pengambilan stok.

Penerapan teknik stacking adalah salah satu langkah untuk mencapai keseimbangan tersebut. Ketika barang tersusun dengan tepat, tim gudang bisa bekerja lebih efektif tanpa harus terus membongkar tumpukan atau menghadapi risiko kerusakan yang sebenarnya dapat dicegah.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top