Home / Blog / Truk Gandeng, Cara Kerja, Perbedaan dengan Semi-Trailer, dan Penggunaannya
Truk Gandeng, Cara Kerja, Perbedaan dengan Semi-Trailer, dan Penggunaannya

Truk Gandeng, Cara Kerja, Perbedaan dengan Semi-Trailer, dan Penggunaannya

Kebutuhan ruang angkut dapat meningkat seiring bertambahnya volume barang yang perlu dikirim dalam satu perjalanan. Salah satu pilihan armada untuk kebutuhan tersebut adalah truk gandeng, yaitu kendaraan penarik yang membawa satu unit kereta gandengan di belakangnya.

Gandengan memiliki sistem roda sendiri yang menopang bebannya. Konfigurasi ini dapat digunakan untuk membawa barang dalam volume besar, tetapi pemilihannya tetap perlu mempertimbangkan berat muatan, dimensi kendaraan, jumlah sumbu, kondisi rute, serta ruang yang tersedia untuk bermanuver.

Yuk, kita bahas cara kerja, perbedaannya dengan semi-trailer, hingga pertimbangan sebelum menggunakan truk gandeng dalam artikel ini!

Mengenal Truk Gandeng atau Full Trailer

Truk Gandeng, Cara Kerja, Perbedaan dengan Semi-Trailer, dan Penggunaannya (magnific)
Truk Gandeng, Cara Kerja, Perbedaan dengan Semi-Trailer, dan Penggunaannya (magnific)

Truk gandeng merupakan rangkaian yang terdiri dari kendaraan bermotor penarik dan kereta gandengan. Dalam konfigurasi ini, seluruh beban kereta gandengan ditumpu oleh gandengan itu sendiri, sedangkan kendaraan di bagian depan berfungsi menarik rangkaian.

Dalam penggunaan teknis, konfigurasi gandengan seperti ini juga dikenal sebagai full trailer. Sambungan antara kendaraan penarik dan gandengan dapat menggunakan sistem penggandengan seperti drawbar sesuai konstruksi unit.

Kapasitas aktual setiap rangkaian tidak dapat ditentukan hanya dari bentuk gandengannya. Jumlah dan konfigurasi sumbu, spesifikasi kendaraan, dimensi, serta batas berat kendaraan tetap perlu diperiksa sebelum menentukan jumlah muatan.

Karena itu, truk gandeng sebaiknya dipilih sebagai bagian dari kebutuhan truk kargo secara keseluruhan, bukan hanya karena terlihat memiliki ruang angkut yang lebih besar.

Baca juga: 7 Jenis Truk Kontainer di Indonesia, Kapasitas Legal, dan Cara Memilihnya

Cara Kerja Sistem Gandengan dan Distribusi Beban

Pada truk gandeng, kendaraan utama menghasilkan tenaga untuk menarik rangkaian. Kereta gandengan mengikuti kendaraan penarik melalui sistem penggandengan, sedangkan sumbu dan roda pada gandengan menopang beban yang dibawanya.

Ada tiga bagian utama yang berperan dalam sistem tersebut:

  • Kendaraan penarik menghasilkan tenaga untuk menggerakkan rangkaian.
  • Drawbar atau sistem penggandengan menghubungkan kendaraan penarik dengan kereta gandengan.
  • Sumbu dan roda gandengan menopang berat gandengan beserta muatannya.

Meskipun gandengan menopang bebannya melalui roda sendiri, posisi barang tetap perlu diperhitungkan. Muatan yang terkonsentrasi pada bagian tertentu dapat memengaruhi distribusi beban pada sumbu sekaligus kestabilan rangkaian selama perjalanan.

Jenis badan atau karoseri truk yang digunakan juga perlu menyesuaikan karakter barang agar proses pemuatan, pengamanan, dan pembongkaran dapat dilakukan dengan tepat.

Truk Gandeng dan Semi-Trailer: Apa Perbedaannya?

Truk gandeng dan semi-trailer sama-sama memiliki bagian kendaraan yang ditarik. Perbedaan utamanya terletak pada cara beban trailer ditopang dan bagaimana trailer terhubung dengan kendaraan penarik.

Dalam istilah yang digunakan pada regulasi kendaraan di Indonesia, prinsip tersebut sejalan dengan perbedaan antara kereta gandengan dan kereta tempelan. Kereta gandengan menopang seluruh bebannya sendiri, sedangkan kereta tempelan dirancang agar sebagian bebannya ditumpu kendaraan bermotor penarik.

AspekTruk Gandeng / Full TrailerSemi-Trailer
Penopang bebanSeluruh beban gandengan ditumpu oleh sumbu dan roda gandenganSebagian beban trailer ditumpu oleh kendaraan penarik
Sistem sambunganUmumnya menggunakan sistem penggandengan seperti drawbarUmumnya terhubung ke tractor head melalui fifth wheel
Dukungan bagian depan trailerGandengan memiliki sistem roda yang menopang bebannya sendiriBagian depan trailer bertumpu pada kendaraan penarik saat terhubung
Manuver mundurUmumnya lebih menantang karena konfigurasi sambungannyaRelatif lebih mudah dikendalikan dibanding rangkaian full trailer, tetapi tetap membutuhkan keterampilan pengemudi
Saat dilepasBeban gandengan tetap ditopang oleh sistem roda atau konstruksinya sendiriBagian depan semi-trailer menggunakan landing gear ketika dilepas dari kendaraan penarik

Perbedaan konfigurasi tersebut perlu diperhatikan ketika kendaraan harus berbelok, mundur, parkir, atau masuk ke area dengan ruang terbatas. Jenis trailer yang mampu membawa muatan secara teknis belum tentu menjadi pilihan paling praktis jika akses lokasinya tidak mendukung.

Baca juga: Lowbed Trailer untuk Alat Berat: Panduan dan Izin yang Wajib Disiapkan

Jenis Muatan dan Rute yang Cocok untuk Truk Gandeng

Ruang angkut yang besar membuat truk gandeng dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan distribusi dengan volume tinggi. Jenis muatannya dapat mencakup:

  • barang industri dan manufaktur;
  • material konstruksi;
  • hasil pertanian atau perkebunan;
  • barang dalam kemasan dengan volume besar; dan
  • kebutuhan distribusi antarfasilitas dalam jumlah besar.

Namun, jenis barang bukan satu-satunya pertimbangan. Rute harus memiliki akses yang memadai untuk rangkaian kendaraan yang relatif panjang. Jalan sempit, tikungan tajam, pembatasan kendaraan, serta area bongkar muat yang terbatas dapat membuat truk gandeng kurang praktis meskipun kapasitas angkutnya mencukupi.

Karena itu, pengecekan rute sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan dijadwalkan. Tim operasional perlu memastikan kendaraan dapat melewati akses menuju lokasi sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk masuk, berputar, dan keluar kembali.

Kelebihan dan Keterbatasan Truk Gandeng dalam Operasional Logistik

Truk gandeng menawarkan tambahan ruang angkut, tetapi manfaat tersebut perlu dibandingkan dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Kelebihan Truk Gandeng

  • Ruang angkut lebih besar untuk kebutuhan pengiriman dengan volume tinggi.
  • Muatan dapat dibawa dalam satu rangkaian kendaraan ketika berat dan dimensinya masih sesuai dengan spesifikasi unit serta ketentuan yang berlaku.
  • Konfigurasi gandengan dapat disesuaikan dengan kebutuhan muatan berdasarkan desain dan peruntukan kendaraan.
  • Dapat mendukung distribusi volume besar pada rute yang memang cocok untuk kendaraan berdimensi panjang.

Keterbatasan Truk Gandeng

  • Membutuhkan ruang lebih luas untuk berbelok dan parkir dibanding kendaraan dengan rangkaian lebih pendek.
  • Manuver mundur lebih menantang dan membutuhkan pengemudi yang memahami karakter pergerakan gandengan.
  • Tidak semua jalan atau lokasi tujuan dapat diakses oleh kendaraan dengan dimensi panjang.
  • Area bongkar muat perlu memiliki ruang yang memadai untuk menempatkan dan menggerakkan seluruh rangkaian.

Artinya, kapasitas besar baru memberikan manfaat ketika kondisi rute dan lokasi pemuatan maupun pembongkaran memang mendukung operasional armada tersebut.

Faktor Dimensi, Sumbu, dan Ruang Manuver yang Perlu Diperiksa

Kapasitas angkut bukan satu-satunya spesifikasi yang perlu diperhatikan saat memilih truk gandeng. Dimensi keseluruhan rangkaian perlu disesuaikan dengan lebar jalan, tikungan, akses gudang, serta area tujuan.

Jumlah dan posisi sumbu juga berkaitan dengan distribusi berat kendaraan. Muatan tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan ruang fisik yang masih tersedia pada gandengan. Berat total serta pembagian bebannya tetap perlu mengikuti kapasitas dan batas yang berlaku pada unit.

Status teknis kendaraan juga perlu diperiksa. Kereta gandengan termasuk kendaraan yang masuk dalam cakupan uji berkala, sehingga tim operasional dapat mengecek status uji KIR kendaraan angkutan barang beserta data teknis unit sebelum digunakan.

Rangkaian yang lebih panjang juga memiliki kebutuhan ruang manuver lebih besar. Karena itu, pengecekan sebaiknya mencakup bukan hanya jalan utama, tetapi juga gerbang gudang, radius tikungan, area parkir, serta ruang untuk proses pemuatan dan pembongkaran.

Baca juga: Apa Itu ODOL? Pengertian, Bahaya, dan Aturannya bagi Truk Logistik

Pertimbangan Sebelum Memilih Truk Gandeng untuk Pengiriman

Sebelum menggunakan truk gandeng, sesuaikan armada dengan kebutuhan pengiriman melalui beberapa pengecekan berikut:

  • Pastikan berat dan volume barang sesuai dengan spesifikasi kendaraan, bukan hanya ukuran ruang angkut yang tersedia.
  • Periksa distribusi muatan pada gandengan agar beban tidak terkonsentrasi pada bagian atau sumbu tertentu.
  • Cek akses jalan dan kondisi rute hingga lokasi tujuan, termasuk tikungan, lebar jalan, dan pembatasan kendaraan jika ada.
  • Pastikan area bongkar muat memiliki ruang yang cukup untuk kendaraan masuk dan bermanuver.
  • Periksa kondisi serta dokumen teknis armada sebelum kendaraan digunakan untuk membawa muatan.
  • Pertimbangkan frekuensi dan volume pengiriman untuk mengetahui apakah penggunaan rangkaian berkapasitas besar memang efisien.
  • Bandingkan dengan jenis armada lain apabila akses lokasi atau volume muatan tidak membutuhkan truk gandeng.

Truk gandeng dapat menjadi pilihan untuk membawa muatan dalam jumlah besar ketika kapasitas kendaraan, karakter barang, dan kondisi rutenya sama-sama mendukung. Ruang angkut yang besar tidak banyak membantu apabila kendaraan kesulitan melewati akses atau bermanuver di lokasi tujuan.

Karena itu, pemilihan armada perlu mempertimbangkan muatan sebagai satu kesatuan dengan dimensi kendaraan, distribusi beban, kondisi rute, dan proses bongkar muat. Dengan pengecekan tersebut, bisnis dapat memanfaatkan kapasitas truk gandeng tanpa mengabaikan kebutuhan operasional di lapangan.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top