Memindahkan excavator, bulldozer, atau mesin industri berukuran besar lainnya membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi berbeda dari angkutan barang biasa. Berat memang menjadi pertimbangan utama, tetapi dimensi alat, cara menaikkan muatan, hingga kondisi rute juga perlu diperhitungkan.
Lowbed trailer menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut karena memiliki posisi dek lebih rendah. Desain ini membantu membawa alat berat dengan posisi muatan lebih dekat ke permukaan jalan. Pemilihan jenis lowbed juga perlu menyesuaikan karakter alat, kapasitas kendaraan, serta kebutuhan pengirimannya.
Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!
Pengertian Lowbed Trailer dan Kapan Digunakan?

Lowbed trailer adalah jenis trailer dengan dek rendah untuk mengangkut alat berat, mesin, serta muatan berukuran besar lainnya. Posisi dek yang dekat dengan permukaan jalan memberi ruang lebih untuk membawa muatan tinggi sekaligus membantu menempatkan titik berat muatan lebih rendah dibanding trailer dengan dek yang lebih tinggi. Panjang, jumlah axle, dan kapasitas angkutnya dapat berbeda pada setiap unit sehingga pemilihannya perlu menyesuaikan berat serta dimensi alat.
Jenis armada ini biasanya digunakan untuk:
- Mengangkut alat berat seperti excavator, bulldozer, wheel loader, crane, dan forklift.
- Membawa mesin atau peralatan industri berukuran besar yang sulit diangkut menggunakan truk barang biasa.
- Mengangkut muatan tinggi yang membutuhkan posisi dek lebih rendah untuk mengurangi tinggi keseluruhan kendaraan dan muatan.
- Memindahkan alat beroda atau berantai yang dapat naik ke atas trailer menggunakan ramp sesuai spesifikasi unit.
Jenis lowbed yang dibutuhkan tetap bergantung pada karakter muatannya. Bobot, dimensi, titik berat, serta cara pemuatan akan menentukan konfigurasi trailer yang sesuai.
Baca juga: 9 Jenis Truk Logistik, Kapasitas, dan Fungsinya di Indonesia
Jenis-Jenis Lowbed Trailer Sesuai Kebutuhan Muatan
Ada beberapa konfigurasi lowbed trailer berdasarkan jumlah axle, ukuran platform, serta karakter muatan. Perbedaan tersebut akan memengaruhi jenis alat atau mesin yang dapat dibawa oleh setiap unit.
Lowbed Trailer 3 Axle untuk Muatan Standar
Lowbed 3 axle menggunakan tiga sumbu roda untuk menopang dan membagi beban muatan selama perjalanan. Jenis ini dapat digunakan untuk membawa excavator, wheel loader, forklift, generator, serta mesin konstruksi lainnya selama spesifikasi muatan sesuai dengan kemampuan unit.
- Memiliki tiga axle untuk membantu mendistribusikan berat muatan.
- Cocok untuk berbagai jenis muatan selama berat dan dimensinya masih berada dalam kapasitas unit.
- Kapasitas angkut berbeda pada setiap armada, sehingga jumlah axle tidak dapat menjadi satu-satunya acuan.
- Spesifikasi muatan perlu diperiksa berdasarkan berat, panjang, lebar, tinggi, serta titik berat alat.
Extendable Lowbed dan Modular Trailer untuk Muatan Panjang
Extendable lowbed dan modular trailer sama-sama dapat digunakan untuk membawa muatan berukuran panjang atau besar yang membutuhkan ruang lebih dari trailer biasa. Akan tetapi, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda. Extendable lowbed memiliki platform yang dapat diperpanjang, sedangkan modular trailer menggunakan beberapa bagian trailer yang dapat dirangkai sesuai ukuran dan berat muatan.
- Extendable memiliki platform yang dapat diperpanjang untuk membawa mesin, struktur konstruksi, atau peralatan industri berukuran panjang.
- Modular trailer dapat dirangkai sesuai kebutuhan muatan sehingga dapat digunakan untuk barang berukuran besar atau sangat berat.
- Berat dan ukuran muatan perlu diperhitungkan untuk menentukan panjang platform atau susunan trailer.
- Rute memerlukan pemeriksaan mendetail sebelum pengiriman karena armada berukuran panjang atau besar membutuhkan ruang manuver yang memadai saat berbelok.
Lowbed Trailer Lebar Ekstra untuk Muatan Besar
Platform yang lebih lebar atau dilengkapi side extension memberi ruang tambahan untuk membawa mesin atau peralatan dengan dimensi melintang yang besar. Konsep platform terbuka seperti ini juga dapat ditemukan pada beberapa jenis flatbed atau karoseri truk, tetapi konfigurasi setiap unit tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi muatan.
- Area muatan lebih lebar untuk menampung alat atau mesin dengan dimensi melintang lebih besar.
- Beberapa unit menggunakan side extension untuk menambah lebar platform sesuai kebutuhan.
- Total lebar kendaraan dan muatan perlu diperhitungkan sebelum armada memasuki jalan umum.
- Kondisi rute perlu diperiksa, terutama pada jalan sempit, tikungan, jembatan, dan akses menuju lokasi bongkar.
Baca juga: Pengertian Breakbulk Cargo dan Cara Pengirimannya
Izin dan Pengawalan yang Perlu Dicek untuk Angkutan Alat Berat
Pengiriman alat berat melalui jalan umum perlu mengikuti ketentuan angkutan barang yang berlaku. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2019 mengatur penyelenggaraan angkutan barang dengan kendaraan bermotor di jalan, termasuk angkutan alat berat. Ketentuannya mencakup antara lain spesifikasi kendaraan, lintasan, fasilitas bongkar muat, penempatan dan pengamanan muatan, hingga kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan rute.
Untuk pengangkutan alat berat dalam kondisi tertentu, pengecekan lintasan atau road assessment perlu dilakukan sebelum beroperasi. PM 60 Tahun 2019 mengatur kondisi tersebut untuk muatan yang tidak dapat dipisah dan menonjol lebih dari 2.000 mm dari bagian terluar belakang kendaraan. Pemeriksaan lintasan setidaknya mencakup perencanaan rute, pemetaan potensi gangguan lalu lintas, serta kondisi jalan dan jembatan.
Selain kesiapan perjalanan, penyelenggara angkutan juga perlu memperhatikan aspek perizinan usaha angkutan alat berat. Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (SPIONAM) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyediakan layanan Izin Penyelenggaraan Angkutan Alat Berat sebagai bagian dari perizinan angkutan barang khusus.
Pengawalan Polri tidak otomatis diwajibkan untuk setiap pengiriman alat berat. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengatur bahwa Kendaraan Bermotor Umum yang mengangkut alat berat dengan dimensi melebihi batas yang ditetapkan harus mendapat pengawalan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. PM 60 Tahun 2019 juga memuat ketentuan pengawalan untuk angkutan alat berat yang melebihi ketentuan dimensi serta pada kondisi tertentu yang memerlukan road assessment.
Baca juga: Apa Itu ODOL? Pengertian, Bahaya, dan Aturannya bagi Truk Logistik
Risiko Mengirim Alat Berat Tanpa Persiapan yang Sesuai
Berat alat bukan satu-satunya faktor yang perlu diperiksa sebelum pengiriman. Dimensi, posisi muatan, kondisi rute, metode pengamanan, serta proses bongkar muat juga dapat menimbulkan kendala apabila tidak dipersiapkan sejak awal.
- Muatan bergeser akibat posisi atau pengikatan yang kurang aman.
- Beban tidak terdistribusi dengan baik karena penempatan alat tidak memperhitungkan titik berat dan pembagian beban pada sumbu kendaraan.
- Kendaraan sulit melewati rute akibat keterbatasan lebar jalan, tinggi bebas, daya dukung jalan atau jembatan, maupun ruang saat berbelok.
- Bongkar muat terhambat karena lokasi tidak memiliki ruang atau fasilitas yang memadai.
- Perjalanan tertunda apabila dokumen, izin, pengawalan, atau persyaratan operasional yang dibutuhkan belum siap.
Pemeriksaan sebelum keberangkatan membantu menemukan kendala tersebut sebelum alat dimuat dan perjalanan dimulai. Untuk muatan berdimensi besar, pengecekan rute menjadi semakin penting karena kendaraan harus mempertimbangkan akses jalan secara menyeluruh, bukan hanya jarak dari titik asal ke tujuan.
Tips Memilih Partner Logistik untuk Pengiriman Alat Berat
Partner logistik perlu memahami karakter muatan sekaligus kondisi perjalanan sebelum menentukan jenis trailer. Kebutuhan seperti pengiriman darat untuk alat berat juga tidak cukup ditentukan dari berat barang saja. Jenis kendaraan, distribusi beban, akses rute, proses pemuatan, dan persyaratan operasional harus diperhitungkan bersama.
Sebelum memilih partner logistik, periksa beberapa hal berikut:
- Periksa kelengkapan data alat, mulai dari berat, panjang, lebar, tinggi, hingga titik berat untuk menentukan kebutuhan pengangkutan.
- Pastikan partner logistik memilih kendaraan berdasarkan karakter muatan, termasuk kapasitas, jumlah axle, dan ukuran area muatan.
- Tanyakan proses pengecekan rute untuk memastikan akses jalan, tikungan, jembatan, tinggi bebas, dan lokasi tujuan dapat dilalui.
- Diskusikan proses bongkar muat dan pengamanan alat, termasuk kebutuhan ramp, crane, serta metode pengikatan selama perjalanan.
- Konfirmasi dokumen, izin, dan kebutuhan pengawalan agar persyaratan yang relevan dapat dipersiapkan sebelum jadwal keberangkatan.
Lowbed trailer memberi pilihan konfigurasi untuk membawa alat berat dengan ukuran dan kebutuhan angkut yang berbeda. Namun, pemilihan kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan berat dan dimensi muatan, distribusi beban, rute yang akan dilalui, metode bongkar muat, serta ketentuan yang berlaku. Perencanaan seluruh aspek tersebut sejak awal membantu mengurangi kendala ketika alat sudah dimuat dan perjalanan dimulai.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



