Titik penyerahan barang menjadi salah satu detail yang menentukan pembagian biaya dan risiko dalam perdagangan internasional. Salah satu aturan Incoterms yang mengatur batas tersebut adalah FAS (Free Alongside Ship), dengan sisi kapal sebagai titik penting dalam proses penyerahan kargo. Posisi barang sebelum proses pemuatan akan menentukan kapan risiko beralih dari penjual ke pembeli.
Yuk, kita bahas selengkapnya mengenai Free Alongside Ship dalam artikel ini!
Pengertian FAS Incoterms dan Titik Transfer Risikonya

FAS adalah aturan Incoterms yang digunakan khusus untuk transportasi laut dan perairan darat. Penjual membawa barang sampai ke sisi kapal yang akan mengangkutnya, misalnya di dermaga atau tongkang. Risiko beralih kepada pembeli saat barang sudah berada di titik tersebut dan siap untuk dimuat. Jadi, penjual tidak perlu menangani proses pemuatan ke atas kapal untuk menyelesaikan kewajibannya dalam ketentuan ini.
Titik penyerahan dalam FAS berada di sisi kapal, bukan sekadar di area pelabuhan. Penjual perlu membawa kargo sampai ke titik tersebut sehingga kedua pihak harus menyepakati lokasi dan kapal yang akan mengangkutnya. Setelah proses penyerahan selesai, pembeli mengambil alih risiko sekaligus mengatur tahap pengiriman berikutnya. Ketentuan ini berbeda dengan FOB yang mengalihkan risiko setelah barang dimuat di atas kapal.
Tanggung Jawab Penjual dan Pembeli dalam FAS
Tanggung jawab antarpihak berpindah saat kargo sudah mencapai sisi kapal. Sebelum titik tersebut, proses pengiriman masih berada di sisi penjual, lalu pembeli mengambil alih tahap berikutnya.
Kewajiban Penjual: Formalitas Ekspor hingga Sisi Kapal
Sebelum kargo bergerak menuju sisi kapal, penjual berkewajiban mengemas barang serta menyelesaikan dokumen dan formalitas ekspor. Setelah proses ekspor selesai, kargo dibawa ke pelabuhan hingga berada di sisi kapal sesuai lokasi yang disepakati. Biaya dan risiko masih berada di tangan penjual sampai proses penyerahan selesai.
Barang tidak cukup hanya dibawa ke area pelabuhan lalu ditinggalkan sambil menunggu kapal datang karena titik serahnya berada di sisi kapal yang ditunjuk. Koordinasi perlu lebih diperhatikan untuk kargo berukuran besar atau muatan yang membutuhkan penanganan khusus sebelum pemuatan. Kontrak juga sebaiknya mencantumkan named port of shipment secara spesifik agar kedua pihak mengacu pada lokasi penyerahan yang sama.
Kewajiban Pembeli: Muat ke Kapal hingga Tujuan Akhir
Begitu barang sudah berada di sisi kapal, pembeli mulai mengatur tahap pengiriman berikutnya. Cakupannya meliputi pemuatan ke kapal, main carriage, pembongkaran di pelabuhan tujuan, formalitas impor, serta pengangkutan lanjutan sampai lokasi akhir. Risiko kehilangan atau kerusakan selama proses tersebut juga sudah berada di tangan pembeli.
FAS juga tidak mewajibkan penjual maupun pembeli untuk menyediakan asuransi kargo. Jika perlindungan tersebut dibutuhkan, pengaturannya perlu disepakati secara terpisah.
Kapan FAS Tepat Digunakan untuk Kargo Curah?
Free Alongside Ship dapat dipertimbangkan ketika alur operasional memang mengharuskan penjual membawa kargo sampai ke sisi kapal, sementara pembeli mengatur proses pemuatannya. Jenis kargo yang dapat mengikuti pola tersebut antara lain:
- Kargo curah, apabila proses penyerahannya memang berlangsung di sisi kapal sebelum pembeli mengatur pemuatan.
- Breakbulk cargo, terutama barang berukuran besar yang dikirim tanpa menggunakan kontainer.
- Heavy lift, seperti mesin atau peralatan berat yang membutuhkan proses pemuatan khusus.
- Project cargo, terutama ketika pembeli mengatur kapal dan proses pemuatan dari sisi pelabuhan.
Jenis kargo bukan satu-satunya pertimbangan dalam menggunakan aturan ini. Alur penyerahan perlu diperhatikan agar titik perpindahan risiko benar-benar sesuai dengan proses pengiriman yang terjadi di pelabuhan.
Baca juga: 5 Jenis Kapal Kargo Berdasarkan Fungsi dan Muatannya
Kesalahan Umum: Memakai FAS untuk Kargo Kontainer
Pengiriman kontainer punya alur yang berbeda karena penjual biasanya menyerahkan kargo ke terminal sebelum proses pemuatan ke kapal. Setelah kontainer masuk terminal, operator akan menangani proses berikutnya sampai kargo siap dimuat. Artinya, penjual sudah menyerahkan barang lebih awal dan tidak membawanya langsung ke sisi kapal. Titik penyerahan seperti ini kurang cocok dengan ketentuan FAS.
FCA (Free Carrier) merupakan aturan Incoterms yang lebih sesuai dengan alur tersebut karena penjual dapat menyerahkan kargo kepada carrier atau pihak yang ditunjuk pembeli di lokasi sesuai kesepakatan. Titik penyerahannya dapat berada di terminal atau lokasi lain. FCA juga dapat digunakan untuk berbagai moda transportasi, termasuk pengiriman multimoda.
Baca juga: Perbedaan Break Bulk vs LCL dan Mana yang Tepat untuk Anda
FAS vs FCA, Mana yang Sesuai untuk Ekspor Kamu?
Perbedaan FAS dan FCA paling mudah dilihat dari lokasi penyerahan dan moda transportasinya. Meskipun pembeli sama-sama mengatur pengangkutan utama, titik penyerahan dan perpindahan risikonya berbeda. Agar lebih mudah memahami perbedaannya, kamu bisa melihat perbandingannya pada tabel di bawah ini:
| Aspek | FAS | FCA |
|---|---|---|
| Moda transportasi | Laut dan perairan darat | Semua moda |
| Titik penyerahan | Di sisi kapal pada pelabuhan pengapalan | Kepada carrier atau pihak yang ditunjuk pembeli di lokasi yang disepakati |
| Transfer risiko | Saat kargo berada di sisi kapal | Saat penyerahan sesuai named place yang disepakati |
| Formalitas ekspor | Penjual | Penjual |
| Pengangkutan utama | Pembeli | Pembeli |
| Umumnya relevan untuk | Bulk, breakbulk, heavy lift, atau project cargo dengan penyerahan di sisi kapal | Kontainer dan pengiriman multimoda |
Pilihan antara keduanya dapat disesuaikan dengan titik serah kargo. FAS digunakan ketika penjual benar-benar membawa barang sampai sisi kapal, sedangkan FCA lebih sesuai ketika penyerahan dilakukan lebih awal kepada carrier atau pihak yang ditunjuk pembeli di lokasi yang disepakati.
Baca juga: 5 Keunggulan Transportasi Multimoda, Tak Hanya Cepat dan Murah!
FAS adalah aturan pengiriman dengan batas tanggung jawab yang sangat bergantung pada posisi barang di pelabuhan. Penjual membawa kargo dan mengurus formalitas ekspornya sampai sisi kapal, lalu risiko beralih kepada pembeli sebelum proses pemuatan dimulai. Artinya, penggunaan aturan ini sebaiknya mengikuti alur penyerahan kargo yang benar-benar terjadi, bukan sekadar karena pengiriman menggunakan kapal. Titik serah terima yang sesuai dengan proses operasional akan membuat pembagian biaya dan risiko lebih mudah dipahami sejak transaksi disepakati.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



