Pengiriman barang ke luar negeri tidak hanya membutuhkan pengaturan transportasi, tetapi juga pembagian risiko selama perjalanan. Salah satu pilihannya adalah CIP (Carriage and Insurance Paid To), terutama ketika penjual ikut mengatur pengangkutan dan menyediakan asuransi untuk kargo. Aturan Incoterms ini dapat digunakan untuk berbagai moda transportasi, termasuk pengiriman kontainer yang melibatkan lebih dari satu moda. Namun, pembayaran ongkos angkut oleh penjual tidak berarti risiko tetap menjadi tanggung jawabnya hingga barang tiba di tujuan.
Yuk, kita bahas selengkapnya mengenai aturan ini dalam artikel berikut!
Pengertian CIP Incoterms dan Cakupan Asuransinya

CIP adalah aturan Incoterms yang mengharuskan penjual mengatur pengangkutan dan menyediakan asuransi sampai lokasi tujuan sesuai kesepakatan. Aturan ini dapat digunakan untuk transportasi darat, udara, laut, maupun kombinasi beberapa moda sekaligus. Penjual juga menangani formalitas ekspor sebelum menyerahkan kargo kepada carrier. Meskipun biaya pengangkutan dibayar sampai tujuan, risiko dapat beralih kepada pembeli lebih awal setelah proses penyerahan kargo selesai.
Dalam Incoterms® 2020, asuransi CIP menggunakan Institute Cargo Clauses (A) atau perlindungan serupa sebagai standar minimum. Nilai pertanggungannya sekurang-kurangnya 110% dari nilai kontrak. Cakupannya lebih luas dibanding standar minimum pada CIF, meskipun tidak semua jenis kerusakan atau kehilangan otomatis ditanggung. Pengecualian dalam polis tetap perlu diperiksa sebelum pengiriman berjalan.
Baca juga: 5 Keunggulan Transportasi Multimoda, Tak Hanya Cepat dan Murah!
Titik Transfer Risiko dalam CIP yang Sering Disalahpahami
Pelaku bisnis sering mengira risiko dalam CIP tetap menjadi tanggung jawab penjual karena merekalah yang menanggung ongkos angkut dan asuransi kargo hingga tiba di tujuan. Namun, risiko dapat beralih lebih awal setelah barang diserahkan kepada carrier. Dalam CIP, titik penyerahan dan lokasi tujuan memiliki fungsi berbeda:
- Titik penyerahan menentukan perpindahan risiko dari penjual kepada pembeli.
- Lokasi tujuan menentukan batas pembayaran ongkos angkut dan penyediaan asuransi oleh penjual.
Misalnya, kargo dikirim dari China menuju Jakarta dan diserahkan kepada carrier di negara asal. Risiko akan beralih ke pembeli sejak penyerahan tersebut selesai, sedangkan biaya pengangkutan dan asuransi tetap menjadi kewajiban penjual hingga barang tiba di Jakarta.
Kenapa CIP Lebih Cocok daripada CIF untuk Kargo Kontainer?
CIP dan CIF sama-sama mewajibkan penjual mengatur pengangkutan serta menyediakan asuransi. Perbedaannya terletak pada moda transportasi dan standar perlindungan asuransinya. Untuk pengiriman kontainer, alasan CIP lebih cocok dibanding CIF di antaranya:
- Bisa digunakan untuk berbagai moda transportasi, termasuk perjalanan yang menggabungkan truk, kereta api, kapal, atau pesawat.
- Penyerahan kargo dapat berlangsung sebelum barang naik ke kapal, misalnya ketika penjual menyerahkannya kepada carrier di terminal.
- Standar minimum asuransinya lebih luas, yaitu Institute Cargo Clauses (A), sedangkan CIF menggunakan Institute Cargo Clauses (C).
CIF hanya berlaku untuk transportasi laut dan perairan darat. Perbedaan tersebut membuat pemilihannya perlu mempertimbangkan moda transportasi selama perjalanan, bukan hanya tujuan akhirnya.
Baca juga: Apa Itu CIF? Pengertian, Komponen, dan Cara Kerjanya
Tanggung Jawab Penjual dan Pembeli dalam CIP
Pembagian kewajiban pada Carriage and Insurance Paid To cukup mudah dipahami jika titik penyerahan dan lokasi tujuan sudah ditentukan sejak awal. Berikut adalah tanggung jawab dari masing-masing pihak:
Kewajiban Penjual: Pengangkutan, Asuransi, dan Formalitas Ekspor
Penjual menyiapkan kargo sesuai kontrak dan mengurus formalitas ekspor sebelum pengiriman. Mereka juga membuat kontrak pengangkutan serta menanggung biayanya sampai lokasi tujuan yang telah disepakati. Asuransi kargo harus disediakan sesuai ketentuan CIP agar pembeli memiliki perlindungan setelah risiko beralih. Dokumen pengangkutan dan bukti asuransi kemudian diberikan sesuai kebutuhan transaksi.
Kewajiban Pembeli: Bea Masuk dan Biaya Setelah Titik Serah
Pembeli menanggung risiko setelah kargo diserahkan sesuai ketentuan dalam kesepakatan. Saat barang memasuki negara tujuan, mereka akan mengurus formalitas impor serta membayar bea masuk dan pajak yang berlaku. Jika kargo masih harus dikirim setelah lokasi tujuan dalam kontrak, biaya pengangkutan berikutnya juga menjadi tanggung jawab pembeli.
Baca juga: Memahami Custom Clearance, Prosedur, dan Dokumen Pentingnya
Tips Menegosiasikan CIP dalam Kontrak Dagang Kamu
Penggunaan CIP dalam kontrak perlu disertai dengan penentuan lokasi dan cakupan asuransi secara jelas. Detail tersebut akan memengaruhi batas tanggung jawab antarpihak selama pengiriman. Beberapa hal berikut perlu kamu perhatikan saat membuat kesepakatan dalam kontrak dagang:
- Tentukan titik penyerahan secara spesifik karena lokasi tersebut berkaitan dengan perpindahan risiko.
- Cantumkan lokasi tujuan dengan jelas untuk menentukan sampai mana biaya pengangkutan menjadi kewajiban penjual.
- Periksa cakupan dan pengecualian polis agar perlindungan asuransi sesuai dengan karakter kargo dan rute pengiriman.
- Gunakan versi Incoterms yang berlaku dalam kontrak, misalnya Incoterms® 2020, untuk menghindari perbedaan acuan antara kedua pihak.
Pemilihan Incoterms sebaiknya mengikuti alur pengiriman serta pembagian risiko yang benar-benar dibutuhkan dalam transaksi. CIP adalah salah satu aturan Incoterms yang bisa kamu gunakan untuk pengiriman kontainer ketika penjual mengatur transportasi dan asuransi sampai tujuan, sementara risiko beralih lebih awal sesuai titik penyerahan. Kontrak yang menyebut lokasi serta cakupan perlindungan secara jelas akan memudahkan kedua pihak mengetahui batas kewajibannya sejak awal.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



