Setelah selesai mengantar barang ke tujuan, truk biasanya perlu melakukan perjalanan balik untuk mengambil muatan berikutnya. Perjalanan pulang tanpa muatan tetap membutuhkan bahan bakar, waktu pengemudi, serta biaya operasional kendaraan. Backhaul memungkinkan ruang yang tersedia pada perjalanan kembali dimanfaatkan untuk mengangkut barang lain dengan rute yang searah dengan perjalanan balik. Peluang ini dapat menjadi alternatif bagi bisnis untuk mendapatkan biaya pengiriman yang lebih kompetitif.
Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!
Pengertian Backhaul dan Cara Kerjanya dalam Logistik

Backhaul adalah perjalanan balik armada setelah menyelesaikan pengiriman utama dengan membawa muatan baru. Misalnya, truk mengangkut barang dari Jakarta ke Surabaya, lalu mengambil muatan lain dari Surabaya untuk dibawa kembali ke Jakarta atau kota lain yang masih searah. Dengan skema tersebut, kendaraan dapat membawa muatan saat melakukan perjalanan balik.
Perjalanan kendaraan tanpa membawa muatan sering disebut deadheading atau empty miles. Meskipun tidak mengangkut barang, carrier tetap mengeluarkan biaya untuk menjalankan armada. Skema muatan balik memanfaatkan kapasitas ruang truk dengan mencocokkan kendaraan dan kebutuhan distribusi pada rute yang sesuai. Kecocokan lokasi, jadwal, jenis kendaraan, dan karakter muatan menjadi faktor penting agar skema ini bisa berjalan.
Baca juga: Jenis Land Freight untuk Distribusi Darat
Perbedaan Backhaul Internal dan Eksternal
Backhaul internal menggunakan perjalanan balik untuk membawa barang milik perusahaan yang sama, misalnya dari cabang, toko, atau pusat distribusi. Sebagai contoh, truk mengirim produk dari gudang pusat ke cabang, kemudian membawa barang retur, kemasan kosong, atau muatan lainnya saat kembali. Perusahaan pun dapat memanfaatkan perjalanan armada untuk kebutuhan distribusi dua arah.
Sementara itu, backhaul eksternal mengisi perjalanan balik dengan muatan milik pihak lain. Carrier yang selesai mengantar barang dapat mengambil kargo dari shipper berbeda selama arah perjalanan dan kebutuhan kendaraannya sesuai. Skema ini membutuhkan koordinasi lebih lanjut karena jadwal pickup, kapasitas armada, lokasi tujuan, serta karakter barang dari dua pengiriman perlu diperhitungkan.
Manfaat Backhaul bagi Penyedia Jasa Logistik
Perjalanan tanpa muatan tetap menimbulkan biaya bagi penyedia jasa logistik. Mengisi perjalanan kembali dengan kargo lain dapat membantu carrier memanfaatkan armada dengan lebih baik, antara lain:
- Mengurangi perjalanan kosong dengan membawa muatan lain saat kendaraan kembali.
- Menambah pendapatan dari perjalanan yang tetap perlu ditempuh armada.
- Memanfaatkan ruang muat yang tersedia agar kapasitas kendaraan tidak terbuang.
- Melayani lebih banyak pengiriman tanpa harus menambah perjalanan kendaraan untuk setiap muatan.
Baca juga: Perbedaan FTL dan LTL dalam Pengiriman Darat
Bagaimana Bisnis Kamu Bisa Memanfaatkan Tarif Backhaul?
Tarif backhaul dapat muncul ketika kebutuhan pengirimanmu sesuai dengan armada yang sedang mencari muatan untuk perjalanan balik. Carrier memang perlu membawa armadanya kembali setelah menyelesaikan pengiriman, sehingga ruang dalam truk yang masih tersedia dapat digunakan untuk membawa barang dari shipper lain. Ketersediaan ruang tersebut dapat membuka peluang bagi bisnis untuk mendapatkan tarif pengiriman yang lebih kompetitif.
Namun, tarif layanan ini tidak selalu tersedia pada setiap rute. Peluangnya bergantung pada posisi armada, arah perjalanan, ruang muatan, dan jadwal kendaraan saat itu. Saat meminta penawaran, sampaikan lokasi pickup dan tujuan, berat, dimensi, jumlah koli, jenis barang, serta rentang waktu distribusi. Informasi tersebut memudahkan forwarder mencarikan armada balik yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Pengiriman Backhaul
Kamu tetap perlu mempertimbangkan tarif bersama kebutuhan barang dan jadwal distribusi. Ketersediaan layanan ini mengikuti pergerakan armada dari pengiriman sebelumnya sehingga waktu pickup dan kapasitas kendaraan bisa berubah. Berikut adalah beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan sebelum memilih pengiriman backhaul:
Fleksibilitas Waktu Transit yang Lebih Longgar
Layanan pengiriman ini biasanya membutuhkan jadwal yang lebih fleksibel karena kendaraan harus menyelesaikan perjalanan sebelumnya terlebih dahulu. Waktu pickup dapat mengikuti kapan armada tiba dan tersedia di area asal barang. Kondisi tersebut perlu kamu pertimbangkan jika kargo memiliki jadwal keberangkatan atau penerimaan yang ketat.
Jika waktu pengiriman tidak terlalu ketat, jadwalnya dapat disesuaikan dengan ketersediaan armada balik. Pastikan kamu mengetahui perkiraan pickup dan waktu tiba sebelum menyetujui tarif agar penghematan ongkir tidak mengganggu jadwal penerimaan barang yang sudah direncanakan.
Jenis Barang yang Cocok Dikirim via Backhaul
Kargo umum, bahan baku, produk kemasan, atau barang lain tanpa kebutuhan pengiriman yang mendesak relatif lebih fleksibel untuk menggunakan layanan ini. Namun, jenis dan ukuran barang tetap perlu diperhitungkan berdasarkan kapasitas kendaraan yang tersedia untuk perjalanan balik.
Barang dengan kebutuhan khusus juga perlu diperhatikan. Sebagai contoh, produk yang membutuhkan suhu terkendali hanya bisa menggunakan layanan ini jika tersedia kendaraan berpendingin yang sesuai.
Baca juga: Kenapa Cold Chain Penting bagi Industri F&B? Ini Alasannya
Cara Negosiasi Tarif Backhaul dengan Forwarder
Negosiasi akan lebih mudah jika pihak forwarder menerima detail shipment sejak awal. Sampaikan rute, berat, dimensi barang, jumlah koli, jenis kargo, serta jadwal pickup yang masih bisa kamu sesuaikan. Kemudian, kamu bisa tanyakan ketersediaan armada balik pada rute tersebut dan rentang waktu keberangkatannya.
Jangan membandingkan penawaran berdasarkan tarif saja. Periksa jenis kendaraan, kapasitas, estimasi pickup, waktu tiba, serta layanan yang sudah termasuk ke dalam harga. Tarif yang lebih rendah belum tentu menguntungkan jika jadwal armada tidak sesuai dengan kebutuhan pengiriman atau kamu masih harus menanggung biaya penyimpanan, penanganan, maupun pengantaran tambahan.
Peluang tarif yang lebih kompetitif muncul ketika rute, kapasitas kendaraan, dan jadwal pengiriman dapat disesuaikan. Bagi bisnis, backhaul adalah salah satu opsi untuk memanfaatkan ruang muat yang tersedia pada perjalanan balik armada tanpa mengabaikan kebutuhan utama pengiriman. Pertimbangannya tetap bukan sekadar ongkir, tetapi juga kecocokan armada dan waktu pengiriman barang.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



