Dalam aktivitas logistik dan pergudangan, barang perlu dikemas dengan baik agar tetap aman selama proses penyimpanan, handling, hingga pengiriman. Salah satu material yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah stretch film.
Stretch film umum digunakan untuk membungkus barang yang telah disusun di atas pallet. Sifatnya yang elastis memungkinkan film meregang ketika ditarik sehingga dapat memberikan tekanan pada muatan dan membantu menjaga barang tetap stabil.
Penggunaannya cukup sederhana, tetapi pemilihan jenis dan ketebalan stretch film tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik barang yang akan dikemas. Mari kenali lebih dalam jenis-jenis stretch film di sini.
Apa Itu Stretch Film?
Stretch film adalah plastik tipis dan elastis yang digunakan untuk membungkus serta mengamankan barang, terutama muatan yang telah disusun menjadi satu unit load di atas pallet.
Stretch film dapat diregangkan ketika diaplikasikan pada barang. Setelah membungkus muatan, plastik ini memberikan gaya tarik yang membantu menyatukan beberapa kemasan agar tidak mudah bergeser. Karena karakteristik yang lentur ini, stretch film banyak digunakan dalam aktivitas palletizing, warehouse handling, inventory storage, dan shipping.
Stretch film juga dapat membantu melindungi permukaan kemasan dari debu, kotoran, dan paparan kelembaban ringan. Namun, tidak semua plastik stretch tahan terhadap suhu tinggi. Ketahanannya bergantung pada material dan spesifikasi produk.
Paparan panas berlebihan dapat membuat film melunak, kehilangan kekuatan, atau berubah bentuk. Karena itu, jika barang akan disimpan atau dikirim dalam kondisi bersuhu tinggi, spesifikasi temperatur stretch film perlu diperiksa terlebih dahulu.
Apa Fungsi Stretch Film dalam Logistik?
Stretch film memiliki beberapa fungsi dalam proses packing dan handling barang di warehouse. Berikut rinciannya:
1. Menjaga barang tetap stabil di atas pallet
Stretch film membantu menyatukan karton atau kemasan yang ditumpuk di atas pallet sehingga menjadi unit load yang lebih stabil. Hal ini penting ketika pallet harus dipindahkan menggunakan forklift, pallet jack, atau material handling equipment lainnya.
2. Mengurangi risiko barang bergeser
Muatan dapat mengalami pergeseran selama proses pemindahan atau perjalanan kendaraan. Di sinilah peran stretch film untuk memberikan tekanan pada kemasan sehingga membantu mengurangi pergerakan antar barang.
3. Melindungi kemasan dari debu dan kotoran
Lapisan film dapat menjadi penghalang tambahan terhadap debu dan kotoran selama barang berada di storage area atau dalam perjalanan. Ini juga secara tidak langsung akan menjaga kualitas barang.
4. Membantu menjaga barang dari kelembaban ringan
Stretch film dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap paparan kelembaban ringan. Namun, penggunaannya tidak berarti membuat barang sepenuhnya kedap air, terutama jika terdapat celah pada bagian yang dibungkus.
5. Memudahkan proses handling
Barang yang telah dibungkus menjadi satu unit load lebih mudah dipindahkan dan ditangani dibandingkan beberapa kemasan yang berdiri sendiri.
6. Menyatukan beberapa barang menjadi satu unit muatan
Beberapa karton atau produk dapat dibungkus bersama sehingga membentuk satu kesatuan yang lebih mudah ditangani selama penyimpanan dan distribusi.
Jenis-Jenis Stretch Film
Jenis stretch film dapat dibedakan berdasarkan cara penggunaan dan karakteristiknya. Beberapa jenis yang umum digunakan dalam logistik antara lain:
1. Hand stretch film
Hand stretch film dirancang untuk diaplikasikan secara manual tanpa mesin. Operator biasanya menggunakan dispenser atau langsung menarik film dengan tangan saat membungkus pallet. Jenis ini cocok untuk warehouse dengan volume packing yang relatif rendah atau kebutuhan wrapping yang tidak terlalu sering.
2. Machine stretch film
Machine stretch film digunakan bersama stretch wrapping machine. Mesin dapat memutar pallet sekaligus mengatur kecepatan dan tension film selama proses wrapping. Jenis ini cocok untuk warehouse atau distribution center dengan volume pengiriman tinggi karena prosesnya lebih cepat dan konsisten.
3. Pre-stretched film
Pre-stretched film telah diregangkan sebelumnya selama proses produksinya. Karena itu, film membutuhkan tenaga yang relatif lebih kecil saat digunakan. Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk proses wrapping manual yang membutuhkan efisiensi tenaga operator.
4. Stretch film berdasarkan ketebalan
Stretch film juga tersedia dalam berbagai ketebalan yang biasanya dinyatakan dalam micron. Film yang lebih tebal tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua barang. Pemilihannya perlu mempertimbangkan berat muatan, bentuk barang, jumlah kemasan dalam satu pallet, risiko gesekan, serta kebutuhan load stability selama penyimpanan dan pengiriman.
Perbedaan Stretch Film dan Shrink Film
Stretch film dan shrink film sama-sama merupakan material plastik yang digunakan untuk membungkus dan mengamankan barang. Keduanya dapat digunakan dalam aktivitas packaging, tetapi prinsip kerjanya berbeda.
- Stretch film: Menggunakan sifat elastis film dan ketegangan ketika ditarik untuk membungkus serta menahan muatan. Banyak digunakan untuk pallet wrapping dan stabilisasi unit load.
- Shrink film: Menggunakan panas agar film menyusut dan mengikuti bentuk barang. Lebih sering digunakan ketika diperlukan kemasan yang menyusut mengikuti bentuk produk.
Perbedaan ini penting ketika menentukan material packaging untuk kebutuhan warehouse. Jika tujuan utamanya adalah menstabilkan karton di atas pallet, stretch film umumnya lebih relevan. Sementara jika produk membutuhkan kemasan yang mengikuti bentuknya dengan proses penyusutan, shrink film dapat menjadi pilihan.
Barang yang Umum Dibungkus Menggunakan Stretch Film
Stretch film banyak digunakan untuk membungkus barang yang perlu dikonsolidasikan, terutama ketika barang disusun di atas pallet. Beberapa barang yang umum dibungkus menggunakan stretch film antara lain:
- Karton dan box: Membantu menjaga beberapa kemasan tetap menyatu dan mengurangi risiko bergeser atau terjatuh saat dipindahkan. Selain itu juga bisa membantu mengurangi risiko karton terkena cairan yang dapat merusak.
- Barang di atas pallet: Stretch film biasa digunakan untuk menjaga susunan barang tetap stabil selama proses storage, handling, dan transportation.
- Produk makanan dan minuman: Produk yang sudah dikemas dalam dus, botol, atau kemasan sekunder dapat dibungkus untuk memudahkan penanganan dalam jumlah banyak.
- Produk manufaktur: Seperti komponen, spare part, dan barang hasil produksi yang perlu dikonsolidasikan sebelum dipindahkan atau dikirim.
- Barang retail: Produk dalam jumlah banyak dapat dibungkus sebagai satu unit muatan sehingga lebih mudah dipindahkan menggunakan forklift atau pallet jack.
Penggunaan stretch film sebaiknya disesuaikan dengan jenis, berat, bentuk, dan susunan barang. Barang yang memiliki bentuk tidak beraturan atau bobot berat mungkin membutuhkan metode pengamanan tambahan agar muatan tetap stabil selama proses logistik.
Tips Memilih Stretch Film untuk Barang Logistik
Pemilihan stretch film sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Karakteristik barang dan proses logistik juga perlu diperhatikan.
- Sesuaikan ketebalan dengan muatan: Barang yang berat atau memiliki sudut tajam mungkin membutuhkan film dengan kekuatan dan ketebalan yang lebih sesuai.
- Pertimbangkan ukuran pallet: Tinggi dan ukuran unit load memengaruhi jumlah film yang dibutuhkan.
- Pilih hand atau machine stretch film: Sesuaikan dengan volume operasional dan peralatan yang tersedia di warehouse.
- Perhatikan kekuatan dan elastisitas: Film harus mampu mempertahankan stabilitas muatan selama handling dan transportasi.
- Sesuaikan dengan bentuk barang: Muatan dengan banyak sudut atau permukaan tidak beraturan membutuhkan perhatian lebih terhadap risiko film sobek.
- Pertimbangkan kondisi penyimpanan: Jika barang berada di lingkungan dengan suhu tinggi atau paparan lingkungan tertentu, periksa spesifikasi stretch film sebelum digunakan.
- Gunakan tension yang sesuai: Stretch film yang terlalu longgar kurang efektif menahan muatan, sedangkan tension berlebihan dapat merusak kemasan.
Sudah Tahu Fungsi Stretch Film?
Stretch film adalah plastik elastis yang digunakan untuk membungkus, menyatukan, dan menstabilkan barang, terutama barang yang telah disusun di atas pallet. Material ini banyak digunakan dalam proses palletizing, storage, handling, dan shipping di warehouse.
Stretch film tersedia dalam beberapa jenis seperti hand stretch film, machine stretch film, dan pre-stretched film. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan karakteristik muatan, metode wrapping, volume operasional, serta kondisi penyimpanan dan pengiriman.
Perlu diingat bahwa stretch film tidak otomatis tahan panas. Ketahanan terhadap suhu tinggi bergantung pada material dan spesifikasi film yang digunakan. Untuk kebutuhan khusus, spesifikasi produk perlu diperiksa agar material packaging dapat memberikan perlindungan dan stabilitas muatan yang sesuai.


