Home / Blog / Jenis Surcharge dalam Pengiriman dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Surcharge? Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Jenis Surcharge dalam Pengiriman dan Cara Menghindarinya

Jumlah tagihan pengiriman terkadang lebih besar daripada tarif yang kamu lihat di awal. Selisih tersebut belum tentu karena salah hitung. Dalam kondisi tertentu, perusahaan logistik dapat mengenakan biaya tambahan yang disebut surcharge. Biaya ini muncul ketika proses distribusi barang membutuhkan penanganan atau sumber daya di luar kondisi normal seperti ke daerah terpencil, peak season, atau kenaikan bahan bakar.

Yuk, kita kupas tuntas mengenai jenis biaya tambahan ini dalam artikel berikut!

Apa Itu Surcharge dalam Biaya Pengiriman?

Jenis Surcharge dalam Pengiriman dan Cara Menghindarinya
Jenis Surcharge dalam Pengiriman dan Cara Menghindarinya (magnific)

Ongkos kirim yang penyedia jasa logistik tawarkan umumnya merupakan tarif dasar. Tarif ini berlaku untuk kondisi pengiriman normal, seperti rute mudah dijangkau, permintaan stabil, dan tidak ada pengeluaran operasional tambahan. Namun, situasi tidak selalu berjalan normal sesuai rencana.

Sering kali biaya operasional meningkat atau proses distribusi membutuhkan penanganan khusus. Dalam kondisi inilah, perusahaan logistik dapat menambahkan surcharge sebagai penyesuaian tarif. Biaya ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi tertentu yang membuat proses distribusi membutuhkan pengeluaran operasional lebih besar dari biasanya.

Apa Saja Jenis Surcharge yang Umum Dikenakan Ekspedisi?

Biaya tambahan dalam pengiriman tidak selalu muncul karena alasan yang sama. Penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga lokasi terpencil yang sulit dijangkau.

  • Fuel Surcharge

Fuel surcharge adalah komponen tambahan yang berkaitan dengan perubahan harga bahan bakar. Ketika harga BBM meningkat secara signifikan, pengeluaran operasional armada ikut bertambah sehingga perusahaan logistik dapat menyesuaikan tarif dengan memasukkan komponen ini. Jumlahnya biasanya mengikuti kebijakan masing-masing penyedia jasa logistik dan dapat berubah sesuai kondisi pasar.

  • Peak Season Surcharge

Permintaan pengiriman biasanya melonjak pada periode tertentu, misalnya menjelang hari raya, harbolnas, atau akhir tahun. Lonjakan tersebut membuat kebutuhan armada, gudang, dan tenaga operasional ikut meningkat. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan logistik dapat mengenakan peak season surcharge kepada pengguna jasa untuk menyesuaikan peningkatan biaya operasional.

  • Remote Area Surcharge

Komponen tambahan ini berlaku ketika alamat tujuan berada di wilayah terpencil atau berada di luar area layanan reguler. Proses distribusi ke lokasi seperti ini tidak hanya menempuh jarak yang lebih jauh, tetapi juga membutuhkan waktu lebih lama, bahkan armada khusus untuk menjangkaunya. Hal inilah yang menjadi alasan ongkos kirim ke daerah terpencil relatif lebih mahal dari pengiriman ke kota-kota besar.

Baca Juga: Biaya Logistik Gak Sesimpel Ongkir, Ini Jenisnya Biar Gak Salah Hitung!

Kenapa Perusahaan Logistik Menerapkan Surcharge?

Pada dasarnya, pengenaan surcharge bertujuanuntuk menyesuaikan pengeluaran operasional yang meningka selama proses pengiriman. Beberapa faktor yang mempengaruhi surcharge di antaranya:

  • Harga bahan bakar berubah sehingga ongkos operasional kendaraan ikut meningkat
  • Volume distribusi melonjak, terutama saat musim liburan atau harbolnas
  • Lokasi tujuan sulit dijangkau sehingga membutuhkan waktu maupun tarif distribusi yang lebih tinggi
  • Proses pengiriman memerlukan penanganan khusus, misalnya karena karakteristik barang atau kondisi di lapangan

Jadi, surcharge bukan sekadar tambahan biaya di luar tarif dasar. Umumnya, biaya ini digunakan untuk menutup tambahan pengeluaran operasional yang muncul selama proses distribusi.

Baca Juga: Strategi Efektif untuk Mengurangi Biaya Operasional Bisnis

Bagaimana Cara Menghindari atau Meminimalkan Biaya Surcharge?

Tidak semua jenis surcharge bisa kamu hindari. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya biaya tambahan tersebut.

  • Periksa tujuan pengiriman terlebih dahulu untuk mengetahui apakah alamat termasuk kategori remote area
  • Rencanakan pengiriman sebelum peak season jika jadwal distribusi masih fleksibel
  • Konfirmasi rincian biaya sejak awal agar kamu mengetahui apakah ada komponen tambahan di luar tarif dasar
  • Pilih layanan logistik yang paling sesuai dengan kebutuhan barang maupun tujuan pengiriman
  • Bandingkan beberapa penyedia jasa logistik karena kebijakan surcharge dapat berbeda pada setiap perusahaan

Langkah-langkah sederhana seperti ini membantu kamu menyusun anggaran logistik dengan lebih akurat. Di sisi lain, kamu juga bisa menghindari selisih biaya yang baru diketahui setelah proses distribusi berjalan.

Pada dasarnya, tarif dasar hanya menggambarkan biaya pengiriman dalam kondisi normal. Ketika proses distribusi membutuhkan jarak tempuh lebih jauh, berlangsung saat peak season, atau dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar, surcharge menjadi salah satu bentuk penyesuaian yang mungkin muncul. Semakin awal kondisi tersebut dikenali, semakin mudah pula menyusun anggaran pengiriman secara lebih realistis.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top