Selama ini, kamu mungkin mikir kalau logistik itu cuma soal kirim barang. Pokoknya ada pesanan, lalu dikirim pake ekspedisi, beres.
Sebenarnya tidaklah sesederhana itu, di balik proses tersebut banyak melibatkan hal yang cukup kompleks dan saling terhubung.
Nah, di artikel ini, kita akan bahas tuntas apa itu logistik dan seperti apa prosesnya. Yuk, kita kulik pelan-pelan biar makin paham dan bisa diterapkan dalam bisnismu!
Proses Logistik dari Gudang Sampai ke Tangan Konsumen
Biar makin kebayang, ini dia gambaran proses logistik secara umum:
1. Procurement
Proses ini dimulai dari pembelian bahan baku atau produk dari supplier. Supaya efisien, dibutuhkan perencanaan yang matang agar jumlah dan waktu pembelian sesuai dengan kebutuhan operasional.
Pemilihan supplier yang tepat juga sangat penting. Selain harga dan kualitas, pertimbangkan juga ketepatan waktu pengiriman dan konsistensi pasokan.
Baca juga: Arti Distributor, Fungsi, dan Contohnya di Logistik
2. Penerimaan dan Penyimpanan Barang
Setelah barang sampai di gudang, tahap pertama adalah pemeriksaan kondisi dan pencatatan ke sistem inventaris. Ini memastikan barang yang diterima sesuai dengan pesanan dan dalam kondisi baik.
Penyimpanan juga harus disesuaikan dengan karakteristik barang. Misalnya, barang yang mudah rusak perlu suhu tertentu, dan produk dengan masa simpan pendek sebaiknya menerapkan sistem FIFO atau LIFO sesuai kebutuhan.
3. Order Processing
Begitu ada pesanan masuk, sistem akan mengecek ketersediaan barang di gudang. Jika tersedia, proses selanjutnya adalah pengambilan barang dan pengecekan ulang.
Setelah itu, barang dikemas sesuai standar agar aman saat pengiriman. Kecepatan dan akurasi dalam proses ini sangat memengaruhi kepuasan pelanggan.
Baca juga: Estimasi Pengiriman Kok Lama? Ini Penyebab dan Solusinya
4. Distribusi dan Pengiriman
Barang yang sudah dikemas akan dikirim ke pelanggan menggunakan moda transportasi yang paling efisien. Pilihan moda bisa berupa truk, kapal, atau pesawat tergantung lokasi dan urgensi.
Pengaturan rute dan jadwal pengiriman juga perlu dirancang dengan baik agar barang sampai tepat waktu dan biaya tetap terkendali.
5. Pelacakan dan Evaluasi
Selama proses pengiriman berlangsung, status barang bisa dipantau secara digital lewat sistem pelacakan. Fitur ini memudahkan pelanggan maupun pengelola logistik untuk tahu posisi barang secara real-time.
Setelah pengiriman selesai, evaluasi performa dilakukan. Mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga efisiensi biaya. Hal ini semuanya perlu dianalisis untuk perbaikan layanan maupun proses ke depannya.
Baca juga: Logistik vs Supply Chain: Apa Bedanya & Kaitan Keduanya?
Sekarang kamu udah paham, logistik itu bukan cuma soal kirim barang aja. Tapi gimana bikin proses pengiriman jadi lebih cepat, rapi, dan nggak makan waktu.
Kalau selama ini urusan kirim barang di bisnis kamu masih ribet, bolak-balik follow up, atau nggak jelas tracking-nya, mungkin udah waktunya coba cara yang lebih gampang.
Forwarder.ai bisa bantu kamu kirim barang lewat udara, laut, dan darat, semua bisa dipantau lewat dashboard online.
- Bisa cek posisi barang real-time
- Kuotasi & bayar langsung dari aplikasi
- Ada teknologi AI buat optimasi pengiriman kamu
Udah nggak zaman kirim barang pake cara lama. Yuk, upgrade logistik kamu bareng forwarder.ai!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


