Home / Blog / Apa Itu Peti Kemas, Jenis, dan Berbagai Ukurannya
Masalah Umum pada Kontainer Berpendingin (freepik)

Apa Itu Peti Kemas, Jenis, dan Berbagai Ukurannya

Peti kemas (container) adalah sebuah wadah standar dalam aktivitas logistik untuk memindahkan barang dari gudang menuju truk, kapal, kereta api, hingga lokasi penerima. Peti kemas membantu agar proses pemindahan tidak mengharuskan muatan untuk dibongkar tiap kali berganti moda transportasi.

Peti kemas menjadi bagian penting dalam transportasi multimoda karena barang dapat tetap berada di dalam unit yang sama ketika dipindahkan dari kapal ke truk atau sebaliknya. Selain mempercepat bongkar muat, penggunaan peti kemas juga membantu melindungi barang selama perjalanan dan membuat proses container handling lebih terstandar.

Jenis dan ukuran peti kemas pun beragam. Mari ketahui semuanya di artikel ini, kamu juga akan mengetahui tips untuk memilih peti kemas yang tepat.

Apa Itu Peti Kemas?

Peti kemas adalah wadah berbentuk kokoh dan dirancang untuk digunakan berulang kali dalam pengangkutan barang. Dalam ketentuan kepabeanan Indonesia, peti kemas juga dirancang agar barang dapat dipindahkan dari satu sarana pengangkut ke sarana lainnya tanpa harus membongkar isi muatan terlebih dahulu.

Dalam konteks logistik, peti kemas dan container pada dasarnya merujuk pada objek yang sama. “Container” merupakan istilah bahasa Inggris yang sangat umum digunakan dalam industri pelayaran dan freight forwarding, sedangkan “peti kemas” merupakan istilah bahasa Indonesia. Karena itu, istilah seperti container yard dan area penumpukan peti kemas pada praktiknya merujuk pada fasilitas yang sama.

Dalam operasional logistik, peti kemas juga memiliki identitas berupa nomor container yang digunakan untuk melakukan pelacakan dan pencatatan. Unit tersebut dapat berstatus ‘empty container’ ketika belum berisi muatan atau ‘laden container’ ketika sudah terisi barang.

Peti kemas biasanya dibuat dari material yang kuat seperti baja dan memiliki struktur yang dirancang untuk ditumpuk serta ditangani menggunakan peralatan seperti reach stacker, rubber tyred gantry (RTG), dan container crane.

Apa Kegunaan Peti Kemas?

Peti kemas digunakan untuk membuat proses pengangkutan dan penanganan barang menjadi lebih aman serta efisien.

  • Memudahkan pengangkutan barang: Barang dapat dipindahkan dalam satu unit tanpa harus dibongkar saat berganti moda transportasi.
  • Melindungi muatan: Struktur container membantu melindungi barang dari cuaca, debu, benturan, dan risiko penanganan selama perjalanan.
  • Mendukung transportasi multimoda: Satu unit peti kemas dapat berpindah dari kapal ke truk atau kereta api tanpa mengeluarkan seluruh cargo.
  • Mempercepat bongkar muat: Container dapat diangkat menggunakan crane, RTG, reach stacker, atau alat container handling lainnya.
  • Memudahkan standardisasi logistik: Dimensi dan struktur container yang terstandar membantu shipping line, terminal, trucking, dan freight forwarder merencanakan kapasitas transportasi.
  • Memudahkan tracking barang: Nomor container dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memantau unit selama proses pengiriman.

Setelah memahami kegunaannya, pemilihan peti kemas perlu disesuaikan dengan karakteristik barang. Tidak semua muatan cocok menggunakan dry container standar.

Jenis-Jenis Peti Kemas

Jenis peti kemas dibedakan berdasarkan desain dan kebutuhan muatan. Beberapa jenis yang umum digunakan dalam kegiatan logistik adalah sebagai berikut.

1. Dry container

Dry container merupakan jenis yang paling umum digunakan untuk barang umum atau general cargo. Container ini memiliki dinding dan atap tertutup sehingga cocok untuk barang seperti karton, elektronik, tekstil, furnitur, produk manufaktur, dan berbagai barang kemasan lainnya.

Ukuran yang umum digunakan antara lain 20 feet, 40 feet, 40 High Cube, dan 45 High Cube.

2. High cube container

High Cube merupakan container dengan tinggi lebih besar dibandingkan dry container standar. Tambahan ruang vertikal ini membuat kapasitas volumenya lebih besar sehingga cocok untuk cargo yang membutuhkan ruang tinggi tetapi beratnya masih berada dalam batas payload.

Sebagai contoh, barang ringan dengan volume besar seperti furnitur atau produk kemasan dapat lebih efisien menggunakan 40 High Cube dibandingkan 40 feet standar.

3. Reefer container

Reefer container atau refrigerated container dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga suhu muatan selama perjalanan. Jenis ini digunakan untuk produk yang sensitif terhadap perubahan suhu, seperti makanan beku, produk segar, dan beberapa produk farmasi.

Karena memiliki mesin pendingin dan ruang internal yang berbeda dari dry container, kapasitas serta payload reefer juga dapat berbeda.

4. Open Top container

Open top container memiliki bagian atas yang dapat dibuka atau menggunakan penutup terpal sehingga barang dapat dimuat dari atas menggunakan crane.

Jenis ini cocok untuk muatan yang sulit dimasukkan melalui pintu belakang, misalnya mesin industri, material konstruksi, atau barang yang membutuhkan metode top loading. Maersk juga menyediakan ukuran open top 20 feet dan 40 feet dalam layanan container-nya.

5. Flat Rack container

Flat rack memiliki lantai serta end wall, tetapi tidak memiliki dinding samping seperti dry container. Desain ini memungkinkan pengangkutan muatan berdimensi besar yang tidak dapat masuk ke container standar.

Contohnya adalah alat berat, generator, mesin industri, struktur baja, atau cargo yang memiliki lebar melebihi dimensi container biasa. Flat rack juga tersedia dalam berbagai konfigurasi, termasuk model collapsible.

6. Tank container

Tank container menggunakan tangki khusus yang ditempatkan dalam frame berukuran container. Jenis ini digunakan untuk membawa cairan maupun material tertentu yang membutuhkan wadah khusus.

Karena karakteristik muatan dapat berbeda, tank container harus disesuaikan dengan spesifikasi barang, regulasi, serta persyaratan keselamatan yang berlaku.

7. Special container

Special container digunakan ketika karakteristik barang tidak dapat ditangani secara optimal dengan container standar. Jenis dan konfigurasinya dapat berbeda menurut kebutuhan cargo dan operator, termasuk container dengan desain khusus untuk muatan tertentu.

Untuk informasi lebih lengkap tentang jenis-jenis container, kamu bisa melihat informasinya di artikel 20 Jenis Container Logistik dan Fungsinya, Lengkap dengan Cara Memilihnya.

Berbagai Ukuran Peti Kemas

Ukuran peti kemas umumnya dinyatakan dalam feet. Pemilihan ukuran tidak hanya berdasarkan volume, tetapi juga mempertimbangkan berat, dimensi cargo, payload, metode loading, dan rute pengiriman.

  • Peti kemas 20 feet: Memiliki panjang eksternal sekitar 6,06 meter. Dry container 20 feet yang digunakan Maersk memiliki kapasitas sekitar 33,2 m³ dan maksimum payload 28.300 kg pada spesifikasi yang tercantum. Ukuran ini menjadi dasar satuan TEU atau Twenty-foot Equivalent Unit.
  • Peti kemas 40 feet: Memiliki panjang eksternal sekitar 12,19 meter. Dry container 40 feet pada spesifikasi Maersk memiliki kapasitas sekitar 67,7 m³ dan maksimum payload 28.870 kg. Ukuran ini cocok ketika volume barang lebih besar daripada kapasitas 20 feet.
  • Peti kemas 40 feet High Cube: Memiliki panjang sekitar 12,19 meter dengan tinggi sekitar 9 kaki 6 inci atau 2,9 meter. Kapasitas dry container yang dicantumkan Maersk sekitar 76,4 m³ dengan maksimum payload 28.690 kg.
  • Peti kemas 45 feet High Cube: Memiliki ruang lebih besar dibandingkan 40 feet High Cube. Pada spesifikasi Maersk, kapasitasnya sekitar 86 m³ dengan maksimum payload 27.650 kg.
  • Peti kemas 8–10 feet: Ukuran yang lebih pendek seperti ini dapat ditemukan untuk kebutuhan tertentu, terutama penyimpanan atau pengangkutan dalam volume terbatas. Namun, ketersediaan dan penggunaannya tidak seluas container 20 dan 40 feet dalam perdagangan laut internasional.

Kamu juga bisa membaca lebih jauh tentang ukuran peti kemas pada artikel Dimensi & Ukuran Container 8 Hingga 45 Feet, Ini Cara Pilihnya.

Sudah Tahu Apa Itu Peti Kemas?

Jadi, peti kemas adalah wadah kokoh dan terstandar yang digunakan untuk mengangkut barang secara efisien, termasuk ketika barang berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya tanpa perlu membongkar muatan. Dalam praktik logistik, istilah peti kemas dan container pada dasarnya merujuk pada objek yang sama.

Jenis peti kemas perlu dipilih berdasarkan karakteristik cargo. Dry container cocok untuk general cargo, reefer untuk barang yang membutuhkan pengendalian suhu, open top untuk muatan yang membutuhkan top loading, dan flat rack untuk cargo berdimensi besar.

Sementara itu, ukuran 20, 40, 40 High Cube, dan 45 High Cube merupakan beberapa ukuran yang umum digunakan dalam transportasi container. Namun, sebelum menentukan unit, kamu tetap perlu memeriksa dimensi, berat, payload, metode loading, serta spesifikasi container aktual agar proses pengiriman berjalan aman dan efisien.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top