Dalam operasional warehouse, barang yang baru datang belum benar-benar selesai diproses hanya karena sudah diturunkan dari truk. Setelah receiving, barang perlu diperiksa dan diarahkan ke storage location yang sesuai agar dapat ditemukan kembali dengan cepat ketika dibutuhkan.
Proses menempatkan barang saat sudah sampai inilah yang disebut putaway. Putaway menjadi salah satu aktivitas penting dalam warehouse management karena menentukan lokasi barang di dalam gudang sekaligus memengaruhi akurasi inventory, efisiensi ruang, dan kecepatan picking.
Pahami lebih dalam tentang putaway, fungsi, prosesnya, sampai tips yang tepat agar proses putaway berlangsung lebih efisien. Temukan semua informasinya di sini.
Apa Itu Putaway?
Putaway adalah proses memindahkan barang yang telah diterima dari area receiving menuju lokasi penyimpanan yang telah ditentukan di dalam warehouse. Lokasi penyimpanan yang dimaksud dapat berupa pallet rack, shelving, floor storage, atau storage bin tertentu sesuai karakteristik barang dan aturan penyimpanan.
Secara sederhana, putaway merupakan tahap yang menghubungkan proses receiving dengan storage. Misalnya, sebuah truk mengirim 50 carton produk ke warehouse. Setelah jumlah dan kondisi barang diperiksa, operator tidak bisa langsung meninggalkan barang di area receiving. Barang tersebut harus dipindahkan ke lokasi penyimpanan, misalnya rack A-01-03.
Pada warehouse yang menggunakan WMS, sistem dapat membantu menentukan storage bin berdasarkan kapasitas lokasi, jenis barang, berat, volume, urutan lokasi, hingga aturan penyimpanan seperti FEFO. Setelah barang ditempatkan, lokasi dan quantity dikonfirmasi dalam sistem sehingga inventory dapat dilacak secara akurat.
Jadi, putaway bukan sekadar memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Proses ini juga menentukan di mana barang disimpan dan bagaimana lokasinya dicatat dalam sistem inventory.
Putaway vs Receiving, Apa Bedanya?
Putaway dan receiving sering dianggap sebagai proses yang sama karena keduanya terjadi ketika barang masuk ke warehouse. Padahal, keduanya memiliki tujuan yang berbeda dan biasanya berlangsung secara berurutan.
- Definisi receiving: Berfokus pada menerima dan memverifikasi barang yang datang, termasuk pemeriksaan quantity, kondisi, SKU, batch, dan dokumen.
- Definisi putaway: Berfokus pada memindahkan barang yang sudah diterima menuju storage location yang ditentukan dan memperbarui lokasi inventory.
- Urutan: Receiving biasanya dilakukan lebih dahulu, lalu barang diteruskan ke proses putaway. Dalam beberapa sistem, barang juga dapat dipindahkan langsung ke storage location tanpa melalui staging area tertentu.
- Hasil akhir: Receiving memastikan barang telah diterima oleh warehouse, sedangkan putaway memastikan barang tersebut telah berada di lokasi penyimpanan yang tepat dan dapat ditemukan kembali melalui sistem.
Dengan demikian, receiving menjawab pertanyaan “barang apa dan berapa yang datang?”, sementara putaway menjawab “barang tersebut harus disimpan di mana?”.
Fungsi Putaway dalam Pergudangan
Putaway memiliki beberapa fungsi penting yang berkaitan langsung dengan efisiensi warehouse.
- Mengoptimalkan penggunaan ruang warehouse: Barang ditempatkan pada storage location yang sesuai dengan kapasitas dan dimensinya sehingga ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
- Memastikan barang tersimpan pada lokasi yang tepat: Setiap SKU memiliki lokasi yang jelas sehingga operator tidak perlu mencari barang secara manual ketika proses picking dimulai.
- Mempercepat proses picking: Barang yang sudah ditempatkan berdasarkan aturan slotting dan lokasi yang jelas dapat ditemukan lebih cepat ketika ada sales order atau permintaan internal.
- Mengurangi risiko barang hilang atau salah lokasi: Pencatatan lokasi pada WMS membuat pergerakan inventory dapat ditelusuri dari receiving hingga storage.
- Menjaga akurasi inventory: Quantity dan storage bin dapat diperbarui setelah proses putaway dikonfirmasi sehingga data sistem lebih sesuai dengan kondisi fisik.
- Membuat alur receiving dan storage lebih teratur: Barang tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama di area receiving karena segera diarahkan menuju lokasi penyimpanan.
Metode Putaway yang Umum Digunakan
Metode putaway dapat berbeda sesuai sistem warehouse, karakteristik barang, serta tingkat otomatisasi yang digunakan. Berikut beberapa metode umum putaway:
1. Directed putaway
Pada metode ini, WMS memberikan rekomendasi atau instruksi lokasi penyimpanan berdasarkan aturan yang telah ditentukan. Sistem dapat mempertimbangkan kapasitas lokasi, tipe storage, karakteristik barang, dan prioritas penyimpanan.
2. Fixed location putaway
Setiap SKU memiliki storage location yang relatif tetap. Misalnya, spare part forklift tertentu selalu ditempatkan pada rack F-03 sehingga operator sudah mengetahui lokasi tujuan tanpa harus mencari lokasi kosong setiap kali barang datang.
3. Random putaway
Barang dapat ditempatkan pada storage location yang berbeda selama lokasi tersebut memenuhi aturan penyimpanan. Sistem mencatat lokasi aktual sehingga satu SKU dapat berada di beberapa bin berbeda.
Metode random putaway dapat membantu meningkatkan utilisasi ruang karena warehouse tidak harus menyediakan satu lokasi kosong khusus untuk setiap SKU.
4. Class-based putaway
Barang dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu, seperti tingkat pergerakan atau jenis produk. Barang fast-moving dapat ditempatkan lebih dekat dengan area picking, sedangkan slow-moving item dapat diletakkan di area yang lebih jauh. Pendekatan ini berkaitan erat dengan slotting karena lokasi penyimpanan ditentukan berdasarkan pola pergerakan barang.
Faktor yang Memengaruhi Penentuan Lokasi Putaway
Saat menentukan lokasi putaway, kamu harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini agar lebih efisien:
- Karakteristik barang: Ukuran, berat, bentuk, serta kebutuhan khusus barang menentukan tipe storage location yang dapat digunakan.
- Frekuensi pergerakan: Barang fast-moving biasanya lebih efektif ditempatkan dekat area picking agar jarak tempuh operator lebih pendek.
- Kapasitas storage: Lokasi harus memiliki kapasitas unit, berat, dan volume yang cukup untuk menampung barang. Sistem WMS dapat menggunakan parameter kapasitas ini saat menentukan bin.
- Kebutuhan khusus: Produk makanan, obat-obatan, bahan kimia, atau barang dengan persyaratan tertentu mungkin harus ditempatkan pada area khusus seperti cold storage atau hazardous material area.
- Jarak ke area picking: Penempatan yang dekat dan strategis dapat mengurangi waktu perpindahan ketika barang sering diambil.
- FIFO atau FEFO: Metode pengendalian inventory perlu diperhatikan agar barang dengan tanggal masuk atau expiry yang lebih dahulu dapat diprioritaskan sesuai kebijakan warehouse.
Tips Melakukan Putaway agar Lebih Efisien
Putaway yang efisien tidak hanya membutuhkan storage space yang cukup, tetapi juga disiplin proses dan akurasi data.
1. Verifikasi barang sebelum dipindahkan
Sebelum pallet atau carton dibawa ke storage, cocokkan SKU, quantity, batch, tanggal kadaluwarsa, dan kondisi barang dengan hasil receiving. Jika label menunjukkan 48 pcs tetapi dokumen hanya mencatat 40 pcs, jangan langsung melakukan putaway sebelum selisih tersebut diperiksa.
2. Gunakan slotting yang sesuai
Tempatkan barang berdasarkan pola pergerakannya. Misalnya, produk yang keluar ratusan unit setiap hari sebaiknya berada di area yang mudah dijangkau forklift atau picker. Sebaliknya, barang yang hanya bergerak beberapa kali dalam sebulan dapat ditempatkan pada lokasi yang lebih jauh atau level rack yang lebih tinggi.
3. Manfaatkan WMS untuk menentukan lokasi
Jika warehouse menggunakan WMS, manfaatkan putaway task yang diberikan sistem daripada memilih lokasi secara manual. Operator cukup memindai SKU atau handling unit, mengikuti storage bin yang ditampilkan, lalu melakukan scanning pada barcode lokasi setelah barang disimpan.
4. Minimalkan perpindahan yang tidak perlu
Atur rute forklift atau pallet jack agar operator tidak melakukan perjalanan kosong atau bolak-balik secara berlebihan. Jika beberapa pallet memiliki tujuan storage yang berdekatan, aktivitas putaway dapat direncanakan dalam satu rangkaian perjalanan selama kapasitas alat memungkinkan.
5. Lakukan verifikasi setelah barang disimpan
Setelah pallet berada di rack, lakukan scanning ulang terhadap barang dan storage bin. Pastikan quantity, SKU, batch, serta lokasi yang muncul pada perangkat sesuai dengan kondisi fisik.
Sudah Paham Apa Itu Putaway?
Putaway adalah proses memindahkan barang yang telah diterima dari area receiving menuju storage location yang sesuai. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari warehouse management karena berpengaruh langsung terhadap akurasi inventory, penggunaan ruang, kecepatan picking, dan kelancaran material handling.
Putaway yang efektif membutuhkan kombinasi antara aturan penyimpanan, slotting, material handling equipment, dan WMS. Dengan proses putaway yang terstruktur, warehouse dapat mengurangi salah lokasi, mempercepat pencarian barang, menjaga inventory accuracy, dan membuat alur dari receiving hingga picking menjadi lebih efisien.


