Home / Blog / Siapa Saja Stakeholder dalam Bisnis dan Logistik?
Siapa Saja Stakeholder dalam Bisnis dan Logistik? (freepik)

Siapa Saja Stakeholder dalam Bisnis dan Logistik?

Setiap keputusan bisnis yang kamu ambil dalam bisnis, baik itu menambah jumlah armada, mengganti pemasok, atau memperluas jangkauan pengiriman pasti berdampak ke banyak pihak. Ada karyawan yang menggantungkan hidup dari operasional perusahaan, pelanggan menunggu barang, hingga pemasok mengandalkan pesanan rutin dari bisnismu. Stakeholder adalah semua pihak yang memiliki kepentingan terhadap bisnis.

Yuk, kita kupas tuntas siapa saja pihak terkait dalam bisnis dan logistik pada artikel ini!

Pengertian Stakeholder dalam Bisnis dan Logistik

Siapa Saja Stakeholder dalam Bisnis dan Logistik?
Siapa Saja Stakeholder dalam Bisnis dan Logistik? (freepik)

Dalam dunia bisnis stakeholder adalah individu, kelompok, maupun organisasi yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan. Kalau kamu menjalankan sebuah bisnis, pihak-pihak tersebut adalah karyawan, supplier, pelanggan, perusahaan logistik, hingga investor. Masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda, tetapi semuanya ikut memengaruhi kelancaran operasional. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami siapa saja pihak terkait agar setiap keputusan operasional tepat sasaran.

Proses logistik menjadi contoh yang paling mudah untuk melihat bagaimana setiap pihak saling bergantung. Supplier menyediakan barang, tim gudang menyiapkan pesanan, perusahaan logistik mengatur pengiriman, dan pelanggan menunggu barang tiba sesuai jadwal. Kalau salah satu proses mengalami kendala, proses berikutnya ikut terdampak. Agar proses tersebut berjalan lancar, setiap pihak perlu memahami perannya masing-masing sekaligus memiliki informasi yang sama sejak awal.

Apa Bedanya Stakeholder Internal dan Eksternal?

Secara umum pemangku kepentingan dalam bisnis terbagi menjadi dua kategori, yaitu pihak internal dan eksternal. Keduanya sama-sama memengaruhi jalannya bisnis, tetapi punya relasi dan tanggung jawab yang berbeda terhadap perusahaan.

  • Pihak Internal

Pihak internal adalah kelompok yang berada di dalam organisasi dan terlibat langsung dalam menjalankan operasional perusahaan, seperti pemilik usaha, manajemen, karyawan, tim procurement, hingga staf gudang. Keputusan perusahaan akan berdampak langsung terhadap pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Sebaliknya, kualitas pekerjaan mereka juga menentukan apakah operasional dapat berjalan sesuai rencana atau tidak.

  • Pihak Eksternal

Di sisi lain, pihak eksternal berasal dari luar perusahaan, tetapi tetap memiliki hubungan dengan aktivitas bisnis yang berlangsung. Contohnya adalah supplier, perusahaan logistik, distributor, pelanggan, pemerintah, hingga investor. Masing-masing memiliki kepentingan berbeda, mulai dari memastikan pasokan barang tetap tersedia hingga menerima produk sesuai jadwal. Menjaga hubungan yang baik dengan pihak eksternal membantu perusahaan memperlancar proses pengadaan, distribusi, sekaligus membangun kepercayaan dalam jangka panjang.

Bagaimana Cara Mengelompokkan Stakeholder Berdasarkan Pengaruh dan Kepentingannya?

Tidak semua pemangku kepentingan dalam bisnis membutuhkan perhatian yang sama. Ada pihak dengan pengaruh besar terhadap keputusan perusahaan, sementara yang lain lebih banyak menerima dampaknya. Untuk menentukan prioritas komunikasi, berikut adalah pembagian kategori stakeholder berdasarkan tingkat pengaruh (power) dan kepentingannya (interest).

  • Pengaruh Tinggi dan Kepentingan Tinggi

Kelompok ini menjadi prioritas utama karena memiliki pengaruh besar sekaligus berkepentingan langsung terhadap hasil atau pencapaian perusahaan. Contohnya adalah pemilik usaha, top level management, atau pelanggan utama yang memberikan kontribusi besar terhadap bisnis. Perubahan strategi maupun kebijakan operasional sebaiknya selalu dikomunikasikan dengan kelompok ini. Hubungan yang terjaga dengan baik membantu perusahaan memperoleh dukungan ketika menjalankan keputusan penting.

  • Pengaruh Tinggi, tetapi Kepentingan Rendah

Kelompok ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi jalannya perusahaan meskipun tidak selalu terlibat dalam operasional sehari-hari. Pemerintah, regulator, maupun investor tertentu sering kali berada dalam kategori ini. Mereka mungkin tidak mengikuti aktivitas bisnis secara langsung, tetapi keputusan yang mereka ambil tetap dapat memengaruhi perusahaan. Oleh sebab itu, bisnis perlu memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan sekaligus menjaga komunikasi yang baik dengan kelompok ini.

  • Kepentingan Tinggi, tetapi Pengaruh Rendah

Pihak dalam kategori ini tidak memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah perusahaan, tetapi tetap merasakan dampak dari setiap kebijakan. Contohnya adalah sebagian pelanggan, masyarakat sekitar, atau karyawan pada tingkat operasional. Mereka membutuhkan informasi yang jelas agar memahami perubahan yang sedang perusahaan lakukan. Komunikasi yang terbuka juga membantu membangun kepercayaan sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman.

  • Pengaruh dan Kepentingan Rendah

Kelompok ini tidak memerlukan perhatian seintens kelompok lainnya, tetapi tetap perlu mendapatkan informasi yang relevan sesuai kebutuhannya. Pendekatan seperti ini membantu perusahaan memfokuskan waktu dan sumber daya kepada pihak yang memiliki dampak lebih besar terhadap operasional. Meskipun begitu, hubungan dengan kelompok ini tetap perlu dijaga karena tingkat pengaruh maupun kepentingannya dapat berubah seiring perkembangan bisnis.

Baca Juga: Strategi Efektif untuk Mengurangi Biaya Operasional Bisnis

Apa Bedanya Stakeholder dengan Shareholder?

Stakeholder dan shareholder sering dianggap sama, padahal keduanya merujuk pada kelompok pemangku kepentingan yang berbeda. Shareholder adalah individu atau organisasi yang memiliki sahan dalam perusahaan sehingga biasanya berfokus pada pertumbuhan nilai investasi dan keuntungan bisnis. Sementara itu, stakeholder adalah seluruh pihak yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan, termasuk karyawan, supplier, pelanggan, maupun mitra logistik.

Sebagai contoh, ketika perusahaan mengganti vendor logistik untuk menekan biaya pengiriman, shareholder akan lebih memperhatikan dampaknya terhadap profit perusahaan, sedangkan pihak lain akan merasakan perubahan pada operasional maupun kualitas layanan. Perbedaan di antara keduanya menunjukkan bahwa semua shareholder adalah stakeholder, tetapi tidak semua stakeholder adalah shareholder.

Baca Juga: Manajemen Logistik: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Siapa Saja Stakeholder dalam Rantai Pasok dan Proses Pengiriman Barang?

Rangkaian aktivitas dalam rantai pasok, mulai dari proses pengadaan hingga barang diterima pelanggan melibatkan banyak pihak yang saling berkaitan. Masing-masing punya tanggung jawabnya masing-masing, tetapi berkontribusi dalam kelancaran distribusi. Berikut adalah beberapa pihak yang paling sering terlibat dalam rantai pasok:

 

  • Supplier

Kalau kamu bekerja sama dengan supplier, mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahan baku atau produk yang dibutuhkan tersedia sesuai jumlah, kualitas, dan jadwal yang telah disepakati. Keterlambatan pasokan dapat memengaruhi proses berikutnya, mulai dari produksi hingga pengiriman kepada pelanggan. Jika supplier mengalami keterlambatan atau mengirim barang yang tidak sesuai spesifikasi, produksi maupun distribusi bisa ikut tertunda. Hubungan kerja yang baik dengan supplier membantu perusahaan menjaga ketersediaan stok sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan.

  • Tim Procurement

Saat kamu membeli barang untuk kebutuhan operasional, tim procurement berperan memastikan proses pengadaan berjalan sesuai anggaran, kualitas, dan jadwal yang telah direncanakan. Keputusan tim pengadaan akan memengaruhi biaya sekaligus kelancaran pasokan barang. Semakin baik proses pengadaan dilakukan, semakin kecil pula potensi kendala pada tahap distribusi.

  • Tim Gudang

Gudang menjadi penghubung antara proses pengadaan dan pengiriman barang. Tim gudang bertanggung jawab menerima barang, mengelola stok, menyiapkan pesanan, hingga memastikan produk yang dikirim sesuai dengan permintaan pelanggan. Kesalahan dalam pencatatan inventori atau proses order fulfillment dapat menyebabkan keterlambatan maupun salah kirim. Pengelolaan gudang yang rapi membantu menjaga distribusi tetap berjalan sesuai jadwal.

  • Perusahaan Logistik dan Jasa Pengiriman

Perusahaan logistik bertugas memastikan barang berpindah dari gudang menuju pelanggan atau titik distribusi berikutnya dengan aman dan tepat waktu. Keandalan layanan mereka dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari perencanaan rute, kondisi armada, hingga kemampuan menangani kendala selama perjalanan. Komunikasi yang baik antara perusahaan dan mitra logistik membantu setiap perubahan di lapangan dapat ditangani lebih cepat. Hal ini penting agar jadwal pengiriman tetap terjaga dan pelanggan memperoleh informasi yang akurat.

  • Pelanggan

Pelanggan menjadi pihak penerima hasil akhir dari seluruh proses rantai pasok. Pengalaman mereka dipengaruhi oleh kualitas produk, ketepatan pengiriman, serta pelayanan yang diberikan setelah transaksi selesai. Masukan maupun keluhan dari pelanggan juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses operasional di masa mendatang. Semakin baik perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, semakin mudah pula meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan.

Setiap keputusan dalam bisnis hampir selalu memengaruhi lebih dari satu pihak. Stakeholder adalah individu atau kelompok yang memiliki peran atau kepentingan terhadap aktivitas perusahaan, sehingga koordinasi yang baik menjadi salah satu kunci menjaga operasional bisnismu tetap lancar. Ketika setiap pihak memahami tanggung jawabnya masing-masing dan memiliki informasi yang sama, proses pengadaan, penyimpanan, hingga pengiriman barang akan lebih mudah dijalankan sesuai rencana.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top