Home / Blog / Mengenal Reach Stacker, Kegunaan, & Bedanya dengan Forklift

Mengenal Reach Stacker, Kegunaan, & Bedanya dengan Forklift

Reach stacker adalah salah satu alat berat yang memiliki peran penting dalam aktivitas bongkar muat container di pelabuhan, terminal peti kemas, maupun depo container. Berkat kemampuannya mengangkat dan menumpuk peti kemas hingga puluhan ton, alat ini membantu mempercepat proses container handling sehingga arus logistik menjadi lebih efisien.

Di dunia logistik, reach stacker sering bekerja bersama peralatan lain seperti quay crane, rubber tyred gantry (RTG), dan forklift. Meskipun sama-sama digunakan untuk memindahkan barang, masing-masing alat memiliki fungsi yang berbeda. Lalu, apa sebenarnya reach stacker dan bagaimana kegunaannya? Simak penjelasan berikut.

Apa Itu Reach Stacker?

Reach stacker adalah alat berat yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan, dan menyusun container menggunakan boom hidrolik serta spreader yang dilengkapi mekanisme twist lock. Berbeda dengan forklift yang menggunakan garpu (fork), reach stacker mengangkat container melalui empat titik pengunci pada corner casting sehingga proses lifting menjadi lebih aman dan stabil.

Dalam industri logistik, reach stacker juga dikenal sebagai container handler karena memang dirancang khusus untuk menangani ISO container, baik empty container (container kosong) maupun laden container (container bermuatan). Alat ini banyak digunakan di container yard (CY), inland container depot (ICD), depo container, hingga kawasan industri yang memiliki aktivitas ekspor dan impor.

Kegunaan Reach Stacker

Reach stacker menjadi salah satu peralatan utama dalam operasional terminal peti kemas karena mampu menangani berbagai aktivitas berikut:

  • Bongkar muat container: Memindahkan container dari truk ke area penumpukan maupun sebaliknya setelah proses loading atau unloading kapal.
  • Menata container di container yard: Menyusun container berdasarkan tujuan pengiriman, jadwal kapal, maupun status ekspor dan impor agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.
  • Memindahkan container di depo: Membantu relokasi empty container maupun laden container ke lokasi penyimpanan yang sesuai.
  • Mendukung aktivitas ekspor dan impor: Mempercepat perpindahan container dari area stuffing, pemeriksaan bea cukai, hingga ke moda transportasi berikutnya.
  • Meningkatkan efisiensi operasional: Mobilitasnya yang tinggi membuat perpindahan container dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada crane.

Komponen Utama Reach Stacker

Setiap reach stacker terdiri dari beberapa komponen utama yang saling bekerja sama selama proses pengangkatan container.

  • Spreader: berfungsi mengunci empat sudut container menggunakan twist lock. Komponen inilah yang memastikan container tetap aman selama proses lifting maupun pemindahan.
  • Boom hidrolik: lengan utama reach stacker yang dapat bergerak naik, turun, serta memanjang menggunakan sistem hidrolik. Komponen ini memungkinkan operator menjangkau container pada beberapa lapis penumpukan tanpa memindahkan container lain terlebih dahulu.
  • Counterweight: pemberat yang dipasang di bagian belakang alat untuk menjaga keseimbangan ketika boom mengangkat container berbobot besar. Semakin berat muatan yang diangkat, semakin penting fungsi komponen ini dalam menjaga stabilitas alat.
  • Cabin operator: ruang pusat kendali reach stacker. Di dalamnya terdapat joystick, panel kontrol, monitor, serta indikator kapasitas angkat yang membantu operator mengendalikan alat secara presisi.
  • Chassis dan roda: chassis yang kokoh dan ban berukuran besar untuk menopang berat alat sekaligus container. Kombinasi keduanya membuat reach stacker tetap stabil saat beroperasi di area terminal peti kemas yang padat aktivitas.

Perbedaan Reach Stacker dan Forklift

Banyak orang menganggap reach stacker sebagai forklift berukuran besar karena keduanya sama-sama digunakan untuk mengangkat dan memindahkan muatan. Padahal, reach stacker memiliki kapasitas angkat yang jauh lebih besar, mampu menjangkau container pada baris kedua atau ketiga, serta dirancang khusus untuk aktivitas container handling.

Berikut beberapa perbedaan reach stacker dan forklift.

  • Jenis muatan: Reach stacker dirancang khusus untuk mengangkat ISO container, sedangkan forklift lebih sering digunakan untuk memindahkan pallet, kardus, mesin, atau barang umum di gudang.
  • Sistem pengangkatan: Reach stacker menggunakan spreader dengan mekanisme twist lock yang mengunci empat sudut container. Sementara itu, forklift menggunakan garpu (fork) yang diselipkan ke bawah pallet atau muatan.
  • Kapasitas angkat: Reach stacker mampu mengangkat container berbobot puluhan ton, sedangkan forklift memiliki kapasitas yang lebih kecil sesuai spesifikasi unitnya.
  • Area operasional: Reach stacker banyak digunakan di terminal peti kemas, container yard (CY), depo container, dan inland container depot (ICD). Sebaliknya, forklift lebih umum digunakan di gudang, pusat distribusi, maupun pabrik.
  • Kemampuan stacking: Boom teleskopik pada reach stacker memungkinkan operator mengambil atau menyusun container hingga beberapa tingkat. Forklift tidak dirancang untuk melakukan stacking container karena hanya mengangkat barang secara vertikal.

perbedaan reach stacker dan forklift

Jika kebutuhanmu berkaitan dengan aktivitas container handling di pelabuhan atau depo, reach stacker menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, untuk proses pergudangan dan distribusi barang dalam pallet, forklift tetap menjadi solusi yang paling efisien.

Cara Memilih Reach Stacker yang Tepat

Memilih reach stacker tidak hanya mempertimbangkan kapasitas angkat, tetapi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional agar investasi yang dilakukan lebih efisien.

1. Sesuaikan dengan kapasitas container

Identifikasi terlebih dahulu jenis container yang paling sering ditangani. Jika operasional didominasi laden container dengan bobot tinggi, pilih reach stacker yang memiliki lifting capacity sesuai. Sebaliknya, apabila sebagian besar pekerjaan hanya memindahkan empty container, maka unit dengan kapasitas lebih kecil biasanya sudah mencukupi.

2. Perhatikan tinggi stacking

Setiap terminal peti kemas memiliki kebutuhan penumpukan yang berbeda. Apabila container disusun hingga beberapa tingkat, pastikan reach stacker memiliki boom yang mampu menjangkau ketinggian tersebut tanpa mengurangi stabilitas saat mengangkat beban.

3. Sesuaikan dengan area operasional

Perhatikan kondisi area tempat alat akan digunakan. Misal, depo container dengan jalur yang sempit membutuhkan reach stacker yang memiliki radius putar lebih kecil agar lebih mudah bermanuver.

Sementara itu, terminal peti kemas berskala besar umumnya membutuhkan unit dengan tenaga mesin yang lebih besar untuk mendukung aktivitas container handling yang padat.

4. Periksa fitur keselamatan

Pastikan unit yang dipilih telah dilengkapi fitur keselamatan seperti load indicator, overload protection, kamera pemantau, dan sensor kemiringan.

Fitur-fitur tersebut membantu operator mengendalikan alat dengan lebih aman sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja saat mengangkat container.

5. Pilih unit yang mudah dirawat

Selain performa, kemudahan perawatan juga perlu dipertimbangkan. Pilih merek yang memiliki jaringan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis yang baik. Dengan begitu, proses perawatan maupun penggantian komponen dapat dilakukan lebih cepat sehingga operasional tidak terganggu.

Sudah Paham Apa Itu Reach Stacker dalam Logistik?

Reach stacker adalah alat berat untuk mengangkat container dan menjadi salah satu aset penting dalam industri logistik. Alat ini mampu mempercepat proses bongkar muat dan penataan container di pelabuhan maupun depo, selagi dioperasikan dengan benar oleh tenaga profesional.

Dengan memahami kegunaan, tugas operator reach stacker, serta perbedaannya dengan forklift, kamu dapat menentukan penggunaan alat yang tepat sesuai kebutuhan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi aktivitas container handling.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top