Home / Blog / Pengertian HS Code: Fungsi dan Cara Menemukannya
Pengertian HS Code: Fungsi dan Cara Menemukannya (freepik)

Pengertian HS Code: Fungsi dan Cara Menemukannya

HS Code adalah kode klasifikasi barang yang digunakan dalam perdagangan internasional. Kode ini membantu otoritas dan pelaku usaha mengidentifikasi jenis barang secara seragam untuk keperluan tarif, statistik, pembatasan, dan dokumen kepabeanan.

Menentukan HS Code bukan sekadar mencari nama produk yang terdengar mirip. Material, fungsi, komposisi, cara kerja, dan bentuk barang dapat memengaruhi klasifikasi. Kesalahan kode berpotensi membuat tarif atau ketentuan yang diterapkan tidak sesuai.

Apa Itu HS Code dan Siapa yang Mengelolanya?

Pengertian HS Code: Fungsi dan Cara Menemukannya
Pengertian HS Code: Fungsi dan Cara Menemukannya (freepik)

HS merupakan singkatan dari Harmonized System. Sistem ini dikembangkan oleh World Customs Organization atau WCO sebagai nomenklatur internasional. Bagian dasar HS digunakan bersama oleh banyak negara sehingga klasifikasi barang dapat dibandingkan lintas yurisdiksi.

Setiap negara atau kawasan dapat menambahkan digit untuk kebutuhan tarif dan kebijakan lokal. Di Indonesia, pelaku usaha perlu merujuk nomenklatur dan tarif yang berlaku, bukan berhenti pada enam digit internasional.

HS Code digunakan pada dokumen ekspor-impor dan berkaitan dengan proses customs clearance. Kode tersebut berbeda dari SKU internal perusahaan karena tujuannya untuk klasifikasi kepabeanan.

Bagaimana Struktur dan Cara Membaca HS Code?

Enam digit dasar HS dapat kamu baca secara bertingkat:

  • Dua digit pertama. Bagian ini menunjukkan bab atau kategori besar barang.
  • Empat digit pertama. Kombinasi ini menunjukkan heading yang mempersempit kelompok barang.
  • Enam digit pertama. Bagian ini menunjukkan subheading dengan klasifikasi yang lebih spesifik.

Barang dikelompokkan berdasarkan kategori, lalu bahan, fungsi, atau karakter khusus sesuai nomenklatur. Namun, kamu tidak boleh memilih kode hanya dari urutan daftar karena catatan bagian, catatan bab, dan kaidah interpretasi tetap perlu diperhatikan.

Nama dagang juga dapat menyesatkan karena satu istilah digunakan untuk produk dengan bahan atau fungsi berbeda. Karena itu, kamu perlu menyiapkan spesifikasi teknis sebelum melakukan pencarian.

Barang dalam bentuk set, belum dirakit, atau memiliki beberapa fungsi membutuhkan analisis tambahan. Kemasan retail juga tidak selalu menentukan klasifikasi. Otoritas melihat karakter barang sesuai aturan klasifikasi, bukan hanya cara produk dipasarkan.

Apa Fungsi HS Code dalam Penentuan Tarif dan Bea Masuk?

HS Code memiliki beberapa fungsi dalam perdagangan internasional:

  • Mengidentifikasi pos tarif. Klasifikasi menghubungkan barang dengan tarif bea masuk dan pajak yang relevan.
  • Menentukan persyaratan. Sistem dapat memakai kode untuk menampilkan larangan, pembatasan, atau dokumen yang diperlukan.
  • Mendukung estimasi biaya. Klasifikasi yang konsisten membantu perusahaan menghitung landed cost sebelum barang dikirim.
  • Menyusun statistik perdagangan. Otoritas menggunakan kode untuk mengelompokkan dan menganalisis arus komoditas.

Tarif aktual tetap dipengaruhi negara asal, fasilitas perdagangan, dan ketentuan yang berlaku. HS Code juga tidak menggantikan uraian barang, sehingga invoice dan dokumen lain tetap perlu menjelaskan produk secara akurat.

Tarif preferensi dari perjanjian perdagangan juga memerlukan pemenuhan ketentuan asal barang. Memilih HS Code yang benar belum otomatis membuat barang memperoleh tarif lebih rendah. Importir perlu memeriksa origin criteria dan dokumen pendukung secara terpisah.

Baca Juga: Jenis Dokumen Logistik yang Penting

Bagaimana Cara Mencari HS Code yang Tepat untuk Barang Anda?

Kamu dapat mencari HS Code yang tepat melalui langkah-langkah berikut:

  • Kumpulkan spesifikasi barang. Siapkan nama teknis, material, komposisi, fungsi utama, cara kerja, kondisi saat diimpor, serta foto atau katalog.
  • Cari pada portal resmi. Gunakan BTKI atau INSW, lalu baca uraian, catatan bagian, dan catatan bab yang berkaitan.
  • Bandingkan beberapa kandidat. Kamu sebaiknya tidak langsung memilih hasil pertama, terutama untuk produk gabungan dengan karakter esensial tertentu.
  • Minta bantuan bila diperlukan. Untuk barang kompleks, bernilai tinggi, atau berdampak tarif besar, konsultasikan klasifikasi dengan ahli kepabeanan atau mekanisme resmi.
  • Simpan dasar klasifikasi. Dokumentasikan alasan, sumber, dan spesifikasi agar keputusan dapat dijelaskan pada pengiriman berikutnya.
  • Kendalikan perubahan kode. Tetapkan penanggung jawab dan catat tanggal berlaku, produk terdampak, serta dokumen yang perlu diperbaiki.

Apa Risiko Bisnis Jika Salah Mengklasifikasikan HS Code?

Kesalahan dapat memengaruhi tarif, dokumen perizinan, dan waktu pemeriksaan. Dampaknya bergantung pada jenis barang serta ketentuan yang berlaku.

Denda dan Keterlambatan Pengiriman

Jika kode menyebabkan pungutan atau persyaratan tidak sesuai, barang dapat tertahan untuk koreksi dan pemeriksaan lebih lanjut. Perusahaan juga dapat menghadapi tagihan kekurangan pembayaran atau konsekuensi administratif. Keterlambatan menambah biaya penyimpanan dan mengganggu jadwal pelanggan.

Risiko Audit Kepabeanan

Pola klasifikasi yang tidak konsisten dapat menjadi perhatian dalam pemeriksaan. Perusahaan perlu memiliki dokumentasi teknis dan alasan pemilihan kode. Menggunakan kode dari pengiriman lama tidak cukup jika spesifikasi barang atau nomenklatur telah berubah.

Artikel tentang customs clearance pada LCL dapat membantu kamu memahami posisi klasifikasi dalam proses kepabeanan yang lebih luas.

Apa Perbedaan HS Code dengan AHTN dan BTKI?

HS menyediakan dasar klasifikasi internasional sampai enam digit. ASEAN Harmonised Tariff Nomenclature atau AHTN mengembangkan klasifikasi tersebut untuk kebutuhan kawasan ASEAN. Buku Tarif Kepabeanan Indonesia atau BTKI menerapkan struktur yang relevan untuk Indonesia, termasuk pos tarif dan informasi yang terkait.

Karena itu, enam digit HS yang sama belum selalu cukup untuk deklarasi di Indonesia. Pelaku usaha perlu mencari kode lengkap pada referensi resmi yang sedang berlaku dan memeriksa ketentuannya.

Nomenklatur dapat diperbarui dari waktu ke waktu. Kode yang pernah digunakan belum tentu tetap tepat setelah perubahan versi atau modifikasi produk. Lakukan peninjauan sebelum pengiriman baru, terutama untuk barang yang jarang diperdagangkan.

Kamu sebaiknya tidak meminta pemasok memilih kode hanya untuk memperoleh tarif rendah. Pemasok dapat memberikan referensi, tetapi importir tetap perlu memastikan klasifikasi pada yurisdiksinya. Perbedaan kode harus diselesaikan sebelum dokumen final dibuat.

Jika satu shipment berisi beberapa produk, klasifikasikan setiap jenis secara terpisah. Menggunakan satu kode untuk seluruh invoice dapat menutupi perbedaan material, fungsi, dan ketentuan impor.

Kamu perlu melakukan pemeriksaan akhir antara kode, uraian barang, jumlah, nilai, dan negara asal sebelum deklarasi disampaikan kepada otoritas.

Baca Juga: Apa Itu CIF? Pengertian, Komponen, dan Cara Kerjanya

Klasifikasi yang tepat membantu perencanaan biaya dan dokumen sebelum barang bergerak. Setelah HS Code serta persyaratan pengiriman diverifikasi, Forwarder.ai dapat menjadi salah satu forwarder yang bisa diandalkan untuk membantu merencanakan angkutan. Kamu juga bisa mendapatkan voucher pengiriman sesuai ketentuan.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top