Setiap kali kamu mengirim paket lewat ekspedisi, ada dua pilihan metode yang bisa dipilih, menunggu kurir datang (pick up) atau mengantarkan barang sendiri ke agen terdekat (drop-off). Metode drop off adalah salah satu metode pengiriman yang sering digunakan, terutama untuk pelaku bisnis yang mengutamakan kecepatan dan fleksibilitas. Prosesnya cukup sederhana dan bisa langsung kamu lakukan tanpa antre jadwal pick up kurir ke tempatmu. Meskipun terlihat sepele, cara ini punya dampak cukup besar terhadap efisiensi operasional distribusi barang.
Yuk, kita bahas selengkapnya mengenai cara kerjanya dalam artikel ini!
Baca Juga: 11 Perusahaan Ekspedisi di Indonesia, Mana yang Paling Cepat dan Murah?
Pengertian Drop Off dalam Pengiriman Barang

Drop off adalah metode kirim yang mengharuskan pengirim membawa langsung paketnya ke titik layanan ekspedisi, seperti kantor cabang, agen rekanan atau drop point. Berbeda dengan pick up yang mengandalkan kurir untuk menjemput paket, metode ini memberi kendali penuh kepada pengirim untuk menentukan waktu pengiriman.
Setelah paket diserahkan ke petugas dan nomor resi terbit, status paket berubah menjadi “sudah di-drop off”. Artinya, barang sudah berada di tangan pihak ekspedisi dan siap diproses kirim ke alamat tujuan. Cara ini umum digunakan karena tidak membutuhkan penjadwalan khusus seperti layanan pick up. Kamu bisa datang kapan saja selama agen masih buka. Metode ini cocok untuk pengiriman harian dengan volume kecil hingga menengah.
Baca Juga: Apa Itu Shipping? Ini Jenis Layanan yang Sering Digunakan
Perbedaan Drop Off dan Pick Up dalam Pengiriman
Keduanya adalah dua cara berbeda yang bisa kamu pilih saat mengirim barang. Berikut adalah perbedaan utama di antara keduanya:
Siapa yang Bergerak
Perbedaan utamanya ada pada siapa yang mengantarkan barang ke pihak ekspedisi. Pada metode drop off, kamu yang datang langsung ke lokasi agen untuk menyerahkan barang. Sebaliknya, metode pick up memungkinkan kurir datang ke lokasimu untuk mengambil paket. Pilihan ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan operasional dan volume pengiriman. Bagi bisnis yang rutin mengirim barang dalam jumlah banyak setiap hari, layanan pick up biasanya lebih praktis tanpa harus memindahkan barang sendiri ke agen ekspedisi.
Biaya yang Timbul
Ketika kamu mengantarkan barang langsung ke agen ekspedisi, umumnya tidak akan dikenakan biaya tambahan dari layanan penjemputan. Biaya yang dibayar hanya ongkos kirim sesuai tujuan. Sementara itu, layanan pick up pada beberapa ekspedisi bisa dikenakan biaya tambahan dengan minimal volume tertentu. Perbedaan ini cukup terasa untuk bisnis yang rutin mengirim barang setiap hari. Penghematan kecil per pengiriman bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
Baca Juga: Menghitung Biaya Pengiriman Cargo: Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Waktu dan Fleksibilitas
Drop off memberikan fleksibilitas waktu yang lebih tinggi, karena kamu tidak perlu menunggu jadwal kurir datang ke lokasimu. Barang bisa langsung diproses di hari yang sama jika diserahkan sebelum cut-off time. Sebaliknya, pick up bergantung pada ketersediaan kurir dan jadwal penjemputan. Jika jadwal penjemputan tidak pasti, barang yang sudah siap kirim bisa tertahan di gudang karena kurir belum datang.
Baca Juga: Pengertian Pengiriman Same Day, Berapa Lama, Biaya, dan Bedanya dari Instant Delivery
Proses Drop Off di Agen atau Counter
Proses mengantar paket ke agen atau counter ekspedisi pada dasarnya cukup sederhana dan membutuhkan waktu beberapa menit saja. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Siapkan paket, pastikan barang sudah dikemas dengan aman sesuai standar ekspedisi.
- Cek alamat, tulis alamat penerima dengan lengkap dan jelas.
- Datang ke lokasi, petugas akan melakukan penimbangan, pengecekan, lalu mencatat detail pengiriman seperti alamat tujuan dan jenis layanan.
- Petugas menerbitkan resi, setelah data masuk ke sistem.
Drop Off Untuk Pengiriman Skala Besar
Metode ini tidak hanya untuk distribusi skala kecil dan menengah. Banyak bisnis e-commerce juga menggunakan metode ini untuk volume besar, terutama jika lokasi agen ekspedisi dekat dengan lokasi gudang. Hal ini penting agar proses bongkar muat tidak mengganggu operasional harian. Tanpa koordinasi, antrean bisa terjadi dan memperlambat proses serah terima paket.
Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman
Keuntungan Menggunakan Drop Off dalam Operasional
Ada beberapa alasan mengapa metode kirim ini banyak dipilih, di antaranya:
- Proses lebih cepat, karena paket langsung masuk ke sistem ekspedisi dan jalur pengiriman setelah diserahkan ke agen, tanpa harus menunggu jadwal kurir.
- Fleksibilitas waktu, kamu bisa mengantar paket kapan saja selama jam operasional gerai.
- Tidak ada biaya penjemputan, karena kamu yang mengantar sendiri ke agen atau gerai terdekat.
- Solusi untuk daerah yang sulit dijangkau kurir, karena memungkinkan kamu untuk tetap mengirim paket meskipun tinggal di wilayah yang sulit diakses
- Kontrol penuh atas waktu pengiriman, karena pengirim menentukan sendiri kapan paket akan dikirim, tidak perlu menyesuaikan dengan jadwal kurir.
Dalam praktik logistik sehari-hari, pilihan metode pengiriman bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga efisiensi. Drop off adalah solusi yang sederhana, tetapi efektif untuk menjaga kecepatan pengiriman tanpa menambah biaya operasional. Metode ini cocok untuk bisnis yang ingin tetap fleksibel dan tidak bergantung pada jadwal kurir. Saat volume distribusi mulai meningkat, memahami kapan harus menggunakan metode ini membantu kamu menjaga alur distribusi tetap lancar tanpa hambatan.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


