Setiap proses pengiriman barang selalu melibatkan perhitungan berat muatan bersih atau disebut dengan tare weight. Perhitungan tare weight penting karena berpengaruh langsung terhadap biaya pengiriman, keselamatan transportasi, hingga kepatuhan terhadap regulasi.
Kesalahan dalam membaca atau menghitung tare weight dapat menyebabkan kelebihan muatan (overload), kesalahan dokumen pengiriman, bahkan penolakan saat proses penimbangan. Mari ketahui dengan lengkap apa itu tare weight dalam logistik di sini.
Apa Itu Tare Weight?
Tare weight adalah berat kosong dari suatu alat angkut atau kemasan tanpa ada barang apapun di dalamnya. Dalam dunia logistik, istilah ini paling sering digunakan untuk menunjukkan berat kosong container, truk, trailer, pallet, atau kemasan sebelum barang dimuat.
Sebagai contoh, sebuah container 20 feet memiliki berat kosong sekitar 2.300 kg. Angka tersebut merupakan tare weight dan tidak termasuk berat barang yang akan dikirim. Ketika container diisi dengan muatan, berat totalnya akan berubah menjadi gross weight.
Informasi mengenai tare weight sangat penting karena menjadi dasar untuk menghitung berat bersih (net weight) barang yang diangkut. Selain itu, data ini juga digunakan untuk memastikan muatan tidak melebihi kapasitas maksimum (payload) yang diizinkan.
Dalam praktiknya, tare weight digunakan pada berbagai aktivitas logistik, seperti proses stuffing container, penimbangan truk di jembatan timbang, penyusunan dokumen pengiriman, hingga perhitungan biaya angkut berdasarkan berat muatan.
Cara Menghitung Tare Weight
Pada praktiknya, tare weight umumnya sudah ditentukan oleh produsen container atau kendaraan sehingga tidak perlu dihitung ulang. Jadi, yang lebih sering dilakukan adalah perhitungan berat bersih (net weight) barang menggunakan data tare weight dan gross weight.
Mengetahui berat kosong container atau kendaraan
Langkah pertama adalah mengetahui nilai tare weight. Untuk container, informasi ini biasanya tercetak pada pintu container dengan label “TARE” beserta satuan kilogram (kg) atau pound (lbs).
Sebagai contoh, sebuah container 20 feet dapat memiliki keterangan:
- Tare Weight: 2.300 kg
Artinya, berat container dalam kondisi kosong adalah 2.300 kg sebelum diisi barang.
Mengidentifikasi gross weight
Setelah barang dimuat ke dalam container, lakukan penimbangan untuk mengetahui gross weight atau berat total.
Gross weight merupakan gabungan dari berat container kosong (tare weight) dan seluruh barang yang berada di dalamnya.
Sebagai contoh, setelah proses stuffing selesai, hasil penimbangan menunjukkan:
- Gross Weight: 18.500 kg
Angka tersebut sudah mencakup berat container beserta seluruh muatan di dalamnya.
Menghitung net weight menggunakan tare weight
Setelah mengetahui tare weight dan gross weight, kamu dapat menghitung berat bersih barang (net weight) menggunakan rumus berikut.
Rumus:
Net Weight = Gross Weight − Tare Weight
Keterangan:
- Gross Weight = berat total container beserta muatan.
- Tare Weight = berat kosong container.
- Net Weight = berat bersih barang.
Contoh perhitungan:
Diketahui:
- Gross Weight = 18.500 kg
- Tare Weight = 2.300 kg
Maka:
Net Weight = 18.500 kg − 2.300 kg = 16.200 kg
Artinya, berat bersih barang yang berada di dalam container adalah 16.200 kg, sedangkan 2.300 kg merupakan berat container kosong.
Perhitungan sederhana ini banyak digunakan saat menyusun dokumen pengiriman, memastikan kapasitas muatan, maupun menghitung biaya logistik berdasarkan berat barang.
Perbedaan Tare Weight, Gross Weight, dan Net Weight
Ketiga istilah ini sama-sama berkaitan dengan berat muatan, tetapi memiliki arti yang berbeda.
- Tare weight: Berat kosong container, truk, pallet, atau kemasan tanpa barang di dalamnya.
- Gross weight: Berat total yang terdiri atas berat barang ditambah berat container atau kemasan.
- Net weight: Berat bersih barang tanpa menghitung berat container maupun kemasannya.
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut:
Sebuah container memiliki tare weight sebesar 2.300 kg. Setelah dimuat barang, hasil penimbangan menunjukkan gross weight sebesar 18.500 kg. Dengan demikian, net weight barang yang dikirim adalah 16.200 kg.
Dari contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa tare weight merupakan bagian dari gross weight, sedangkan net weight hanya menghitung berat barang yang sebenarnya.
Cara Mengetahui Tare Weight pada Container
Meskipun tare weight umumnya sudah tersedia, kamu tetap perlu memastikan data yang digunakan sesuai dengan container yang akan dikirim. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Melihat informasi pada pintu container
Cara paling mudah adalah melihat informasi yang tercetak pada pintu container. Hampir semua container memiliki data identitas yang memuat nomor container, tare weight, payload, serta maximum gross weight.
Misalnya, jika pada pintu container tertulis TARE 2.300 KG, maka angka tersebut merupakan berat kosong container. Pastikan kamu membaca label “TARE”, bukan “PAYLOAD” atau “MAX GROSS”, karena ketiganya memiliki arti yang berbeda.
2. Memeriksa spesifikasi dari shipping line
Apabila container belum berada di lokasi atau tulisan pada pintunya kurang jelas, kamu dapat meminta spesifikasi container kepada shipping line atau perusahaan penyedia jasa logistik.
Biasanya mereka memiliki data teknis setiap jenis container, termasuk ukuran, tare weight, payload maksimum, dan kapasitas volume. Cara ini cukup membantu ketika proses perencanaan muatan dilakukan sebelum container dikirim ke lokasi stuffing.
3. Melakukan penimbangan saat container kosong
Dalam kondisi tertentu, misalnya label container rusak, hilang, atau sulit dibaca, penimbangan dapat dilakukan saat container masih kosong.
Container akan ditimbang menggunakan jembatan timbang (weighbridge), kemudian hasilnya dijadikan acuan sebagai tare weight. Cara ini umumnya dilakukan apabila diperlukan data yang benar-benar akurat untuk kebutuhan operasional atau audit.
4. Memastikan data sesuai dokumen pengiriman
Sebelum proses stuffing dimulai, cocokkan informasi tare weight pada container dengan data yang tercantum pada dokumen operasional atau sistem manajemen logistik perusahaan.
Sebagai contoh, apabila dokumen menunjukkan tare weight sebesar 2.250 kg, sedangkan label pada container menunjukkan 2.300 kg, sebaiknya lakukan verifikasi terlebih dahulu. Selisih data sekecil apa pun dapat memengaruhi perhitungan berat muatan, terutama pada pengiriman yang mendekati batas maksimum kapasitas container.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Perhitungan Tare Weight
Kesalahan dalam memahami tare weight dapat menyebabkan perhitungan berat menjadi tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kendala selama proses pengiriman.
- Menganggap tare weight sama dengan net weight: Tare weight adalah berat kosong container atau kendaraan, sedangkan net weight hanya menunjukkan berat barang.
- Menggunakan data tare weight yang tidak sesuai: Setiap jenis dan ukuran container memiliki berat kosong yang berbeda sehingga data harus disesuaikan dengan unit yang digunakan.
- Salah mencatat gross weight: Kesalahan saat memasukkan berat total akan menghasilkan perhitungan net weight yang tidak akurat.
- Tidak memverifikasi data sebelum pengiriman: Perbedaan antara data pada dokumen dan kondisi aktual dapat memicu revisi dokumen, pemeriksaan ulang, atau kendala saat proses penimbangan.
Sudah Paham Apa Itu Tare Weight?
Jadi, tare weight adalah berat kosong sebuah kemasan, yang dalam ranah logistik mengacu pada container itu sendiri. Tare weight sebuah container bisa dilihat pada informasi container, jadi tidak perlu dihitung ulang secara manual.
Dengan memahami pengertian, cara menghitung, serta cara memverifikasi tare weight, kamu dapat menyusun perhitungan muatan dengan lebih akurat. Hal ini tidak hanya membantu menghindari kesalahan administrasi, tetapi juga memastikan proses pengiriman berjalan lebih aman, efisien, dan sesuai dengan kapasitas angkut yang ditetapkan.

