Prosedur lashing container sangat penting untuk diperhatikan agar keamanan muatan saat pengiriman bisa terjamin. Lashing container adalah proses pemasangan dan pengamanan barang agar tidak bergeser-geser selama perjalanan.
Lashing menjadi salah satu prosedur standar dalam pengiriman domestik maupun internasional, terutama untuk muatan berat, mesin industri, kendaraan, hingga alat berat. Dengan metode lashing yang tepat, risiko kerusakan barang, kecelakaan, hingga kerugian finansial dapat diminimalkan.
Apa Itu Lashing Container?
Lashing container adalah proses mengikat dan mengamankan muatan di dalam atau di atas container menggunakan berbagai alat pengikat agar barang tetap berada pada posisinya selama proses pengiriman. Proses ini bertujuan mencegah barang bergeser, terguling, atau saling bertabrakan akibat guncangan selama perjalanan.
Dalam praktik logistik, istilah lashing sering disandingkan dengan securing. Meskipun terdengar mirip, keduanya memiliki arti yang berbeda.
- Lashing: proses pengikatan menggunakan alat seperti rantai, webbing strap, atau wire rope.
- Securing: proses pengamanan secara keseluruhan, termasuk penggunaan dunnage, blocking, hingga pengaturan distribusi beban di dalam container.
Jadi, lashing container termasuk ke dalam salah satu proses dari securing. Sebagai contoh, sebuah generator industri yang dikirim menggunakan flat rack container tidak cukup hanya diletakkan di atas lantai container saja.
Operator perlu mengikat generator menggunakan chain lashing pada beberapa titik pengikat, kemudian menambahkan balok kayu (blocking) di bagian bawah agar mesin tidak bergeser saat kapal menghadapi gelombang atau truk melewati jalan yang tidak rata.
Fungsi Lashing Container
Lashing tidak hanya bertujuan mengikat barang, tetapi juga memberikan perlindungan selama proses distribusi. Berikut beberapa fungsinya:
- Mencegah muatan bergeser: Lashing menjaga posisi barang tetap stabil meskipun kendaraan melakukan pengereman mendadak, berbelok, atau kapal mengalami guncangan akibat ombak.
- Mengurangi risiko kerusakan: Barang yang terikat dengan baik memiliki risiko benturan yang lebih kecil sehingga kerusakan pada produk maupun kemasan dapat diminimalkan.
- Menjaga keselamatan proses transportasi: Muatan yang bergeser dapat mengubah distribusi beban kendaraan atau kapal. Dengan lashing yang tepat, stabilitas selama perjalanan tetap terjaga.
- Memenuhi standar keselamatan pengiriman: Banyak perusahaan logistik dan shipping line mewajibkan proses lashing sesuai prosedur untuk memastikan pengiriman berlangsung aman dan sesuai regulasi.
Peralatan yang Digunakan untuk Lashing Container
Pemilihan alat lashing harus disesuaikan dengan jenis, ukuran, dan berat muatan. Berikut beberapa peralatan yang paling umum digunakan.
1. Chain lashing
Chain lashing atau rantai pengikat digunakan untuk mengamankan barang dengan bobot yang sangat besar, seperti excavator, bulldozer, generator industri, atau transformator.
Misalnya, saat mengirim excavator menggunakan flat rack container, operator akan memasang rantai pada titik pengikat yang terdapat pada alat berat tersebut. Rantai kemudian dikencangkan menggunakan tensioner hingga excavator tidak memiliki ruang untuk bergeser selama perjalanan.
2. Webbing strap
Webbing strap merupakan tali pengikat berbahan polyester yang kuat tetapi tidak merusak permukaan barang.
Alat ini cocok digunakan untuk mengikat furnitur, mesin dengan permukaan yang mudah tergores, maupun peralatan elektronik berukuran besar. Dibandingkan rantai, webbing memberikan tekanan yang lebih merata sehingga risiko penyok atau lecet menjadi lebih kecil.
3. Wire rope
Wire rope atau kabel baja sering digunakan untuk mengamankan material konstruksi maupun barang berbobot berat yang memiliki bentuk panjang.
Sebagai contoh, gulungan baja atau pipa konstruksi biasanya diikat menggunakan wire rope karena memiliki daya tarik tinggi dan lebih tahan terhadap beban berat dibandingkan tali biasa.
4. Ratchet binder atau tensioner
Ratchet binder berfungsi untuk mengencangkan chain lashing maupun wire rope agar ikatan benar-benar kuat.
Setelah seluruh pengikat terpasang, operator akan memutar ratchet hingga rantai atau kabel tidak lagi memiliki kelonggaran. Proses ini penting untuk memastikan barang tetap stabil selama perjalanan.
5. Dunnage dan blocking
Selain alat pengikat, proses lashing juga memanfaatkan dunnage dan blocking sebagai penyangga tambahan.
Sebagai contoh, apabila terdapat ruang kosong di bawah mesin industri, operator dapat menempatkan balok kayu sebagai blocking agar mesin tidak bergeser. Pada beberapa jenis muatan, inflatable dunnage bag juga digunakan untuk mengisi celah di antara barang sehingga posisi muatan tetap stabil.
Barang yang Wajib Menggunakan Lashing Container
Beberapa jenis muatan hampir selalu memerlukan proses lashing untuk menjaga keamanan selama pengiriman. Namun, ada beberapa barang yang wajib menggunakan lashing, yaitu:
- Alat berat: Excavator, bulldozer, forklift, dan wheel loader harus diikat menggunakan chain lashing karena memiliki bobot tinggi dan berpotensi bergeser saat kendaraan bergerak.
- Mesin industri: Generator, boiler, transformator, dan kompresor memerlukan pengikatan yang kuat agar tidak mengalami benturan selama proses distribusi.
- Kendaraan: Mobil, truk, maupun kendaraan proyek perlu diikat pada beberapa titik agar posisinya tetap stabil selama pengangkutan.
- Material konstruksi: Pipa baja, balok baja, serta gulungan baja biasanya menggunakan wire rope atau chain lashing untuk mencegah pergerakan akibat getaran.
- Barang bernilai tinggi: Mesin presisi, panel listrik, dan peralatan elektronik berukuran besar membutuhkan lashing agar risiko kerusakan selama pengiriman dapat diminimalkan.
Cara Menentukan Metode Lashing yang Tepat
Pemilihan metode lashing harus disesuaikan dengan karakteristik barang agar proses pengamanan benar-benar efektif. Berikut beberapa cara menentukannya:
1. Sesuaikan dengan berat barang
Barang berbobot ringan umumnya cukup menggunakan webbing strap, sedangkan alat berat atau mesin industri lebih aman menggunakan chain lashing yang memiliki kapasitas tarik lebih besar.
2. Perhatikan bentuk dan material barang
Barang berbentuk silinder seperti pipa atau gulungan baja memiliki risiko menggelinding sehingga membutuhkan blocking tambahan. Sementara itu, barang dengan permukaan yang mudah tergores sebaiknya menggunakan webbing agar tidak mengalami kerusakan.
3. Sesuaikan dengan moda transportasi
Pengiriman melalui laut umumnya membutuhkan sistem lashing yang lebih kuat dibandingkan distribusi jarak pendek menggunakan truk karena kapal akan menghadapi gelombang dan pergerakan yang lebih dinamis selama pelayaran.
4. Gunakan jumlah titik pengikat yang cukup
Semakin besar ukuran dan berat barang, semakin banyak titik pengikat yang diperlukan. Jangan hanya berfokus pada kekuatan alat lashing, tetapi pastikan gaya tarik tersebar secara merata agar barang tetap stabil.
Sudah Paham Seputar Lashing Container?
Jadi, lashing container adalah serangkaian proses pengikatan muatan barang agar tetap aman dan tidak bergeser-geser ketika dalam perjalanan. Lashing menjadi prosedur penting dalam proses pengiriman barang, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Perlu kamu ingat bahwa setiap shipping line maupun perusahaan logistik biasanya memiliki prosedur lashing yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, pastikan metode lashing yang digunakan telah sesuai dengan standar operasional dan karakteristik muatan agar proses pengiriman berjalan aman hingga barang tiba di tujuan.
Nah, untuk urusan keamanan muatan, kamu bisa konsultasi terlebih dulu dengan customer service kami mengenai lashing dan securing secara keseluruhan. Kamu juga bisa menggunakan jasa pengiriman cargo dari Forwarder.ai untuk mendapatkan harga termurah, baik untuk pengiriman udara, darat, maupun laut.

