Home / Blog / Truk Tronton: Spesifikasi, Kapasitas, dan Keunggulannya
Truk Tronton: Spesifikasi, Kapasitas, dan Keunggulannya (freepik)

Truk Tronton: Spesifikasi, Kapasitas, dan Keunggulannya

Di jalan raya maupun tol, ada beberapa jenis truk yang sekilas terlihat mirip, tetapi memiliki fungsi berbeda satu sama lain. Salah satunya adalah tronton. Kendaraan ini sering digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar, mulai dari material konstruksi sampai kebutuhan distribusi industri.

Meskipun cukup sering terlihat di jalan, masih banyak orang mengira semua truk besar masuk ke dalam kategori yang sama. Padahal tronton adalah jenis kendaraan dengan konfigurasi tertentu yang memengaruhi kapasitas dan fungsi pengangkutannya. Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Baca Juga: Jenis Truk dalam Logistik: Mana yang Sesuai untuk Bisnismu?

Apa Itu Truk Tronton?

Truk Tronton: Spesifikasi, Kapasitas, dan Keunggulannya (freepik)
Truk Tronton: Spesifikasi, Kapasitas, dan Keunggulannya (freepik)

Tronton adalah jenis truk yang menggunakan tiga sumbu roda, dengan satu sumbu di bagian depan dan dua sumbu pada bagian belakang. Sumbu roda merupakan titik penopang roda pada kendaraan. Penambahan sumbu membantu truk untuk bisa menahan beban lebih besar dan membuat distribusi berat muatan kendaraan lebih merata.

Kebanyakan truk tronton menggunakan sekitar 10 roda sehingga mampu membawa muatan yang jauh lebih besar dari truk sedang. Ukuran baknya juga cukup besar, dengan panjang sekitar 7,5 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,4 meter. Kapasitas muatannya berkisar 15–45 ton dengan volume sekitar 30–80 CBM, tergantung jenis karoseri dan regulasi angkutan yang berlaku.

Baca Juga: 5 Truk Kargo Paling Efisien untuk Pengiriman Antar Kota & Pulau

Spesifikasi dan Kapasitas Tronton

Spesifikasi truk tronton dapat berbeda tergantung jenis kendaraan dan kebutuhan distribusi. Secara umum, berikut adalah spesifikasi dan kapasitasnya:

SpesifikasiDetail
Sumbu (Roda)3 sumbu (6 as roda)
Jumlah Ban10 ban (ban belakang ganda)
Dimensi Bak±7,5m – 9,0m x 2,4m x 2,4m
Kapasitas Volume30–80 CBM (tergantung jenis karoseri)
Kapasitas Muatan15–45 ton (tergantung regulasi dan modifikasi)
Mesin6 silinder, 240–300 HP

Catatan: Untuk penggunaan umum dan legal, kapasitas armada satu ini biasanya berkisar 10–25 ton. Kapasitas di atas 25 ton umumnya berlaku untuk armada yang sudah dimodifikasi atau digunakan di area tambang atau perkebunan yang tidak melalui jalan umum.

Baca Juga: Truk CDE dalam Logistik, Kapasitas, dan Kelebihannya

Perbedaan Tronton dan Truk Fuso

Tidak sedikit yang bingung membedakan tronton dan Fuso. Padahal kedua istilah ini berada pada kategori yang sepenuhnya berbeda. Agar lebih mudah membedakannya, tronton mengacu pada konfigurasi sumbu roda kendaraan. Jenis armada satu ini memiliki tiga sumbu roda dan memang fokus pada kapasitas angkut yang besar.

Sementara itu, Fuso awalnya merupakan nama merek kendaraan komersial dari Mitsubishi yang dalam keseharian sering masyarakat gunakan untuk menyebut truk ukuran sedang hingga besar. Jadi, sebuah kendaraan bisa saja menggunakan merek Fuso sekaligus memiliki konfigurasi sumbu roda tronton.

Baca Juga: Pengertian Truk CDD dalam Logistik dan Kelebihannya

Penggunaan Tronton dalam Distribusi

Jenis armada satu ini banyak digunakan untuk distribusi dengan volume besar atau barang berat. Berikut adalah contoh penggunaannya:

  • distribusi logistik antar kota
  • material bangunan
  • hasil bumi dan perkebunan
  • bahan baku industri
  • kendaraan dan mesin
  • logistik e-commerce

Kapasitas angkutnya membuat jumlah perjalanan dapat berkurang dibanding kendaraan yang lebih kecil.

Baca Juga: Perbedaan Land Freight dan Road Freight yang Perlu Dipahami

Keunggulan Tronton Dibanding Truk Kecil

Truk besar satu ini memiliki beberapa keunggulan dalam proses distribusi, di antaranya:

1. Kapasitas Muatan Lebih Besar

Satu perjalanan dapat membawa lebih banyak barang, karena kapasitas satu tronton dapat menggantikan 3–4 truk engkel.

2. Lebih Efisien untuk Pengiriman Volume Besar

Satu armada biaya sewanya mungkin lebih mahal dari dua truk engkel. Namun, secara biaya per tonnya jauh lebih murah. Sebagai contoh, biaya sewa tronton Rp3 juta untuk 20 ton, maka biaya per tonnya Rp150 ribu. Sementara itu, biaya sewa dua truk engkel Rp1,5 juta × 2 = Rp3 juta untuk 8 ton, maka biaya per tonnya Rp375 ribu.

Selain itu, pengiriman skala besar dapat mengurangi frekuensi perjalanan, biaya sopir dan akomodasinya, tol, hingga BBM.

3. Distribusi Beban Lebih Stabil di Kecepatan Tinggi

Tambahan sumbu roda membantu kendaraan menahan beban lebih merata. Tidak hanya itu, kendaraan dengan 10 roda ini lebih stabil di kecepatan 80–100 km/jam. Truk engkel dengan 4 roda cenderung mudah oleng di kecepatan tinggi.

4. Cocok untuk Kebutuhan Industri dan Proyek

Kapasitas muatannya yang besar membuat armada ini cocok untuk distribusi kebutuhan industri dan proyek, meskipun harus mempertimbangkan akses jalan dan kebutuhan operasional.

Baca Juga: Cara Menghitung Kubikasi Bak Truk dengan Mudah

Regulasi Muatan Tronton

Mengoperasikan armada berukuran besar menuntut kedisiplinan Anda terhadap aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Kementerian Perhubungan mengatur ketat batas muatan melalui aturan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI). Untuk truk tronton standar (konfigurasi 3 sumbu roda), pemerintah menetapkan batas JBI maksimal berkisar antara 21–24 ton. Angka ini merupakan bobot total yang mencakup berat kosong truk ditambah dengan berat muatan kargo Anda.

Selain batasan tonase, Anda juga harus memperhatikan kelas jalan yang akan armada lalui. Truk tronton umumnya hanya diizinkan melintasi Jalan Kelas I atau Jalan Kelas II, yaitu jalur utama lintas provinsi yang mampu menahan muatan sumbu terberat di atas 8–10 ton.

Pastikan tim gudang tidak mengisi armada dengan muatan berlebih (overloading). Pelanggaran terhadap batas JBI ini bukan hanya menyebabkan sanksi berupa denda saja, tetapi juga dapat meningkatkan berbagai risiko seperti:

  • kerusakan jalan
  • gangguan stabilitas kendaraan
  • keausan komponen lebih cepat
  • risiko keselamatan selama perjalanan

Oleh karena itu, perusahaan logistik biasanya akan menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan distribusi dan kapasitas muatan yang sesuai ketentuan.

Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman

Kapasitas kendaraan yang lebih besar tidak selalu berarti semua kebutuhan distribusi harus menggunakan armada terbesar. Pemilihan armada harus tetap disesuaikan dengan karakter barang, rute pengiriman, dan kapasitas muatan yang dibutuhkan.

Pemahaman untuk memahami kapan menggunakan tronton adalah langkah yang membantu bisnis menentukan armada sesuai kebutuhan bisnis. Gunakan tronton jika volume barang di atas 10 ton dan rute pengiriman dominan melewati jalan tol atau jalan raya lebar. Jika kurang dari itu, truk engkel atau fuso sudah cukup. Memilih armada yang tepat lebih penting daripada memilih yang terbesar.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top