Perkembangan dunia logistik modern sangat identik dengan penggunaan peti kemas atau kontainer standar. Namun, terkadang ada situasi di mana bisnis Anda harus mendatangkan barang berukuran besar seperti turbin, alat berat, komponen proyek energi, atau mesin industri berukuran berat yang tidak memungkinkan untuk dikemas seperti barang pada umumnya.
Breakbulk cargo adalah metode pengiriman yang tepat untuk barang berukuran besar dengan bentuk tak beraturan. Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!
Apa Itu Breakbulk Cargo?
Breakbulk cargo adalah metode pengiriman yang mengangkut muatan secara terpisah atau per unit, tidak dimasukkan ke dalam kontainer standar. Istilah breakbulk berasal dari “break” (memecah) dan “bulk” (curah).
Metode ini banyak digunakan untuk pengiriman barang proyek atau industri dengan ukuran yang tidak biasa. Berbeda dengan container cargo yang dimasukkan ke kontainer dengan ukuran seragam, breakbulk dimuat langsung ke palka kapal atau di atas dek kapal. Barang bisa beraneka bentuk dan ukuran, mulai dari pipa baja, mesin industri, turbin, hingga kayu gelondongan.
Perbedaan Breakbulk dengan FCL dan LCL
Agar lebih mudah memahaminya, berikut adalah tabel perbedaan metode curah dengan metode Full Container Load (FCL) dan Less than Container Load (LCL):
| Aspek | Breakbulk | FCL | LCL |
| Kemasan | Tanpa kontainer, dimuat langsung | Dalam satu kontainer penuh | Digabung dalam satu kontainer dengan pengirim lain |
| Ukuran barang | Oversize, irregular | Harus muat di kontainer standar | Harus muat di kontainer standar |
| Alat bongkar muat | Crane khusus, forklift heavy duty | Crane kontainer standar | Crane kontainer standar |
| Waktu bongkar muat | Lebih lama (manual, pengikatan) | Cepat (kontainer diangkat utuh) | Sedang (perlu konsolidasi/dekonsolidasi) |
| Biaya | Lebih mahal per unit | Efisien untuk volume besar | Hemat untuk volume kecil |
Jenis Barang yang Dikirim Menggunakan Breakbulk
Tidak semua barang cocok menggunakan metode pengiriman curah. Umumnya barang yang pengirimannya menggunakan metode ini memiliki karakteristik:

- Berat dan Besar (Oversize), seperti komponen mesin industri (turbin, generator, boiler), alat berat (excavator, bulldozer, crane, wheel loader), transformator listrik, dan kapal kecil atau perahu.
- Panjang atau Tinggi Melebihi Dimensi Kontainer, seperti pipa baja, pipa besi, pipa PVC panjang, balok kayu, kayu gelondongan, tiang listrik, tiang pancang, dan kereta api.
- Bentuk Tidak Beraturan (Irregular), seperti komponen jembatan, bagian kapal (propeller, rudder) pabrik prefabrikasi (modular house), dan patung atau monumen.
- Tidak Butuh Kontainer Tertutup, seperti besi beton, baja profil, batu bata, genteng (dalam jumlah besar), karung semen, gulungan kertas, hingga gulungan kabel.
Cara Kerja Breakbulk Shipping
Proses pengiriman breakbulk memiliki tahapan yang berbeda dengan pengiriman biasa. Umumnya alurnya seperti ini:
1. Perencanaan Muatan (Stowage Plan)
Sebelum barang dimuat, penting untuk merencanakan tata letak (layout) di dalam kapal. Barang berat ditempatkan di dasar (lower hold) dan barang ringan di atas. Perhitungan keseimbangan kapal (stability) sangat penting agar kapal tidak oleng.
2. Pengangkutan ke Pelabuhan
Tim menentukan alat angkut, metode bongkar muat dan kebutuhan keamanan barang yang tepat sebelum diantar ke pelabuhan. Biasanya, muatan diangkut menggunakan truk trailer khusus (lowbed atau flatbed) ke pelabuhan. Khusus barang yang sangat berat, terkadang membutuhkan pengawalan polisi dan pengaturan lalu lintas.
3. Pemuatan ke Kapal
Breakbulk dimuat menggunakan crane di atas kapal (ship crane) atau crane darat (mobile crane). Barang diangkat satu per satu, lalu diturunkan ke palka atau dek kapal. Setelah berada di posisi yang tepat, barang diikat dengan rantau atau tali baja agar tidak bergeser selama pelayaran.
4. Pelayaran
Kapal muatan curah berlayar dengan kecepatan yang lebih lambat dari kapal kontainer dan sangat bergantung dengan cuaca.
5. Pembongkaran di Pelabuhan Tujuan
Di pelabuhan tujuan, barang dibongkar menggunakan crane, lalu diangkut ke truk atau gudang. Proses ini memakan waktu lebih lama karena setiap barang harus ditangani satu per satu.
Keunggulan dan Kekurangan Breakbulk
Berikut adalah keunggulan dan keterbatasan metode curah dalam pengiriman laut:
Keunggulan
- dapat mengangkut barang berukuran besar
- lebih fleksibel untuk muatan proyek
- dapat menangani bentuk barang yang tidak standar
Kekurangan
- proses bongkar muat cenderung lebih lama
- biaya penanganan dapat lebih tinggi
- membutuhkan alat dan tenaga khusus
- risiko kerusakan lebih tinggi jika salah penanganan
Penggunaan Breakbulk di Pelabuhan Indonesia
Aktivitas breakbulk cukup banyak ditemukan di pelabuhan yang menangani proyek industri besar. Muatan seperti alat berat, komponen pembangkit listrik hingga material konstruksi umumnya menggunakan metode ini karena ukuran barang tidak sesuai dengan kapasitas kontainer biasa. Adapun pelabuhan utama di Indonesia yang melayani metode ini di antaranya:
- Tanjung Priok (Jakarta)
- Belawan (Medan)
- Tanjung Perak (Surabaya)
- Makassar (Sulawesi Selatan)
- Balikpapan
Ukuran barang tidak selalu cocok untuk dimuat ke dalam kontainer standar. Ada situasi tertentu ketika metode pengiriman biasa justru membuat proses distribusi menjadi lebih rumit. Pemilihan breakbulk cargo adalah keputusan tepat bagi bisnis yang mengirim barang dengan kondisi khusus seperti besar, berat, atau bentuknya tidak beraturan.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!


