Home / Blog / Jenis Software Logistik untuk Bisnis Modern
Jenis Software Logistik untuk Bisnis Modern (freepik)

Jenis Software Logistik untuk Bisnis Modern

Bisnis logistik modern tidak bisa lagi mengandalkan catatan manual atau spreadsheet. Ada terlalu banyak data yang harus dikelola, mulai dari stok di gudang, posisi truk, pesanan pelanggan, biaya BBM, dan masih banyak lagi. Untuk itu, berbagai jenis software logistik diciptakan. Masing-masing punya fokus dan fungsinya masing-masing, tergantung area mana yang ingin Anda optimalkan.

Baca Juga: Software Logistik: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Berikut jenis software logistik yang umum digunakan:

1. Transport Management System (TMS)

Jenis Software Logistik untuk Bisnis Modern (freepik)
Jenis Software Logistik untuk Bisnis Modern (freepik)

TMS adalah aplikasi untuk mengelola aktivitas transportasi yang menjalankan fungsi seperti merencanakan rute pengiriman, memilih moda transportasi (truk, kapal, pesawat, kapal api), menjadwalkan keberangkatan, memantau posisi armada via GPS, mencatat pemakaian BBM, dan mengelola dokumen pengiriman.

Software ini membantu Anda menghemat BBM, mengurangi waktu tempuh, dan memastikan barang sampai tepat waktu.

Cek Forsis, TMS dari Forwarder.ai.

2. Warehouse Management System (WMS)

Warehouse Management System mengelola semua aktivitas di gudang. Mulai dari penerimaan barang dari pemasok (supplier), penempatan di rak yang tepat, penyimpanan agar tidak rusak, pengambilan barang saat ada pesanan (picking), pengepakan (packing) hingga persiapan dokumen.

Aplikasi ini mengetahui persis barang ada di rak mana sehingga staf tidak perlu bolak-balik mencari. Stok selalu akurat karena setiap pergerakan terekam dalam sistem.

3. Order Management System (OMS)

OMS adalah perangkat lunak yang mengelola pesanan dari pelanggan. Aplikasi ini menerima pesanan dari berbagai platform (website, marketplace, dan sistem internal), memeriksa ketersediaan stok (bisa terhubung dengan WMS), lalu meneruskannya ke gudang untuk diproses. OMS juga memberi pelanggan nomor resi dan link tracking otomatis.

Baca Juga: Apa Itu DO (Delivery Order)? Ini Bedanya dengan Surat Jalan

4. Fleet Management System (FMS)

FMS berfokus pada pengelolaan armada kendaraan. Berbeda dengan TMS yang fokus pada pergerakan barang, FMS lebih ke kondisi kendaraan itu sendiri.

Fiturnya berfungsi untuk mencatat jadwal perawatan rutin (ganti oli, servis), memantau kesehatan mesin, mengelola bahan bakar, merekam perilaku sopir (rem mendadak atau kecepatan berlebih), dan mengurus pajak serta asuransi kendaraan. FMS membantu memperpanjang umur truk dan mencegah kemogokan di jalan.

5. Inventory Management System (IMS)

IMS mengelola stok barang dagangan. Fungsinya untuk mencatat jumlah barang masuk dan keluar, menentukan kapan harus memesan ulang (reorder point), menghitung safety stock untuk antisipasi lonjakan permintaan, dan mengidentifikasi barang yang lama tidak laku (slow moving). Software ini memastikan Anda tidak kehabisan stok, tetapi juga tidak kelebihan persediaan yang bisa membuang biaya simpan.

Baca Juga: Inventory Turnover: Arti, Rumus, dan Cara Menghitungnya

6. Supply Chain Management (SCM) System

Supply chain management system adalah software terintegrasi yang mencakup beberapa modul sekaligus, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, gudang, transportasi, dan distribusi ke tangan pelanggan. SCM cocok untuk perusahaan besar yang ingin semua data (dari pemasok hingga konsumen) terintegrasi dalam satu platform. Dengan SCM, visibilitas rantai pasok menjadi utuh, tidak terpecah antara satu area dengan yang lainnya.

7. Logistics Cost Management System (LCMS)

LCMS fokus pada perhitungan dan pengoptimalan biaya logistik. Software ini mencatat setiap pengeluaran, mulai dari biaya transportasi (BBM, tol, sewa truk), biaya gudang (sewa, listrik, staf), biaya administrasi (dokumen, asuransi), dan biaya lainnya.

Aplikasi ini juga akan menganalisis data tersebut untuk mengidentifikasi pos-pos pengeluaran yang bisa diminimalisir. Misalnya, rute mana yang menghabiskan banyak BBM atau produk mana yang biaya simpannya paling tinggi.

Baca Juga: Biaya Logistik Gak Sesimpel Ongkir, Ini Jenisnya Biar Gak Salah Hitung!

8. Demand Management System (DMS)

Software ini dapat memprediksi permintaan di masa mendatang berdasarkan data historis. Anda bisa mengetahui kapan permintaan sedang tinggi seperti menjelang lebaran atau tanggal kembar (harbolnas) dan kapan sepi.

Dengan prediksi ini, Anda bisa menyiapkan stok lebih awal, mengatur jadwal pengiriman, dan menyesuaikan jumlah sopir serta truk yang dibutuhkan. DMS mencegah bisnis kehabisan stok di saat angka permintaan melonjak atau kelebihan stok saat sepi.

9. Aplikasi Perencanaan Rute (Route Optimization)

Aplikasi ini dirancang khusus untuk menentukan rute tercepat dan terpendek dari gudang ke pelanggan, terutama jika Anda mengirim ke banyak titik dalam satu perjalanan. Route optimization mempertimbangkan jarak, kemacetan, jam operasional toko tujuan, bahkan lebar jalan.

Hasilnya, sopir tidak perlu pusing untuk menentukan urutan pengiriman. Cukup ikuti instruksi yang tertera di aplikasi.

Pada dasarnya, Anda tidak perlu menggunakan semua jenis software logistik di waktu bersamaan. Sesuaikan dengan kebutuhan bisnis agar biaya yang dikeluarkan optimal. Jika masalah utama bisnis adalah stok yang sering tidak akurat, mulai dengan WMS atau IMS.

Jika armada sering mogok atau rute tidak efisien, mulai dengan TMS atau FMS. Seiring bisnis berkembang, Anda bisa menambah software lain dan mengintegrasikannya agar semua data terhubung sehingga operasional dan biaya operasional lebih efisien serta kepuasan pelanggan meningkat.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top