Operasional logistik melibatkan banyak proses sekaligus, mulai dari pengelolaan stok, pengiriman barang hingga koordinasi antar tim. Jika semua prosesnya manual, risiko human error akan semakin besar. Di sinilah software logistik memegang peranan krusial. Dengan bantuan sistem digital, Anda bisa mengelola proses logistik secara lebih terstruktur, cepat, dan mudah dipantau.
Yuk, kita bahas selengkapnya apa itu software logistik dalam artikel ini!
Baca Juga: Apa Itu Logistik? Pengertian, Tujuan, dan Manfaat
Pengertian Software Logistik

Software logistik adalah aplikasi atau sistem yang membantu para pelaku bisnis mengelola seluruh aktivitas logistik dalam satu platform. Sistem ini biasanya menggabungkan berbagai proses seperti pengelolaan stok, pemantauan pengiriman, hingga pengaturan distribusi.
Tujuannya sederhana. Anda bisa melihat kondisi operasional secara menyeluruh tanpa harus mengecek satu per satu secara manual. Analoginya, perangkat lunak ini berfungsi seperti dashboard. Semua informasi penting terkumpul di satu tempat sehingga lebih mudah dikontrol.
Baca Juga: Apa Itu Operator Logistik dan Tugasnya
Fungsi Software Logistik
Penggunaan perangkat lunak logistik bukan sekadar mengikuti tren digital semata. Berikut beberapa fungsi yang membantu operasional bisnis menjadi lebih rapi dan efisien:
1. Memantau Pergerakan Barang Secara Real-time
Anda bisa mengetahui posisi barang tanpa harus menunggu laporan manual dari pihak carrier. Hal ini membantu mengurangi ketidakpastian dalam pengiriman.
2. Mengelola Stok Dengan Lebih Akurat
Sistem akan mencatat keluar-masuknya barang secara otomatis. Risiko selisih stok bisa diminimalisir karena data selalu ter-update.
3. Mengatur Pengiriman dan Rute Distribusi
Software dapat membantu menentukan rute yang lebih efisien sehingga waktu dan biaya pengiriman bisa lebih terkontrol.
4. Mengurangi Kesalahan Operasional
Proses manual sering kali menimbulkan kesalahan, seperti salah input atau salah kirim. Dengan sistem yang terintegrasi, alur kerja jadi konsisten, karena semua proses mengikuti panduan yang sama di dalam sistem, bukan mengandalkan cara kerja masing-masing orang.
5. Memudahkan Pelaporan dan Analisis
Data operasional tersimpan dalam sistem dan bisa diolah menjadi laporan. Anda bisa melihat kelancaran operasional logistik secara menyeluruh, mulai dari pengiriman, stok hingga efisiensi biaya tanpa harus mengumpulkan data secara manual.
Jenis-jenis Software Logistik
Setiap perangkat lunak logistik dirancang untuk area spesifik. Berikut adalah jenis aplikasi logistik yang perlu Anda ketahui:
1. Warehouse Management System (WMS)
WMS adalah perangkat lunak untuk mengelola aktivitas di gudang. Aplikasi ini tahu persis barang ada di rak mana, berapa stoknya, dan kapan harus dipesan kembali. WMS juga memandu staf dalam proses picking (pengambilan barang) dan packing (pengemasan). Hasilnya, staf tidak salah ambil produk dan stok selalu akurat.
Baca Juga: Warehouse Management System: Arti, Manfaat dan Contohnya
2. Transportation Management System (TMS)
Transportation Management System adalah software untuk mengelola armada dan pengiriman. TMS membantu dispatcher merencanakan rute tercepat, menjadwalkan pengiriman, memantau posisi truk via GPS, dan mencatat pemakaian BBM. Perangkat lunak satu ini juga menjadi berfungsi sebagai pengingat jadwal perawatan armada agar truk tidak mogok tiba-tiba di jalan.
Cek Transportation Management System dari Forwarder.ai, Forsis.
3. Order Management System (OMS)
OMS adalah perangkat lunak yang mengelola pesanan dari pelanggan. Aplikasi ini menerima pesanan dari berbagai platform (website, marketplace, dan sistem internal), memeriksa ketersediaan stok, lalu meneruskannya ke gudang untuk diproses. OMS juga memberi pelanggan nomor resi dan link tracking.
4. Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP merupakan aplikasi terintegrasi yang mencakup tidak hanya logistik, tetapi juga akuntansi, sumber daya manusia, dan pembelian. Cocok untuk perusahaan besar yang ingin semua data terintegrasi dalam satu sistem. ERP logistik biasanya sudah mencakup modul WMS, TMS, dan OMS sekaligus.
5. Platform Tracking Online
Aplikasi khusus untuk pelanggan di mana mereka bisa memasukkan nomor resi di website atau aplikasi untuk melihat posisi barang mereka secara real-time. Keberadaan aplikasi ini meningkatkan kepuasan pelanggan karena mereka tidak perlu menghubungi call center untuk menanyakan status kiriman mereka.
Contoh Penggunaan Software Logistik
Penggunaan aplikasi logistik bisa terlihat sederhana, tetapi berdampak cukup signifikan dalam operasional bisnis. Misalnya dalam bisnis distribusi:
- pesanan masuk langsung tercatat di sistem
- tim gudang menerima instruksi barang yang harus disiapkan
- penjadwalan pengiriman secara otomatis oleh sistem
- status pengiriman dapat dipantau oleh tim maupun pelanggan
Tanpa sistem aplikasi yang terintegrasi, proses ini biasanya membutuhkan koordinasi manual yang cukup kompleks.
Software logistik adalah mitra strategis bagi pertumbuhan bisnis dan sedikit banyak dapat mengubah cara Anda mengambil keputusan dalam operasional sehari-hari. Dengan sistem yang terintegrasi, Anda tidak perlu lagi bergantung pada pencatatan manual yang rentan kesalahan. Sebaliknya, setiap proses, mulai dari pengelolaan stok hingga pengiriman bisa dipantau dalam satu alur yang jelas.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

