Home / Blog / Cara Menurunkan Biaya Logistik Secara Efisien
Cara Menurunkan Biaya Logistik secara Efisien (freepik)

Cara Menurunkan Biaya Logistik Secara Efisien

Biaya logistik menjadi salah satu komponen krusial dalam operasional bisnis. Anda mungkin merasa penjualan meningkat, namun sisa keuntungan di akhir bulan justru menipis karena ongkos distribusi yang membengkak. Banyak bisnis mencoba menekan biaya dengan cara instan. Padahal, cara menurunkan biaya logistik yang efektif justru berasal dari cara mengatur pengiriman, stok, dan proses yang lebih terstruktur dan terencana.

Yuk, kita bahas strategi efektif untuk menekan biaya logistik dalam artikel ini!

Baca Juga: Jenis-Jenis Biaya Logistik yang Harus Diketahui Bisnis

1. Optimalkan Rute Pengiriman

Cara Menurunkan Biaya Logistik secara Efisien (freepik)
Cara Menurunkan Biaya Logistik secara Efisien (freepik)

Rute yang tidak efisien bisa menambah jarak tempuh, waktu, dan konsumsi bahan bakar. Gunakan aplikasi perencana rute seperti Google Maps, Waze, atau software khusus lainnya untuk menentukan jalur terpendek dan tercepat. Jika memungkinkan, hindari pengiriman saat jam sibuk. Untuk pengiriman ke banyak titik, urutkan alamat dari yang terdekat ke terjauh agar tidak bolak-balik.

2. Konsolidasikan Muatan Barang

Pengiriman rutin dengan volume kecil relatif lebih mahal dari segi biaya daripada mengirim sekaligus dalam volume yang lebih besar. Gabungkan pesanan ke wilayah yang sama dalam satu waktu agar tarif lebih murah, karena carrier biasanya memberi diskon untuk pengiriman dengan volume besar. Coba atur jadwal distribusi, misalnya dari setiap hari menjadi 2–3 kali seminggu.

3. Pilih Moda Transportasi yang Tepat

Tidak semua barang dikirim melalui satu moda saja. Sesuaikan moda transportasi dengan kebutuhan bisnis:

  • Darat untuk fleksibilitas
  • Laut untuk volume besar
  • Udara untuk kebutuhan mendesak

Kunci utamanya ada pada keseimbangan antara biaya dan urgensinya.

Baca Juga: Apa Itu Freight Cost, Cara Hitung, & Tips Menghematnya

4. Kurangi Biaya Penyimpanan di Gudang

Barang yang lama mengendap di gudang berakibat pembengkakan biaya simpan. Anda bisa menerapkan sistem FIFO (First In First Out) agar muatan tidak kadaluarsa atau usang. Lakukan audit stok secara berkala untuk mengidentifikasi produk yang kurang laku, lalu jual dengan harga promo agar cepat habis.

Gunakan sistem cross-docking, yaitu barang dari truk pemasok langsung dimuat dalam truk pengiriman tanpa disimpan di gudang terlebih dahulu. Dengan cara ini Anda bisa menghemat biaya sewa gudang dan mempercepat pengiriman.

Baca Juga: Pilih FIFO atau LIFO dalam Manajemen Stok? Ini Jawabannya

5. Gunakan Jasa 3PL (Third Party Logistics)

Tidak semua bisnis perlu memiliki gudang dan armada sendiri. Menyewa jasa 3PL memungkinkan Anda berbagi sumber daya (gudang, truk, dan staf) dengan bisnis lain sehingga biaya per unitnya jadi lebih murah. Anda juga tidak perlu memusingkan perawatan armada atau merekrut sopir. Pilih mitra 3PL yang memiliki jaringan luas dan sistem tracking yang baik.

6. Digitalisasi Dokumen dan Proses

Pencetakan dokumen seperti surat jalan, invoice, dan packing list memakan waktu, biaya cetak, dan rawan hilang. Dengan beralih ke dokumen elektronik, biaya administrasi jadi lebih hemat dan mempercepat proses secara keseluruhan.

Gunakan software atau platform logistik untuk mengelola pesanan, menerbitkan dokumen, dan melacak pengiriman secara otomatis. Kesalahan input data juga dapat diminimalisir karena sistemnya terintegrasi.

7. Evaluasi dan Negosiasi Dengan Carrier Secara Berkala

Jangan hanya mengandalkan satu penyedia jasa saja. Bandingkan tarif beberapa vendor carrier secara rutin, minimal tiga bulan sekali. Jika volume pengiriman meningkat, gunakan sebagai modal untuk negosiasi tarif lebih rendah. Jangan ragu untuk mengganti mitra carrier jika kinerjanya buruk, seperti sering terlambat atau barang rusak.

8. Manfaatkan Teknologi Logistik

Proses manual sering memakan waktu dan rawan kesalahan. Sistem seperti Warehouse Management System (WMS) atau Transportation Management System (TMS) dapat membantu bisnis memantau stok, mengatur pengiriman, hingga melacak barang.

Baca Juga: Maksimalkan Efisiensi Anggaran dengan TMS

9. Kurangi Waktu Menganggur (Idle Time)

Truk yang menunggu terlalu lama di gudang atau pelabuhan dapat menimbulkan biaya tambahan. Untuk mengurangi idle time, percepat proses loading dan unloading, serta atur jadwal dengan lebih presisi agar kendaraan bisa langsung berjalan tanpa harus menunggu lama.

10. Perbaiki Proses Internal Secara Bertahap

Tidak semua masalah datang dari luar. Terkadang, sumbernya justru ada pada proses internal yang berjalan kurang efisien. Dengan merapikan alur kerja dan memangkas langkah yang tidak perlu, biaya logistik bisa lebih hemat.

Cara menurunkan biaya logistik tidak selalu berarti memangkas anggaran secara keseluruhan. Justru, efisiensi biaya dapat direalisasikan dengan memperbaiki sistem distribusi secara keseluruhan, mulai dari pemilihan rute, pengelolaan stok, hingga koordinasi antar pihak terkait jadwal pengiriman, kesiapan barang, dan ketersediaan armada.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top