Pengiriman barang lewat udara sering dianggap cepat dan praktis dibanding jalur darat dan laut, meskipun dari segi biaya harganya relatif lebih mahal. Bobot barang mungkin ringan, tetapi ongkos kirimnya tinggi. Di sinilah pentingnya memahami cara hitung volume air freight. Dalam pengiriman udara, berat aktual barang bukan satu-satunya acuan. Volume sebuah barang justru sering jadi penentu utama.
Yuk, kita kupas tuntas cara hingga contoh perhitungannya dalam artikel ini!
Rumus Perhitungan Berat Volume

Dalam air freight, istilah yang digunakan adalah berat volumetrik, yaitu perhitungan bobot barang berdasarkan ukuran paket, bukan bobot sebenarnya. Rumusnya cukup sederhana:
(Panjang x Lebar x Tinggi) / 6000
Keterangan:
- Satuan dimensi menggunakan sentimeter (cm)
- Hasil akhir dalam kilogram (kg)
Angka 6000 adalah standar industri untuk konversi volume ke berat dalam pengiriman udara. Keberadaan rumus ini karena terbatasnya ruang dalam pesawat. Barang yang besar, tetapi ringan tetap memakan kapasitas ruang.
Baca Juga: Apa Saja Keunggulan Air Freight Selain Kecepatan? Cek Faktanya
Langkah-langkah dan Contoh Perhitungan
Agar lebih mudah, ikuti langkah-langkah berikut:
Ukur dimensi barang
Gunakan meteran. Ukur panjang, lebar, dan tinggi dalam satuan sentimeter. Catat angka-angka tersebut.
Kalikan ketiga dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi = Volume (cm³)
Bagi dengan 6.000
Volume / 6.000 = Berat Volume (kg)
Timbang bobot aktual
Letakkan barang di timbangan. Catat dalam kilogram.
Bandingkan dan pilih yang lebih besar
Biaya dihitung berdasarkan nilai tertinggi antara bobot aktual dan berat volume.
Baca Juga: Jenis Pesawat Cargo dan Fungsinya dalam Logistik
Contoh Kasus 1: Barang Ringan tapi Besar
Anda mengirim 10 kursi plastik dengan total berat 50 kg. Satu kursi dikemas dalam kardus ukuran 80 cm x 60 cm x 40 cm.
- Volume satu kardus: 80 x 60 x 40 = 192.000 cm³
- Berat volume satu kardus: 192.000 / 6.000 = 32 kg
- Total berat volume 10 kursi: 32 kg x 10 = 320 kg
- Bandingkan dengan bobot aktual 50 kg. Jelas berat volume lebih besar. Biaya dihitung 320 kg.
Contoh Kasus 2: Barang Berat tapi Kecil
Anda mengirim 1 mesin seberat 200 kg. Dimensi kardus: 60 cm x 50 cm x 50 cm.
- Volume: 60 x 50 x 50 = 150.000 cm³
- Berat volume: 150.000 / 6.000 = 25 kg
- Bandingkan dengan bobot aktual 200 kg. Bobot aktual lebih besar. Biaya dihitung 200 kg.
Contoh Kasus 3: Beberapa Paket Berbeda Ukuran
Anda mengirim 3 paket:
- Paket A: 70 x 50 x 40 cm (berat 15 kg)
- Paket B: 60 x 40 x 30 cm (berat 10 kg)
- Paket C: 100 x 60 x 50 cm (berat 30 kg)
Hitung volume masing-masing:
- Paket A: (70 x 50 x 40)/6000 = 140.000/6.000 = 23,33 kg (vs berat 15 kg → pilih 23,33 kg)
- Paket B: (60 x 40 x 30)/6000 = 72.000/6.000 = 12 kg (vs berat 10 kg → pilih 12 kg)
- Paket C: (100 x 60 x 50)/6000 = 300.000/6.000 = 50 kg (vs berat 30 kg → pilih 50 kg)
Perhitungan total biayanya dari 23,33 + 12 + 50 = 85,33 kg.
Kesalahan Umum Dalam Menghitung Volume Air Freight
1. Lupa Konversi Satuan
Menggunakan ukuran dalam meter, bukan sentimeter. Sebagai contoh, 1 meter ditulis 1, bukan 100. Hasilnya jadi sangat kecil dan perhitungan biaya menjadi tidak akurat. Pastikan untuk selalu menggunakan satuan cm.
2. Tidak Menghitung Volume Total Untuk Banyak Paket
Beberapa orang hanya menghitung satu paket, lalu dikira-kira untuk sisanya. Akibatnya estimasi biaya meleset. Pastikan untuk hitung total volume semua paket.
3. Mengabaikan Bentuk Tidak Beraturan
Barang dengan bentuk tidak beraturan seperti tabung, bola, atau mesin dengan tonjolan harus diukur dari titik terpanjang, terlebar, dan tertinggi. Jangan ukur bagian rata-ratanya.
4. Lupa Membandingkan Dengan Berat Aktual
Tidak sedikit yang langsung menggunakan berat volume tanpa membandingkan dengan hasil timbangan. Padahal, jika barang berat, bobot aktual bisa lebih besar dan menjadi dasar perhitungan.
5. Salah Menggunakan Pembagi
Pengiriman udara menggunakan pembagi 6000. Jangan tertukar dengan pengiriman laut atau darat yang menggunakan pembagi berbeda.
Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman
Pemahaman mengenai cara hitung volume air freight membantu pelaku bisnis untuk menghitung estimasi biaya pengiriman dengan lebih akurat. Ukur dengan teliti dalam cm, hitung volume total, bagi 6000, lalu bandingkan dengan berat aktual. Setelahnya pilih yang hasil perhitungannya lebih besar. Dengan pengetahuan ini, Anda tidak akan kaget atau bingung saat menerima tagihan dan bisa merencanakan pengiriman yang lebih efisien.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Anda bisa membaca Panduan Layanan Air Freight Forwarder.ai untuk informasi lengkapnya.
Cek juga layanan Forwarder.ai lainnya untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


