Home / Blog / Perbedaan Cargo Manifest dan Bill of Lading
Perbedaan Cargo Manifest dan Bill of Lading (freepik)

Perbedaan Cargo Manifest dan Bill of Lading

Bagi pelaku bisnis yang biasa menangani pengiriman barang via laut, pasti tidak asing dengan istilah Bill of Lading (B/L) dan cargo manifest. Tidak sedikit yang beranggapan kalau dokumen ini sama, padahal keduanya punya peran dan fungsi berbeda. Memahami perbedaan cargo manifest dan Bill of Lading membantu Anda mengetahui dokumen mana yang perlu diperhatikan saat mengirim, mana yang menjadi tanggung jawab operator pelayaran (shipping line).

Pengertian Cargo Manifest dan Bill of Lading

Perbedaan Cargo Manifest dan Bill of Lading (freepik)
Perbedaan Cargo Manifest dan Bill of Lading (freepik)

Banyak yang keliru menganggap manifes sama dengan Bill of Lading, padahal keduanya jelas berbeda. Bill of Lading (B/L) adalah dokumen per kontainer atau per pengirim. Satu B/L mewakili satu pengirim dan penerima. B/L memiliki tiga fungsi utama: tanda terima barang, kontrak pengangkutan, dan bukti kepemilikan.

Sementara itu, cargo manifest adalah dokumen yang berisi daftar lengkap seluruh muatan yang diangkut dalam satu kapal atau satu perjalanan. Manifest berisi “kumpulan” dari semua B/L yang ada di kapal tersebut. Operator pelayaran akan menerbitkan manifes, lalu diserahkan ke otoritas pelabuhan sebelum kapal berangkat.

Analogi gampangnya, Bill of Lading ibarat tiket penumpang pesawat per orang, sementara manifes adalah daftar seluruh penumpang dalam satu penerbangan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bill of Lading dan Perbedaannya

Fungsi Masing-masing Dokumen

Perbedaan cargo manifest dan bill of lading paling krusial dapat kita lihat dari fungsinya. Manifes berperan sebagai alat kontrol operasional. Biasanya, tim di lapangan menggunakannya untuk:

  • izin dan pengecekan saat bongkar muat
  • rekonsiliasi muatan, memastikan semua barang yang tercatat di B/L benar-benar ada di kapal
  • dasar perhitungan biaya pelabuhan seperti bongkar muat, sewa dermaga, serta jasa lainnya dihitung berdasarkan data manifest

Dokumen ini membantu koordinasi antar tim operasional yang terlibat dalam pengiriman, mulai dari tim gudang saat proses loading, pengemudi di perjalanan hingga penerima saat bongkar muat di tujuan.

Di sisi lain, bill of lading memiliki peran yang lebih formal. Dokumen ini digunakan sebagai:

  • tanda terima barang
  • kontrak pengangkutan yang mengatur hak dan kewajiban antara pengirim, carrier, maupun penerima
  • bukti kepemilikan, siapa yang memegang B/L asli, dialah pemilik barang
  • dasar klaim jika barang rusak atau hilang

Baca Juga: Fungsi Penting Bill of Lading dalam Pengiriman Barang

Perbedaan Waktu dan Konteks Penggunaan

Perbedaan lainnya terletak pada kapan waktu penggunaan dari masing-masing dokumen. Bill of Lading muncul lebih awal dalam alur pengiriman. Prosesnya dimulai setelah shipping instruction dikirim dan barang dimuat di kapal.

Draf B/L dikirim ke pengirim untuk dikoreksi, lalu final B/L terbit setelah pihak carrier menerima barang. Setelahnya, B/L menjadi pegangan penting bagi pengirim dan penerima selama proses pengiriman berlangsung. Penggunaannya lebih berkaitan dengan dokumen transaksi dan serah terima barang.

Cargo manifest biasanya disiapkan menjelang keberangkatan, setelah semua B/L untuk satu kapal terkumpul. Operator pelayaran mengkompilasi semua B/L menjadi satu daftar, lalu menyerahkan manifest ke otoritas pelabuhan sebelum berangkat. Dokumen ini terus digunakan sepanjang perjalanan sebagai referensi utama untuk monitoring. Saat kendaraan tiba di tujuan, dokumen ini kembali digunakan untuk proses pengecekan.

Gampangnya:

  • manifest → fokus pada perjalanan
  • B/L → fokus pada transaksi dan kepemilikan

Baca Juga: Cara Membuat Bill of Lading yang Benar

Perbedaan cargo manifest dan Bill of Lading terletak pada fungsi masing-masing dalam pengiriman. Cargo manifest berperan sebagai ringkasan muatan untuk kebutuhan operasional, sedangkan B/L menjadi dokumen utama yang mengatur kepemilikan dan transaksi. Dengan memahami peran masing-masing, Anda bisa mengelola pengiriman dengan efektif.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top