Home / Blog / Perbedaan Truk Engkel dan Fuso
Perbedaan Truk Engkel dan Fuso (freepik)

Perbedaan Truk Engkel dan Fuso

Menentukan armada pengiriman yang sesuai terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis. Anda mungkin tergoda memilih armada terbesar agar semua barang masuk sekaligus atau justru memilih yang paling kecil demi menghemat biaya sewa per unit. Namun, tidak jarang pemilihan armada yang salah menyebabkan Anda harus membayar biaya ekstra serta kelancaran distribusi barang jadi terhambat.

Salah satu hal yang penting untuk pelaku bisnis pahami adalah perbedaan truk engkel dan fuso. Pemahaman terkait hal ini akan membantu Anda mencocokkan kapasitas muatan dengan kondisi jalan di lokasi tujuan.

Yuk, kita bahas perbedaan antara keduanya dalam artikel ini!

Baca Juga: Jenis Truk dalam Logistik: Mana yang Sesuai untuk Bisnismu?

Mengenal Karakteristik Truk Engkel dan Fuso

Perbedaan Truk Engkel dan Fuso (freepik)
Perbedaan Truk Engkel dan Fuso (freepik)

Truk engkel (CDE) adalah armada dengan konfigurasi 2 sumbu roda dan 4 roda total (ban belakang tunggal). Armada ini dirancang untuk muatan kecil hingga sedang. Ukuran baknya relatif compact sehingga dapat dengan lincah beroperasi di jalan sempit dan mudah bermanuver di area padat. Contoh paling umumnya adalah Mitsubishi Colt T120SS, Suzuki Carry Flat Deck, Daihatsu Gran Max.

Sementara itu, truk fuso adalah armada berukuran medium dengan 2–3 sumbu dan memiliki total 6–10 roda. Ukurannya jauh lebih besar dan kokoh. Truk ini didesain untuk muatan besar serta perjalanan jarak jauh. Contoh armadanya adalah Mitsubishi FE 84, Hino Dutro 110, Isuzu Giga.

Perbedaan fisik paling mencolok di antara keduanya adalah fuso punya ruang kemudi yang lebih luas, ban lebih banyak, serta dimensi bak jauh lebih luas.

Baca Juga: Jenis Land Freight untuk Distribusi Darat

Perbedaan Kapasitas Muatan

Perbedaan paling kontras di antara keduanya terletak pada daya angkutnya. Berikut adalah poin-poin penting yang harus Anda perhatikan.

AspekTruk EngkelTruk Fuso
Dimensi Bak±3,1m x 1,7m x 1,6m±4,5m x 2,2m x 2,0m
Volume (CBM)±6–8 CBM±18–25 CBM
Muatan Maksimal±2–4 ton±8–15 ton

Berdasarkan perbandingan di atas, kita bisa mengetahui bahwa satu truk fuso bisa membawa 3–4 kali lipat volume dan bobot dibanding CDE. Jika muatan Anda sudah mencapai >5 ton, fuso adalah pilihan yang lebih efisien daripada menyewa beberapa armada CDE sekaligus.

Baca Juga: Perbedaan Truk Engkel dan CDD

Kapan Menggunakan Salah Satunya?

Langkah awal yang tidak boleh terlewatkan adalah mempertimbangkan rute pengiriman dan aksesibilitas gudang tujuan sebelum memutuskan.

Pilih truk engkel jika:

  • Volume barang di bawah 8 CBM atau beratnya <3 ton
  • Rute pengiriman di dalam kota dengan akses jalan sempit atau gang
  • Butuh truk untuk pengiriman ke toko-toko kecil atau area perumahan
  • Biaya operasional jadi pertimbangan utama

Pilih truk fuso jika:

  • Volume barang di atas 10 CBM atau berat di atas 4 ton
  • Rute pengiriman antar kota atau jalan tol dengan akses lebar
  • Distribusi barang ke gudang atau pusat logistik (bukan ke toko kecil langsung)
  • Barang membutuhkan ruang muat yang lebih luas, baik panjang maupun lebar

Sebagai catatan penting, Fuso membutuhkan SIM B2 Umum, karena berat kendaraan melebihi 3,5 ton. Jadi, pastikan pengemudi memiliki SIM yang sesuai sebelum menyewa armada satu ini.

Baca Juga: Benarkah Trucking dalam Logistik Lebih Efisien? Ini Faktanya

Perbandingan Biaya

Secara umum, truk fuso memang lebih mahal dari CDE, baik dari biaya sewa per hari, konsumsi BBM, maupun ongkos tol. Perbedaannya bisa mencapai 2–3 kali lipat, tergantung rute maupun durasi perjalanannya.

Namun, jangan lihat biaya sewa per truk saja. Hitung juga biaya per kilogram atau per CBM. Untuk muatan besar, fuso sering kali lebih efisien, karena dalam satu perjalanan bisa membawa lebih banyak barang.

Contoh perbandingan estimasi:

  • Engkel: kapasitas 3 ton, biaya sewa Rp750.000, maka biaya per ton muatan = Rp250.000/ton
  • Fuso: kapasitas 10 ton, biaya sewa Rp1.800.000, maka biaya per ton muatan = Rp180.000/ton

Dalam skenario ini, fuso lebih ekonomis secara biaya per ton muatan, meskipun biaya totalnya lebih besar. Apalagi jika Anda juga memperhitungkan biaya supir dan tol yang hanya sekali jalan untuk muatan lebih banyak.

Pertimbangan lain:

Untuk pengiriman dengan volume 5–6 ton, biasanya pelaku bisnis dihadapkan dengan dua pilihan: satu fuso (biaya lebih tinggi, tetapi sekali jalan) atau dua CDE (biaya supir & tol dua kali lipat). Hitung total biaya dan waktu yang dibutuhkan sebelum memutuskan.

Perbedaan truk engkel dan fuso mencerminkan dua pendekatan berbeda dalam distribusi, yaitu fleksibilitas dan kapasitas. CDE unggul saat Anda butuh fleksibilitas pengiriman dalam skala kecil hingga menengah. Di sisi lain, fuso memberi keuntungan dalam pengangkutan muatan berskala besar dengan jumlah perjalanan yang lebih sedikit.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top