Home / Blog / Perbedaan Dry Container dan High Cube
Perbedaan Dry Container dan High Cube (freepik)

Perbedaan Dry Container dan High Cube

Pemilihan kontainer sering dianggap sebagai detail kecil dalam proses pengiriman barang. Padahal, keputusan ini bisa berdampak langsung pada kapasitas muatan dan biaya logistik. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul di kalangan pelaku bisnis terkait apa perbedaan antara dry container dan high cube?

Kalau kita lihat sekilas, keduanya terlihat sama saja, punya bentuk yang mirip dan fungsinya pun serupa. Namun, ada satu perbedaan utama yang sering luput diperhatikan dan justru paling menentukan, yaitu tingginya.

Yuk, kita kupas tuntas perbedaan keduanya dalam artikel ini!

Baca Juga: Jenis Container Logistik, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?

Pengertian Dry Container dan High Cube

Dry container adalah jenis kontainer paling umum yang didesain untuk mengangkut barang kering tanpa memerlukan kontrol suhu atau ventilasi khusus. Bentuknya kotak baja dengan pintu di satu sisi, kedap udara, dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Jenis peti kemas satu ini kerap menjadi pilihan utama bagi pelaku bisnis, karena fleksibilitasnya untuk berbagai macam barang.

Berbeda dengan High Cube Container (HC) yang pada dasarnya adalah dry container dengan dimensi panjang dan lebar yang sama, tetapi memiliki tinggi tambahan sekitar 30 cm (1 kaki). Kalau tinggi standar peti kemas biasa hanya 2,59 meter, HC bisa mencapai 2,89 meter. Tambahan ruang vertikal ini membuat kapasitas volumenya lebih besar, cocok untuk barang ringan tetapi makan tempat.

Jadi, gampangnya:

  • Dry container = versi standar
  • High cube = versi lebih tinggi

Fungsinya sama. Kapasitas ruang berbeda.

Baca Juga: Fungsi Kontainer dalam Pengiriman Internasional

Perbedaan Ukuran dan Kapasitas

Perbedaan Dry Container dan High Cube (freepik)
Perbedaan Dry Container dan High Cube (freepik)

Perbedaan paling kontras dari keduanya ada pada dimensi dan volume muatnya. Berikut perbandingan untuk ukuran 40 feet yang paling umum digunakan:

Aspek40 Feet Dry Container40 Feet High Cube (HC)
Tinggi2,59 m2,89 m
Volume67 CBM76 CBM
Kapasitas Pallet20–21 pallet24–25 pallet
Berat Maksimal28 ton28 ton

Untuk ukuran 20 feet, varian HC sebenarnya ada, tetapi jarang digunakan. Penting untuk kamu catat juga, kalau tambahan tinggi tidak menambah kapasitas berat. Batas muatan maksimal (payload) antara dry dan HC relatif sama, sekitar 26–28 ton. Artinya, keunggulan HC murni di volume, bukan pada kapasitas beratnya.

Baca Juga: Apa Itu Container Yard dalam Logistik

Kapan Sebaiknya Menggunakan Dry Container atau High Cube?

Dry container standar lebih cocok ketika:

  • barang berat, tetapi volume tidak terlalu besar
  • muatan bersifat padat, seperti logam atau mesin
  • tidak membutuhkan ruang tambahan secara vertikal
  • ada batasan operasional, misalnya rute tertentu memiliki keterbatasan handling untuk HC, atau akses ke gudang tujuan tidak memungkinkan untuk kontainer lebih tinggi

Dalam kondisi seperti ini, penggunaan HC justru jadi kurang efisien, karena Anda membayar ruang yang tidak terpakai.

High cube lebih ideal ketika:

  • barang berukuran besar, tetapi relatif ringan
  • membutuhkan ruang lebih tinggi
  • sulit disusun dengan rapat dalam kontainer standar
  • mengurangi jumlah kontainer, satu HC bisa menggantikan dua kontainer 20 feet untuk jenis barang tertentu

Baca Juga: Apa Itu CFS dalam Logistik dan Fungsinya

Contoh barang dengan karakteristik di atas adalah furnitur, produk e-commerce dalam jumlah besar, karton makanan ringan, komponen plastik, tekstil dalam jumlah besar, dan barang kemasan besar (bulky cargo).

Pemahaman mendetail mengenai apa perbedaan antara dry container dan high cube dapat membantu Anda menyusun strategi logistik yang paling efektif dan efisien bagi perusahaan. Intinya, gunakan kontainer standar untuk barang padat dan berat, gunakan high cube untuk barang ringan tetapi besar. Dengan pemilihan yang tepat Anda bisa mengoptimalkan ruang, menghindari biaya tak perlu, dan memastikan pengiriman berjalan efisien.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top