Dalam pengiriman laut, ada dua jenis Bill of Lading yang sering muncul, yaitu Master B/L dan House B/L. Membedakan keduanya penting karena menentukan siapa penerbit dokumen serta ke mana barang harus diambil di pelabuhan tujuan. Dokumen ini biasanya muncul ketika bisnis menggunakan jasa freight forwarder untuk mengatur pengiriman barang.
Berbeda dengan Master B/L yang diterbitkan oleh pihak pelayaran (shipping line), penerbitan House Bill of Lading dilakukan oleh pihak forwarder atau NVOCC. Jadi, House B/L adalah dokumen utama yang berkaitan langsung dengan pemilik barang.
Yuk, kita bahas House Bill of Lading selengkapnya dalam artikel ini!
Apa Itu House Bill of Lading?
House Bill of Lading (HBL) adalah bukti tanda terima kargo yang diterbitkan oleh agen forwarder untuk Anda sebagai pemilik barang. Jika MBL adalah tiket rombongan untuk satu kontainer penuh, maka HBL adalah tiket individu dari masing-masing pemilik barang di dalamnya.
Dokumen ini memegang peranan krusial sebagai kontrak antara Anda dan agen penyedia jasa logistik (forwarder maupun NVOCC). Di mata hukum, HBL menyatakan bahwa agen tersebut bertanggung jawab penuh untuk memastikan barang Anda sampai ke tangan penerima yang tepat. Tanpa dokumen ini, shipper tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk menuntut pertanggungjawaban jika terjadi kendala operasional selama perjalanan kargo.
Baca Juga: Fungsi Penting Bill of Lading dalam Pengiriman Barang
Siapa yang Menerbitkannya?

Pengirim akan menerima dokumen ini dari perusahaan forwarder atau NVOCC (Non-Vessel Operating Common Carrier). Berbeda dengan perusahaan pelayaran yang memiliki kapal sendiri, pihak penerbit HBL bertindak sebagai pengatur kelancaran distribusi kargo Anda selama perjalanan laut.
Mereka mengumpulkan barang dari berbagai pengirim, memasukkannya ke dalam satu kontainer, lalu menyerahkan dokumen ini kepada Anda sebagai bukti kepemilikan. Dalam dokumen ini, nama perusahaan Anda akan tercantum jelas sebagai shipper (pengirim) dan nama mitra bisnis Anda sebagai consignee (penerima). Jadi, data pengirim maupun penerima yang tercantum dalam dokumen ini adalah identitas asli pemilik barang.
Baca Juga: Cara Membuat Bill of Lading yang Benar
Fungsi Utama House Bill of Lading
HBL tidak hanya berfungsi sebagai bukti penerimaan barang (Receipt of Goods), melainkan memegang peran penting lainnya dalam proses distribusi barang, yaitu:
- Sebagai kontrak pengangkutan (Contract of Carriage) antara shipper dan pihak freight forwarder/NVOCC
- Bukti kepemilikan (Document of Title) dan kontrol pengiriman, dapat membantu semua pihak memahami detail barang, rute, dan biaya yang disepakati
- Dokumen pendukung dalam transaksi perdagangan internasional, termasuk dalam proses pembayaran dan dokumentasi ekspor-impor.
- Memuat informasi yang pihak bea cukai butuhkan untuk memproses izin ekspor-impor, seperti deskripsi barang, jumlah, dan nilai
- Dokumen pelacakan, karena HBL biasanya mencantumkan nomor tracking yang memungkinkan pengirim dan penerima memantau posisi barang selama perjalanan
Komponen yang Tercantum Dalam HBL
Agar dokumen ini dianggap sah dan tidak menimbulkan masalah saat pemeriksaan di pelabuhan tujuan, berikut adalah komponen yang tercantum dalam dokumen ini:
- Nama & alamat lengkap pengirim serta penerima barang
- Notify party (pihak yang diberitahu saat barang tiba)
- Deskripsi detail mengenai jenis barang, jumlah kemasan, dan berat kargo
- Instruksi pengiriman
- Pelabuhan asal & tujuan
- Nomor kontainer & seal
- Rincian mengenai biaya angkut (freight charges)
- Freight terms (prepaid atau collect)
Perbedaan paling mendasar antaran HBL dan MBL adalah nama shipper yang tercatat pada dokumen. Dalam MBL, shipper yang tercatat adalah perusahaan forwarder/NVOCC, sedangkan pada HBL, nama pengirim dan penerima yang tertera adalah pemilik asli barang tersebut.
Baca Juga: Kapan Bill of Lading Dikeluarkan dan Siapa yang Menerbitkan?
Kapan Dokumen Ini Dibutuhkan?
Umumnya, HBL diterbitkan dalam situasi berikut:
1. Pengiriman Less Than Container Load (LCL)
Jika barang Anda tidak cukup untuk memenuhi satu kontainer penuh dan bergabung dengan barang pengirim lain, Anda pasti akan menerima HBL dari pihak forwarder. Shipping line tidak menerbitkan B/L langsung ke masing-masing pengirim dengan volume pengiriman yang relatif kecil, karena mereka hanya berurusan dengan forwarder sebagai penyewa ruang dalam kapal.
2. Pengiriman Full Container Load (FCL) Melalui Jasa Forwarder
HBL tidak hanya diterbitkan kepada pengirim yang memilih metode LCL saja. Selama menggunakan jasa forwarder, mereka akan tetap menerbitkan HBL, meskipun Anda menyewa satu kontainer penuh secara eksklusif. Hal ini bertujuan untuk memberikan mereka fleksibilitas dalam mengatur dokumen dan pembayaran jasa pelayaran.
3. Kontrol Atas Pembayaran
Forwarder kerap menggunakan dokumen ini sebagai alat kontrol pembayaran. Mereka bisa menahan barang sampai semua biaya dibayar, karena penerima tidak bisa mengambil barang tanpa HBL asli.
House Bill of Lading memegang peranan penting sebagai jembatan antara pemilik barang dan freight forwarder yang mengelola pengiriman. Ketika Anda memegang HBL, perlu diingat bahwa di baliknya ada MBL yang menjadi kontrak utama antara forwarder dan pihak pelayaran.
Dengan memahami fungsi dan komponen di dalamnya, Anda tidak akan salah langkah saat barang tertahan di pelabuhan atau mengalami kerusakan. Jadi, Anda akan langsung tahu dokumen apa saja yang perlu disiapkan dan ke mana harus melapor.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.
Feeling enlightened? Share this article to more people.


